Oleh: hurahura | 28 September 2012

Kanal-kanal Air Majapahit Diteliti-Tim PATI II Libatkan Masyarakat

seputar-indonesia.com, Minggu, 23 September 2012 – Upaya mengungkap sejarah kebesaran Kerajaan Majapahit yang berpusat di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto terus dilakukan para arkeolog Indonesia.

Setelah penelitian sebelumnya para arkeolog ini menguak jantung kerajaan,kini Penelitian Arkeologi Terpadu Indonesia (PATI) jilid II berupaya mencermati sistem percandian dan saluran air. Seperti PATI jilid satu sebelumnya, penelitian kali ini dilakukan oleh dosen empat universitas negeri dan mahasiswanya. Empat kampus itu diantaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Udayana dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Yang berbeda, para peneliti ini juga melibatkan sejumlah siswa SMK di Trowulan. Pusat Informasi Majapahit (PIM),Candi Kedaton dan Lantai Segi Enam menjadi obyek penelitian, seperti penelitian PATI sebelumnya tahun 2008 silam.Selain itu,penelitian juga dilakukan di Candi Nglinguk, yang memang sejauh ini belum pernah dilakukan ekskavasi (penggalian) oleh arkeolog. Ketua Tim PATI 2 Irmawati Johan mengatakan, penelitian kali untuk mengungkap sistem pengairan dan percandian masa Kerajaan Majapahit.

Hasil survei permukaan dan ekskavasi hari kedua penelitian kemarin, tim mempertanyakan ulang kanal-kanal yang selama ini diasumsikan sebagai saluran air berukuran besar yang mengelilingi pusat kerajaan dan pemukiman warga. Fakta yang terungkap kata dia,di dalam kanal-kanal itu terdapatbangunan- bangunan.Tim, akan meneliti lebih lanjut soal ini.

Termasuk adanya saluran-saluran air dari sumber air suci di Sumur Upas,kawasan Candi Kedaton.” Airitu(airsuci) dialirkan ke mana saja,kita sedang meneliti lebih jauh,”ungkapnya. Sementara untuk ekskavasi di beberapa titik termasuk candi Nglinguk, ia berharap hasilnya nanti bisa memperkuat temuan sebelumnya. Sistem percandian di Majapahit terdapat tiga unsur. Selain candi,sumur dan juga tempat tinggal tokoh kerajaan.

”Dimulai tanggal 16 September, kami berharap tanggal 29 September semuanya sudah kelar,”tandasnya. Berbeda dengan PATI 1, penelitian kali ini melibatkan masyarakat.Untuk sementara, pihaknya hanya mengajak siswa SMK untuk ikut langsung dalam penelitian maupun ekskavasi. Upaya ini sengaja dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di sekitar wilayah kaya situs.”Agar mereka bisa ikut memiliki,” tandas dosen UI ini.

Manajer Ekskavasi Cecep Eka Permana mengatakan, di masing-masing obyek penelitian diterjunkan beberapa tim yang juga melakukan ekskavasi. Selain di Candi Nglinguk, belum banyak benda atau struktur bersejarah.”Untuk sistem percandian sendiri,kita fokus menggali di Candi Nglinguk,” terang Cecep. tritus julan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori