Selain beraksara Dewanagari, Pallawa, dan Sansekerta, di Indonesia banyak ditemukan prasasti dan naskah berbahasa Jawa (kuno), Sunda (kuno), dan Bali (kuno). Sayangnya ahli yang mampu membaca tulisan-tulisan kuno ini masih sangat sedikit. Umumnya mereka yang ahli sudah berusia tua.
Ilmu membaca tulisan kuno memang bukanlah hal yang glamor. Tidak heran, generasi muda kita enggan mempelajari ilmu ini. Yang justru tertarik adalah bangsa-bangsa asing. Maka jangan ngedumel nantinya kalau anak cucu kita ingin belajar aksara-aksara kuno itu harus pergi ke mancanegara.
Mudah-mudahan ada generasi muda kita yang tertarik dengan ilmu ini. Sebagai awal, mungkin gambar-gambar di bawah ini bisa menjadi acuan.
Berbagai Aksara Kuno

















dang toto i ces
Oleh: dangdang on 19 November 2010
at 12:15 pm
cukup baik …. tapi sebaiknya ada FOTOnya juga – karena aksara yang ditampilkan di sini kan dalam BENTUK YANG PRIMA … sementara AKSARA yang dipahatkan pada PRASASTI ASLINYA kerap sungguh jauh berbeda terutama yang digoreskan pada media bahan batu.
Oleh: Ambu on 6 April 2011
at 9:13 am
askumz saya mahasiswa universitas jember dan berminat bgt dengan tulisan ini bisa dikirimkan kn k email saya pak?
Oleh: ady on 16 Agustus 2011
at 7:10 am
Terima kasih atas perhatian Anda. Menurut saya lebih praktis dicopy paste ke Ms Word…kalau lewat email, foto harus dikirim satu per satu…
Oleh: hurahura on 16 Agustus 2011
at 7:36 am
selain gambar2 yang ada disini..masih ada lg?sy tertarik mempelajarinya..kalau ada kirimi ke saya..^^
Oleh: melo on 8 Oktober 2011
at 8:41 pm
Umumnya prasasti ditulis dalam aksara/bahasa Jawa kuno, Sunda kuno, Bali kuno, dan Melayu kuno…pelajari dulu yang ini…untuk masa yang lebih muda ada aksara Batak, Lampung, Bugis, dsb…
Oleh: hurahura on 15 Oktober 2011
at 6:43 am
mohon ijin copy paste bang…makasih sebelumnya…
Oleh: kaka on 26 Februari 2012
at 4:48 pm
om, belajar huruf seperti ini berapa lama hingga mahir baca tulis ? thanks info-nya ya
Oleh: ankara9murka on 29 Maret 2012
at 1:28 pm
yang masih saya bingung kalau tulisannya menggunakan tulisan aksara bahasa yang dipakai zaman dulu itu bahasa daerah atau bahasa indonesia ? tolong pencerahannya
makasih.
Oleh: ankara9murka on 29 Maret 2012
at 1:31 pm
Belajar aksara kuno tergantung kita sendiri, masalahnya ada bbrp hal yang perlu dipahami, dan yang penting penafsiran. Skrg bahasa kuno sudah termasuk bahasa mati (tidak digunakan lagi). Aksara kita umumnya pengaruh India, misalnya bahasa Sansekerta yang menurun pada Jawa kuno.
Oleh: hurahura on 30 Maret 2012
at 6:21 am
apakah benar aksara kita di pengaruhi India, bukannya kita ini dulu adalah satu kesatuan hingga Madagaskar? Jika memang Aksara kita adalah pengaruh India, apakah sebelumnya kita punya aksara yang murni dari Melayu atau Jawa itu sendiri? waah… sepertinya rumit ya? dan memang kita dituntut harus benar benar menggali sejarah asal usul bangsa kita untuk mengetahuinya….
Oleh: Andy (@Red_Zapatista) on 3 Mei 2012
at 4:36 am
apakah benar aksara kita di pengaruhi India, bukannya kita ini dulu adalah satu kesatuan hingga Madagaskar? Jika memang Aksara kita adalah pengaruh India, apakah sebelumnya kita punya aksara yang murni dari Melayu atau Jawa itu sendiri? waah… sepertinya rumit ya? dan memang kita dituntut harus benar benar menggali sejarah asal usul bangsa kita untuk mengetahuinya….
Oleh: Andy (@Red_Zapatista) on 3 Mei 2012
at 4:37 am
wah manfaat bgt nih..,jadi makin suka ama budaya nusantara.., mas sya bngung buat bikin kata “ker” atau “per” misalnya “pergi”.
nah untuk per nya itu apakah huruf pa di kasih “pepet” lalu ditambah lagi “layar”..? atau huruf pa di tambah “pepet” dan huruf ra yang di tambah “paten”..? mohon bantuannya mas.., terima kasih sebelumnya..,
Oleh: zodio on 16 Juli 2012
at 11:20 am
Saya sedang minta komentar dari ahli epigrafi
Oleh: hurahura on 16 Juli 2012
at 5:37 pm