Oleh: hurahura | 11 Juni 2012

Kalender Maya yang Tertua Lampaui Tahun 2012

Kolektor barang-barang kuno Angelyn Bass membersihkan dan menstabilkan permukaan dinding sebuah rumah Maya yang tertanggal abad ke-9 Masehi. Gambar dari seorang laki-laki yang mungkin sebagai juru tulis kota tampak pada dinding di sebelah kirinya. Penelitian ini didukung oleh National Geographic Society. (TYRONE TURNER/NATIONAL GEOGRAPHIC)

epochtimes.co.id, Sabtu, 26 Mei 2012 – Hieroglyph (model gambar dari sebuah obyek yang mewakili kata, suku kata, atau suara pada zaman Mesir kuno, atau sistem penulisan lain yang tertentu) abad ke-9 yang dilukis oleh seorang juru tulis suku Maya di Guatemala mencatat siklus bulan dan mungkin planet, membentuk kalender Maya yang dikenal paling tua.

Kota Xultún ditemukan hampir seabad yang lalu di dalam hutan tropis yang terpencil di wilayah Petén yang mencakup 12 mil persegi. Wilayah itu pernah menjadi kampung halaman bagi ribuan orang, dan monumen di sana dibangun mulai dari abad pertama SM. Di antara ribuan lebih hanya 56 struktur yang telah dihitung dan dipetakan.

Dipimpin oleh William Saturno dari Universitas Boston, sebuah tim arkeolog kini telah menggali ruang penyimpanan kalender, yang tampaknya menjadi bagian dari sebuah rumah. Ini adalah pertama kalinya lukisan Maya ditemukan pada dinding rumah.

Meskipun rusak oleh para penjarah, banyak glyph (simbol huruf, lambang, pahatan mesir kuno) merah dan hitam, dan berbagai figur manusia terlihat pada tiga dinding yang utuh. Perhitungan pada dinding timur mengacu pada siklus bulan, sedangkan perhitungan yang lebih tidak jelas pada dinding utara mungkin berkaitan dengan planet Mars, Merkurius, atau Venus.

Menurut para peneliti, kalender suku Maya bertujuan untuk memadankan ritual sakral dengan peristiwa astronomi.

“Untuk pertama kalinya kami dapat melihat catatan apa yang mungkin disimpan oleh juru tulis, yang bertugas sebagai penyimpan catatan komunitas Maya,” kata Saturno dalam siaran pers.

“Penemuan ini sangat mengejutkan layaknya ‘Teori Big Bang’ yang sering ditayangkan di TV, maupun soal matematika yang aneh, karena mereka melukiskan ramalannya di dinding,” tambahnya. “Tampaknya mereka menggunakannya seperti papan tulis.”

Namun, di situ tidak mengindikasikan bahwa dunia kita akan berakhir pada 2012, melainkan ia akan benar-benar memasuki sebuah siklus yang lain.

“Itu seperti odometer mobil, dengan kalender Maya bergulir dari 120.000 menjadi 130.000,” kata rekan penulis studi, Anthony Aveni di Universitas Colgate dalam rilisnya. “Seperti halnya mobil yang menjadi selangkah lebih dekat ke tempat barang rongsokan ketika angkanya kembali ke nol semua. Kalender Maya juga hanya akan memulainya kembali.”

Perhitungan merah dan hitam pada salah satu dinding tampaknya mewakili berbagai siklus kalender, berkisar mulai dari kalender seremonial 260 hari sampai siklus Mars 780 hari.

“Terdapat glyph kecil di seluruh dinding, batang, dan titik yang mewakili kolom nomor,” kata penafsir kode, David Stuart dari Universitas Texas-Austin dalam rilisnya.

“Itu adalah semacam sesuatu yang hanya muncul di satu tempat, Dresden Codex, yang telah ditulis oleh suku Maya berabad-abad sebelumnya,” lanjutnya. “Namun kami belum pernah melihat yang seperti itu.”

Naskah Kuno Maya berupa buku ditulis pada kertas kulit kayu beberapa abad sebelum Christopher Columbus mendarat pada 1492.

Ketika seseorang memasuki ruangan, dinding utara yang ada di depan, menampilkan seorang raja yang tengah duduk dengan dihiasi bulu biru. Seorang pria lain yang sedang membawa sebuah pena dilukis dengan warna jingga terang, yang mengindikasikannya sebagai juru tulis penduduk, yang mungkin juga merupakan seorang putra raja atau adiknya.

“Potret sang raja menyiratkan hubungan antara siapa saja yang pernah tinggal di dalam ruangan ini dan mengenai keluarga kerajaan,” jelas Saturno.

Empat nomor panjang pada dinding ini menunjukkan sepertiga dari satu juta sampai 2,5 juta hari, terentang sekitar 7.000 tahun ke depan. Angka-angka ini tampaknya menggabungkan semua siklus astronomi penting bagi Maya, seperti Mars, Venus, dan gerhana bulan. Sepertinya tabulasi dari semua siklus ini belum pernah ditemukan sebelumnya.

“Hal yang paling menarik yaitu kami mengetahui bahwa suku Maya membuat perhitungan ratusan tahun seperti itu dengan dicatat di media dinding, sebelum mereka memindahkannya ke dalam naskah kuno,” kata Aveni.

“Suku Maya kuno memprediksikan dunia akan berlanjut 7.000 tahun dari sekarang, segala sesuatunya akan terjadi tepat seperti ini,” kata Saturno.

“Kami terus mencari sampai ke ujung. Suku Maya meyakinkan bahwa tidak akan ada perubahan,” simpulnya. “Itu adalah pola pikir yang sama sekali berbeda.”

Temuan ini dipublikasikan di Science pada 11 Mei dan akan dibahas dalam majalah National Gographic edisi Juni. (Belinda McCallum / The Epoch Times / pls)

Iklan

Responses

  1. Artikel menarik Mas El Condor. Sangat menambah wawasan. Arkeologi adalah salah satu topik yang saya sukai. salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori