Oleh: hurahura | 18 Juni 2010

Lima Kajian untuk Candi Borobudur

Balai Konservasi Peninggalan Borobudur bekerja sama dengan beberapa peneliti dari sejumlah universitas di Yogyakarta sedang melakukan lima jenis kajian terhadap Candi Borobudur. Hal ini dilakukan sebagai persiapan penataan kawasan Candi Borobudur sebagai kawasan strategis nasional.

Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur Marsis Sutopo mengatakan, lima bidang kajian yang dilaksanakan sejak akhir 2009 itu ditargetkan selesai pada Oktober mendatang. ”Hasil akhir kajian nantinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk menyusun manajemen pengelolaan terpadu kawasan Candi Borobudur sebagai kawasan strategis nasional (KSN),” ujar Marsis, Kamis (18/6) di Magelang, Jawa Tengah.

Manajemen pengelolaan terpadu yang dimaksudkan adalah pengelolaan terpadu yang melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan masyarakat.

KSN adalah kawasan khusus yang akan ditata dengan tetap mempertahankan karakter pedesaan dan nilai-nilai historis di dalamnya. Kawasan Candi Borobudur sendiri menjadi KSN berbasis kebudayaan yang menonjolkan nilai budaya asli di lingkungan setempat.

Peneliti yang dilibatkan dalam kajian tersebut antara lain berasal dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata API Yogyakarta.

Lima bidang kajian yang sedang dilakukan adalah kajian tentang ekosistem, kajian tentang potensi budaya, kajian tentang potensi pengembangan wisata alternatif, kajian tentang potensi peran serta masyarakat, serta kajian studi kelayakan organisasi yang ada di sekitar candi, seperti Balai Konservasi Peninggalan Borobudur serta kelompok pedagang dan pemandu wisata.

Lima bidang kajian itu, menurut Marsis, akan dilaksanakan di areal seluas 1.176 hektar, meliputi enam desa dan satu kelurahan, mulai dari pertigaan Palbapang hingga Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur.

Selain Candi Borobudur, Candi Mendut dan Candi Pawon juga masuk dalam KSN.


Berpotensi dikembangkan

Dari hasil kajian sementara, kata Marsis, didapatkan data bahwa masyarakat di sekitar Candi Borobudur memiliki budaya tradisional yang berpotensi dikembangkan menjadi wisata alternatif.

Dari kajian ekosistem, ditemukan bahwa di sekitar candi terdapat sisa-sisa danau purba yang juga menarik dikembangkan menjadi obyek wisata.

Selain kajian di atas, saat ini Pemerintah Kabupaten Magelang juga mulai bersiap melakukan penataan kawasan sekitar Candi Borobudur.

Menurut Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten Magelang Hamam Komari, upaya ini dilakukan dengan menghentikan kegiatan pembangunan fisik di kawasan Candi Borobudur untuk sementara waktu sampai dikeluarkannya peraturan presiden tentang penataan KSN. (EGI)

(Kompas, Jumat, 18 Juni 2010)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori