Oleh: hurahura | 5 Juni 2016

Candi Dermo Dipugar

Dermo-03Hiasan suluran pada Candi Dermo

Candi Dermo terletak di Dusun Dermo, Desa Candi Negara, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Berjarak kurang lebih 12 kilometer arah barat kota Sidoarjo. Candi ini terletak pada permukiman padat penduduk. Oleh karena pada halaman rumah penduduk sekitar ditanami pohon mangga, maka jalan desa Candi Dermo sulit diketahui penggunjung.

Candi Dermo merupakan salah satu situs masa Hindu-Buddha dan diidentifikasi sebagai sebuah gapura paduraksa. Candi ini memiliki panjang 9 meter, lebar 7,7 meter, tinggi 13,5 meter, dan menghadap ke barat. Bahan dasar pembuatan candi adalah batu bata.

Ekskavasi pernah dilakukan di kanan kiri candi. Ketika itu ditemukan struktur sayap. Ragam hias Candi Dermo yang masih bisa terlihat jelas adalah hiasan wajik pada kaki candi serta relief sulur-suluran pada badan dan atap candi. Halaman sisi barat candi juga pernah diekskavasi. Temuannya berupa susunan batu bata yang dipasang di halaman candi dan tersusun secara diagonal. Saat ini susunan batu bata ditutup karena bila dibuka akan mengakibatkan kerusakan pada batu bata tersebut. Bukan hanya itu. Menurut Bu Endang Kristina, arkeolog BPCB Jawa Timur, tim pemugaran Candi Dermo juga menemukan peripih di sekitaran kaki candi.


Paduraksa

Candi Dermo bukan merupakan candi pemujaan, melainkan gapura beratap atau sering disebut gapura paduraksa. Bangunan sejenis pada tradisi Bali sekarang disebut kori agung.Candi Dermo berfungsi sebagai pintu gerbang menuju bangunan suci tempat pemujaan. Hal itu diperkuat dengan temuan yoni di sekitaran candi dan adanya blok-blok batu andesit penyusun candi. Sekarang batu andesit ini digunakan sebagai alas untuk wudhu di sebuah mushola. Tidak jauh dari Candi Dermo terdapat beberapa buah umpak yang ditemukan di pekarangan warga. Dulu umpak ini digunakan sebagai penyangga kandang ayam.

Dermo-02

Pemugaran Candi Dermo oleh BPCB Jawa Timur

Di sekitar Candi Dermo terdapat dua buah relief kala yang distilir. Relief pertama memiliki tinggi 53 cm, lebar 92 cm, dan tebal 43 cm, sementara relief kedua memiliki tinggi 39 cm, lebar 43, dan tebal 35 cm. Relief lain berupa Garuda yang tinggal bagian bahu dengan kepala dan sebagian ujung-ujung sayap. Di atas kepala Garuda terdapat kendi amerta.

Ada lagi relief manusia bersayap berujud setengah badan. Keadaan muka hancur, buah dada menonjol, sikap tangan ditekuk di bawah dada dengan membawa kuncup padma, serta pada bagian telinga terdapat hiasan berupa anting anting.


Majapahit

Berdasarkan bahan dan struktur bangunan, kuat dugaan Candi Dermo dibangun pada masa kerajaan Majapahit. Akan tetapi tidak ada prasasti yang ditemukan di sekitar candi, sehingga tidak diketahui dengan pasti kapan pembangunan candi tersebut. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat setempat, candi tersebut didirikan masa Raja Rajasanaga. Konon, candi tersebut dibangun atas perintah Adipati Terong, salah satu pejabat tinggi di masa Majapahit.

Dermo-04Temuan dari sekitar Candi Dermo

Pemugaran Candi Dermo pernah dilakukan di zaman penjajahan Belanda pada 1905-1913 dan 1914-1915. Pemugaran tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur bangunan yang dikhawatirkan runtuh. Hal ini terlihat dari pembangunan struktur batu bata yang disusun tegak seperti pilar. Amat disayangkan, pemugaran tersebut merusak arsitektur Candi Dermo. Ini karena materi yang digunakan sebagai pelekat batu bata mengunakan bahan semen.

Pada awal 2015 BPCB Jawa Timur melakukan pemugaran Candi Dermo. Menurut Pak Suyono, juru gambar BPCB Jawa Timur, pemugaran melalui beberapa tahap. Tahap pertama awal tahun 2015 sampai November, BPCB melakukan pemugaran pada kaki candi. Tahap kedua dimulai pada Mei 2016 akan melakukan pemugaran bagian tubuh candi.

Laporan dan Foto: Soleh Hoetama


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori