Oleh: hurahura | 6 April 2011

Cagar Budaya: Izin Batu Bara Ditutup jika Cemari Situs

KOMPAS – Rabu, 30 Maret 2011 – Gubernur Jambi Hasan Basri Agus menyatakan akan mencabut izin usaha penimbunan batu bara dalam zona inti situs purbakala Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi. Hal itu dilakukan apabila pihaknya memastikan bahwa aktivitas tersebut telah merusak situs.

“Kami akan lihat seberapa jauh limbah perusahaan ini telah merusak situs,” ujar Hasan Basri Agus, di Jambi, Selasa (29/3).

Menurut Hasan, pemberian izin industri dalam kawasan cagar budaya harus ketat, tidak boleh ada aktivitas industri yang bersifat mencemari atau merusak situs. Adapun perusahaan yang telah lama beroperasi di sana wajib mengamankan candi ataupun menapo (tumpukan bata berstruktur candi) di wilayah perusahaan tersebut beroperasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, penimbunan batu bara oleh PT Bina Borneo Inti, PT Tegas Guna Mandiri (TGM), serta pabrik pengolahan sawit PT Sinar Alam Permai, berada dalam zona inti Situs Muaro Jambi yang ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya. Terdapat sejumlah candi dan menapo di sana, antara lain Menapo Pelayangan I dan II, Menapo China, serta banyak keramik dan guci dari China.

Saat ini, Menapo China di kawasan operasional PT TGM di Desa Kemingking, Kecamatan Taman Rajo, terancam limbah cair berwarna hitam pekat dari penimbunan batu bara, yang berjarak hanya 30 meter. Limbah batu bara bercampur dengan genangan air hujan di kanal yang mengelilingi menapo akan mempercepat pengeroposan bata-bata kuno di menapo tersebut.

Hasan mengaku belum mengetahui kondisi tersebut. Oleh karena itu, dia akan mengecek kawasan tersebut untuk mengetahui bagaimana pencemaran itu terjadi.


Belum tahu

Ketua Asosiasi Pengusaha Batu Bara Provinsi Jambi Daniel Chandra mengatakan akan menegur pengusaha yang aktivitas industrinya merusak Situs Muaro Jambi. Daniel mengakui selama ini mungkin banyak pengusaha belum mengetahui bahwa dalam kawasan tersebut terdapat temuan purbakala. Oleh karena itu, pihaknya akan segera bertemu dengan instansi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi untuk mengetahui titik-titik candi dan menapo.

“Kalau para pengusaha sudah mengetahui di mana saja posisi candi dan menapo, mereka wajib mengamankannya,” ujar Daniel.

Situs Muaro Jambi seluas 2.612 hektar terletak di Kabupaten Muaro Jambi. Situs ini merupakan pusat pendidikan dan permukiman biarawan Buddha yang telah mendunia sejak abad VII hingga XIV.

Atas kemasyhuran sejarahnya, Pemerintah Indonesia mengajukan Situs Muaro Jambi sebagai warisan budaya dunia kepada UNESCO. Situs ini telah masuk daftar tentatif warisan budaya dunia pada urutan ke 5.465 pada tahun lalu.

Meskipun berada di urutan bawah, bukan tidak mungkin urutan untuk Situs Muaro Jambi dapat cepat naik apabila didukung dan dirawat oleh seluruh pihak di sekitar situs ini berada.(ITA)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: