Oleh: hurahura | 31 Juli 2013

SITUS BERSEJARAH: Situs Kerajaan Singasari Jarang Diteliti

Kompas, Rabu, 31 Juli 2013 – Penelitian arkeologi untuk mengungkap kekayaan budaya pada masa Kerajaan Singasari di Kabupaten/Kota Malang, Jawa Timur, masih sangat minim. Hingga sekarang belum banyak temuan baru terkait Singasari. Penelitian di Jawa Timur lebih banyak terfokus pada situs-situs Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Minimnya penelitian menyebabkan masih banyak data tentang Singasari yang belum terungkap.

”Kami khawatir data arkeologis yang ada hilang sebelum sempat diteliti,” kata arkeolog Lutfi Fauzi, Senin (29/7). Ahli arkeologi dari Universitas Indonesia yang tinggal di Malang ini meneliti Singasari sejak 2000.

Selain meneliti sendiri, ia juga meneliti bersama tim dari Pusat Arkeologi Nasional tahun 2009. Temuan terakhir mereka adalah struktur bangunan permukiman elite masa Singasari. Sejak itu belum ada penelitian lagi.

Singasari adalah sebuah kerajaan yang berkuasa di Jawa Timur tahun 1222-1292 Masehi sebelum Majapahit. Keunikan Singasari adalah kerajaan yang mengembangkan agama dan kebudayaan Siwa-Buddha. Kebudayaan tersebut merupakan sinkretisasi dari pengaruh agama Buddha dengan kebudayaan lokal setempat yang disebut Siwa-Buddha.

Corak kebudayaan Siwa-Buddha ini bisa dilihat dari bangunan Candi Jago di Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. ”Bangunan candi disusun dengan konsep punden berundak,” kata Surjadi, juru pelihara Candi Jago.

Kebudayaan Siwa-Buddha ini juga memiliki gaya arca yang berbeda dari candi Hindu-Buddha lainnya. Arca-arca peninggalan Singasari memiliki gaya pahatan yang lebih detail dan halus.

Bentuk arcanya juga besar-besar dan tampak seram karena pada masa itu mereka menganut Buddha Tantrayana. Salah satu arca besar masa Singasari adalah Dwarapala, yaitu arca penjaga gerbang setinggi 3,7 meter.

Arkeolog spesialis Hindu-Buddha dari Pusarnas, Bambang Budi Utomo, mengatakan, gaya arca Tantrayana jarang ditemukan di Pulau Jawa. Kebudayaan Tantrayana baru ada lagi di situs Padang Lawas di Sumatera Utara.

Di Malang terdapat 22 situs yang sebagian besar merupakan peninggalan Kerajaan Singasari. Situs tersebut umumnya berupa bangunan candi dan petirtaan. (IND)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori