Oleh: hurahura | 31 Juli 2012

Situs Machu Pichu Terancam Punah

Situs Machu Picchu telah ditetapkan sebagai salah 1 dari 7 keajaiban dunia oleh UNESCO; bersamaan itu tercatat sebagai penyandang gelar ganda Warisan Dunia Budaya dan Alam; terlebih lagi tercantum “URGENT” pada Daftar Perlindungan. (AFP/GETTY IMAGES)

epochtimes.co.id, Minggu, 29 Juli 2012 – UNESCO menerbitkan Daftar Aset Berharga dari Satwa Langka, Geografi dan Budaya, selain menyerukan warga dunia dan berbagai negara untuk menaruh perhatian dan perlindungan, juga melalui berbagai negara untuk memperkuat perundang-undangan, memperluas kebijakan perlindungan dan langkah-langkah untuk melarang dan membatasi vandalisme atau tindakan perburuan.

Situs wisata terkenal Budget Travel (pariwisata murah) mengacu pada daftar situs yang terancam punah, menyusun daftar 10 Lokasi Paling Berharga di Dunia, dimana sebagian besar adalah tempat wisata yang paling terkenal di dunia, pemandangan alam atau reruntuhan peradaban kuno, tetapi akhir-akhir ini karena faktor perubahan alam yang terjadi atau faktor penghancuran akibat ulah manusia, yang mungkin saja sedang lenyap sedikit demi sedikit dari tangan umat manusia zaman sekarang.

Sebagai salah satu penghuni dunia yang tanpa batas ini, kita seharusnya juga merupakan insan yang mau peduli dan menyayangi sumber daya bumi. Mungkin setelah kita membaca habis 10 lokasi berharga yang paling terancam dan yang mungkin akan menghilang dari bumi ini, seharusnya kita semakin jauh merefleksikan tanggung jawab kita, bagaimana agar 10 Lokasi Paling Berharga di Dunia ini tidak menghilang dari tangan kita.


Situs Peradaban Kuno Inca, Machu Picchu, Peru

Situs Machu Picchu telah ditetapkan sebagai salah 1 dari 7 keajaiban dunia oleh UNESCO. bersamaan itu tercatat sebagai penyandang gelar ganda Warisan Dunia Budaya dan Alam, terlebih lagi tercantum “Darurat!” di dalam daftar perlindungannya. Ini berarti, peradaban kuno Inca sangat mungkin menghadapi ancaman lenyap, benar-benar telah berada di dalam situasi mendesak. Faktor ancaman terbesar yang mungkin melenyapkan situs Machu Picchu, adalah para wisatawan yang setiap tahun lebih dari 500.000 orang berdatangan dari seluruh dunia ke Machu Picchu dan saling berebut mendaki untuk menikmati panorama situs puncak bukit tersebut.

Reruntuhan Machu Picchu merupakan objek wisata di Peru yang paling menarik perhatian dunia dan yang paling ingin dilihat sekali dalam seumur hidup. Seratus tahun yang lalu, Hiram Bingham, dosen sejarah dari Yale University, pada 1911 masuk ke wilayah Pegunungan Machu Picchu, setelah melakukan ekspedisi arkeologi dibawah panduan penduduk setempat ia memasuki area situs, kemudian menerbitkan sebuah laporan arkeologi yang berjudul The Lost Inca City (Kota Inca yang Hilang).

Mulai saat itu, cadar misteri reruntuhan Machu Picchu telah terungkap di dunia Barat. Setiap tahun menyedot wisatawan dari seluruh dunia mengunjungi situs peradaban Inca yang paling makmur dari abad ke-15 tersebut.

Tahun lalu sejak Hiram Bingham memublikasikan reruntuhan Machu Picchu yang memasuki tahun peringatan 1 abad, itu sebabnya di tahun 2011 pengunjungnya telah melebihi satu juta orang, meningkat 30% dibandingkan dengan pengunjung tahun sebelumnya.

Demi dapat mengatasi masuknya arus turis dalam jumlah besar dan peluang bisnis situs Machu Picchu, Peru mengadakan proyek pembangunan besar-besaran di dekat situs, mendirikan hotel-hotel wisata dan fasilitas lainnya yang cukup melayani sejumlah besar wisatawan. Setelah tanah di sekitar situs mengalami reklamasi dan pembangunan yang berlebihan, telah merapuhkan kualitas topografi lokal, menyebabkan tepian sungai secara bertahap menggerus daratan dan badan gunung mengalami kelongsoran dan bahkan terkadang mengalami kebakaran hutan akibat ulah manusia. Ancaman-ancaman yang mematikan seperti ini terus mendesak situs Machu Picchu menuju kehancuran total.

Meskipun penghancuran reruntuhan Machu Picchu karena masuknya wisatawan yang berlebihan, tetapi ironisnya pariwisata merupakan sumber pendapatan terbesar bagi Peru, sedangkan 90% dari pendapatan pariwisata berasal dari situs Machu Picchu, industri pariwisata di sini cukup untuk mendukung mata pencaharian dari 170.005.000 penduduk lokal.

Reruntuhan Machu Picchu ketika pada 2010 mengalami invasi hujan lebat yang mengakibatkan longsor dan bencana banjir bandang yang parah, pihak berwenang memutuskan untuk menutup sementara situs ini selama dua bulan. Dalam 2 bulan tersebut pendapatan ekonomi mengalami kerugian sebesar $AS 200 juta (Rp 1,9 triliun).

Jika Machu Picchu yang berasal dari Pachacuti, penguasa Dinasti Inca, yang didirikan di kota batu pengungsian pada 1450 M di pegunungan Andes benar-benar runtuh, maka tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi saja, tetapi ia yang mewakili sejarah gemilang dan makna mendalam dari peradaban Inca kuno akan selamanya hilang dari muka bumi ini.

Tempat ini adalah tanah suci penelitian kebudayaan Inca yang didambakan oleh banyak arkeolog dunia. Kebijaksanaan peradaban kuno dari makam kuno, perencanaan jalan dan serangkaian desain sawah terasiring di dalam situs kota batu tersebut, masih saja merupakan petunjuk dari peradaban Inca yang tak habis-habisnya digali, menunggu para arkeolog secara terus menerus menelusuri dan menemukannya. (Huang Kaixi/The Epoch Times/hui)

Iklan

Responses

  1. […] source : hurahura […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori