Oleh: hurahura | 6 Desember 2013

Pameran, Workshop, dan Talk Show “Kisah Negeri 1001 Candi”

Sebagai tindak lanjut dari penerbitan buku Candi-candi di Indonesia, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman menyelenggarakan pameran “Kisah Negeri 1001 Candi” di Lotte Shopping Avenue (Mal Ciputra World), Jalan Prof. Dr. Satrio, 2-8 Desember 2013. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari upaya pelestarian cagar budaya, khususnya yang terkait dengan candi.

Untuk memeriahkan pameran, diselenggarakan beberapa kegiatan pendukung, yakni talk show, workshop membatik, workshop wayang kardus, workshop sketsa, dan perlombaan mewarnai untuk anak-anak. Keseluruhan rangkaian kegiatan ini bermaksud untuk membangun apresiasi masyarakat dari berbagai bidang ilmu dan berbagai usia.

Melalui pameran ini diharapkan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kemampuannya dalam upaya pelestarian warisan budaya di Indonesia. Warisan budaya candi bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga milik seluruh bangsa Indonesia. Untuk itu diperlukan upaya bersama untuk mempertahankan kelestarian candi di seluruh Indonesia.


Bentuk dan Ukuran

Bentuk dan ukuran candi di Indonesia sangat beragam. Ada yang merupakan kompleks dengan banyak candi, seperti Candi Prambanan, Candi Sewu, dan Candi Panataran. Banyak candi yang merupakan kompleks, namun lokasinya tersebar di bukit atau gunung, seperti Candi Dieng, Candi Gedong Songo, dan Candi di Lereng Gunung Penanggungan.

Keadaan candi juga beragam, mulai dari yang utuh sampai dengan yang hanya tinggal pondasi. Hingga sekarang dipastikan masih banyak candi terpendam di dalam tanah.

Candi-candi tersebut tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Di Pulau Jawa terdapat Komplek Percandian Batu Jaya, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Ijo, Candi Lumbung, Candi Sewu, Candi Jago, Candi Kidal, Candi Panataran, dan lainnya. Di Pulau Sumatera ada Candi Muara Takus, Candi Bahal, dan Candi Muara Jambi. Di Pulau Bali terdapat Candi Gunung Kawi. Karena begitu banyaknya candi yang tersebar, maka Indonesia dapat disebut sebagai “Negeri 1001 Candi”.

Nilai penting yang mendasari pelestarian Cagar Budaya tidak dapat hanya dilihat melalui keindahan bangunan-bangunan candi, melainkan perannya dalam membentuk kebudayaan masyarakat hingga saat ini, bahkan pada masa mendatang. Candi juga menyimpan nilai-nilai luhur di balik keindahan arsitekturalnya. Sebagai contoh melalui pahatan relief di dinding candi yang mengandung cerita, terkandung nilai-nilai kemanusiaan yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai inilah yang perlu kita manfaatkan untuk membentuk jati diri sebagai bangsa yang besar.


Galeri Foto:

KisahJadwal acara

Lotte-07Menarik untuk berpose

Lotte-09Cara membuat relief candi

Lotte-01Talk Show tentang candi bersama Hariani Santiko, Junus Satrio, Harry Widianto, dan Feri Latief dengan moderator Dik Doang

Lotte-08Salah satu materi pameran

Iklan

Responses

  1. […] Pameran, Workshop, dan Talk Show “Kisah Negeri 1001 Candi” […]

  2. Candi memang merupakan lambang bahwa sebelumnya memang ada sejarah yang dibalik sejarah itu menyimpan berbagai macam etnik dan kebudayaan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: