Oleh: hurahura | 26 April 2015

Mengapa Prasasti Kuno Banyak yang Hancur?

Batu-01Foto atas: Salah satu prasasti yang ditemukan di Trowulan, Mojokerto dalam keadaan terbelah. Foto bawah: Salah satu prasasti di Museum Nasional, Jakarta yang tidak lengkap kepingannya. (Djulianto Susantio)

SATUHARAPAN.COM/LIFE, Selasa, 31 Maret 2015 – Umumnya, prasasti berisi perintah raja dan dituliskan pada bahan yang awet dan tidak mudah hancur. Tujuannya adalah agar perintah itu tidak mudah hilang bersama berlalunya waktu. Prasasti umumnya dipandang sebagai tanda kebesaran dan kekuasaan seorang raja yang yang berisi perintah yang harus ditaati hingga akhir zaman. Selain itu, prasasti adalah penanda wilayah yang dikuasai dan merupakan dokumen kekuasaan. Prasasti banyak dikeluarkan pada abad ke-9 hingga ke-15 Masehi. Bahan yang digunakan kebanyakan adalah batu (gopala prasasti) dan logam (tamra prasasti).

Dibandingkan prasasti batu yang berukuran besar, prasasti logam dari tembaga berbentuk relatif lebih kecil sehingga mudah disimpan. Bahkan huruf-huruf yang dinukilkan tidak mudah rusak atau aus. Prasasti logam umumnya dipelihara dan dirawat dengan baik oleh ahli waris pemilik prasasti. Sehingga tidak heran banyak prasasti logam masih dalam keadaan relatif baik, jelas dan mudah terbaca ketika ditemukan.

Batu-02Hal sebaliknya pada prasasti batu yang hurufnya kurang jelas terbaca lagi saat ditemukan. Ironisnya, banyak prasasti batu yang terbelah menjadi beberapa bagian bahkan ada yang pecah berkeping-keping. Penyebab kerusakan diantaranya sengaja digodam oleh saat perang antar kerajaan di zamannya. Penyebab kerusakan lain adalah karena faktor alam meskipun sangat sedikit karena pada dasarnya prasasti dipahatkan pada batu yang sangat keras yang sulit hancur kecuali ada sesuatu yang luar biasa seperti letusan gunung berapi.


Kerusakan Aksara

Tempat-tempat temuan prasasti batu yang aksaranya aus, menurut tafsiran arkeolog Prof. Dr. Agus Aris Munandar adalah wilayah yang diperkirakan pernah menjadi area konflik atau perang. Ia mencontohkan, Lamongan dan Jombang bagian utara merupakan wilayah pertempuran Kerajaan Kahuripan dan Raja Airlangga-nya ketika harus menundukkan sejumlah kerajaan yang belum mengakui kekuasaannya.

Dan di masa silam, semua pembesar kerajaan yang kalah akan diasingkan, dipenjara bahkan dihukum mati kecuali segera menyatakan sumpah setia kepada penguasa baru. Tidak heran prasasti-prasasti batu yang dikeluarkan oleh raja sebelumnya yang kalah menjadi sasaran penghancuran oleh raja baru yang menang melalui peperangan untuk merebut kekuasaan.

Selain itu, biasanya dalam prasasti juga dicantumkan sejumlah kutukan (sapatha) dimana siapa yang berani melanggar perintah sang raja atau merusak batu prasasti tersebut. Untuk memusnahkan “kesaktian” kutukan, maka aksara pada permukaan prasasti harus lenyap semuanya. Jika demikian jadinya maka batu prasasti itu menjadi batu yang kosong tanpa aksara. Contoh yang terkenal adalah Prasasti Arca Camundi yang dikeluarkan oleh Raja Kertanagara dari Kerajaan Singhasari. Mungkin karena dipercaya begitu dahsyatnya kekuatan magis prasasti batu itu, maka perlu diremukkan berkeping-keping oleh pihak yang mengalahkan Kertanagara, yaitu Raja Jayakatwang dari Kerajaan Kediri. Dengan demikian dapat dipahami apabila sekarang banyak prasasti batu yang telah aus aksaranya.

Konflik dan perang memang tidak memiliki keuntungan apa-apa. Menang jadi arang, kalah jadi abu. Andaikan semua prasasti itu ada dan bisa terbaca, kita lebih bisa mempelajari kehidupan masyarakat di era lampau dengan lebih baik.

Penulis: Djulianto Susantio
*Penulis adalah pemerhati Sepurmu (Sejarah, Purbakala, dan Museum)

Editor : Sabar Subekti

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: