Oleh: hurahura | 25 April 2015

Misteri Kerang Berukir Diteliti

BudiantoPeneliti Balai Arkeologi Makassar, Budianto Hakim, menunjukkan gigi geraham yang diduga milik manusia purba dari ras Austromelanesoid, di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (24/4). Gigi tersebut ditemukan bersama tengkorak oleh tim peneliti dari Balai Arkeologi Makassar dalam penggalian di goa karst Bala Metti, Desa Pattuku, Kecamatan Bontocani, Bone, Sulawesi Selatan, pada 13-23 April 2015.

KOMPAS/MOHAMAD FINAL DAENG

Pusat Arkeologi Nasional bersama Universitas Leiden, Belanda, berencana meneliti kembali misteri kerang berukir yang ditemukan Eugene Dubois pada 1908 di Trinil, Jawa Timur. Dari 166 kerang yang ditemukan, terdapat satu kerang unik bermotif ukiran geometris berbentuk zig-zag.

Peneliti Balai Arkeologi Makassar, Budianto Hakim, menunjukkan gigi geraham yang diduga milik manusia purba dari ras Austromelanesoid, di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (24/4). Gigi tersebut ditemukan bersama tengkorak oleh tim peneliti dari Balai Arkeologi Makassar dalam penggalian di goa karst Bala Metti, Desa Pattuku, Kecamatan Bontocani, Bone, Sulawesi Selatan, pada 13-23 April 2015.

Dubois memang menemukan kerang-kerang tersebut lebih dari seabad lalu. Namun, keberadaan motif ukiran pada salah satu kerang baru terdeteksi pada 2007 oleh Stephen Munro, peneliti dari Australian National University.

“Setelah memotret detail semua koleksi Dubois di Naturalis Museum, Leiden, Munro berhasil menemukan satu kerang khusus dengan guratan-guratan simbolik di permukaannya,” kata peneliti Universitas Leiden, Josephine CA Joordens, Jumat (24/4), di Pusat Arkeologi Nasional (Arkenas), Jakarta.

Dari hasil penanggalan sedimen yang ditemukan di dalam kerang tersebut, ukiran itu diperkirakan dibuat 430.000-540.000 tahun lalu. Kerang berukir tersebut berada pada satu lapisan, tempat Dubois menemukan fosil Pithecanthropus erectus di Trinil.

“Goresan di permukaan kerang terlihat teratur. Dugaan kami, selain memakan isi kerang, manusia purba di Trinil juga memanfaatkan kerang untuk beraktivitas,” ujar Jose.

Peneliti Universitas Leiden, Wil Roebroeks, mengatakan, motif geometris serupa ditemukan di beberapa tempat lain, seperti penemuan oker bermotif di Goa Blombos, Afrika Selatan, serta gambar dinding batu di Goa Harimau, Sumatera Selatan, yang justru dibuat oleh Homo sapiens, bukan Pithecanthropus erectus seperti di Trinil. “Motifnya hampir sama meski dibuat pada periode masa berbeda,” katanya.

Untuk mengungkap misteri ukiran kerang di Situs Trinil, Jose bersama Roebroeks akan melakukan ekskavasi pada musim kemarau mendatang. Pada musim kemarau, permukaan air Sungai Bengawan Solo surut sehingga titik lokasi situs yang akan diekskavasi tidak terendam air.

Menurut Jose, penggalian menurut rencana mencapai kedalaman 10-12 meter, tepat di tempat Dubois dulu menemukan Pithecanthropus erectus pada 1891. Dia berharap bisa menemukan fosil-fosil baru untuk mengungkap misteri ukiran zig-zag di atas kerang serta kisah lebih luas tentang manusia purba di Trinil.


Penelitian Liang Bua

Tahun depan, Arkenas bersama Universitas Wollongong, Australia, juga akan melanjutkan penelitian Homo floresiensis atau manusia Liang Bua di Flores, Nusa Tenggara Timur. Guna menelusuri sejarah situs peninggalan masa pleistosen hingga holosen tersebut peneliti Universitas Wollongong, Richard Fullagar, bersama arkeolog Arkenas meneliti jejak pakai dan residu artefak Liang Bua.

Liang Bua memiliki peninggalan yang kompleks, mulai dari 14 kubur manusia bersama bekal kubur periuk dan beliung persegi di lapisan holosen, abu vulkanik di antara lapisan holosen dan pleistosen, serta tulang dan tengkorak manusia di lapisan pleistosen di kedalaman 5,9 meter. “Dengan penelusuran jejak pakai dan residu di permukaan artefak, diharapkan terungkap sejarah Liang Bua secara terang benderang,” ujar Thomas Sutikna, arkeolog Arkenas. (ABK)

(Sumber: Kompas, Sabtu, 25 April 2015)

Iklan

Responses

  1. penasaran ama liang bua jadinya

  2. sayang sumber berita tidak ada gambarnya,padahal itu penting..terimakasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: