Oleh: hurahura | 15 Februari 2010

Museum, Etalase Ilmu Pengetahuan

Museum merupakan objek pendidikan sekaligus objek wisata. Museum bukan hanya terdapat di Jakarta, tetapi juga di kota-kota besar dan kecil di seluruh wilayah Indonesia. Ada museum yang gedungnya besar dan megah, ada pula yang kecil macam kamar tidur. Namun sebenarnya besar dan kecilnya museum tidak menjadi masalah.Yang penting museum mampu memberikan segudang informasi bagi kita, terutama para pelajar dan mahasiswa.


Definisi

Umumnya orang awam menganggap museum merupakan gedung atau gudang penyimpanan barang antik. Juga tempat memamerkan barang-barang antik itu. Namun sesungguhnya definisi museum amat luas, sebagaimana dikemukakan oleh Dewan Museum Internasional atau International Council of Museums (ICOM).

Menurut ICOM, yang disebut museum antara lain lembaga-lembaga konservasi, ruang pamer, atau galeri yang secara tetap diadakan oleh perpustakaan dan pusat kearsipan. Selain itu suaka alam, cagar alam, situs arkeologi, situs etnografi, berikut peninggalan arkeologi atau peninggalan bersejarah.

Kalau kebun binatang termasuk museum atau bukan? Menurut ICOM, kebun binatang juga termasuk ke dalam kategori museum. Begitu pula lembaga-lembaga yang memamerkan spesimen-spesimen hidup, seperti suaka margasatwa, kebun raya, taman anggrek, herbarium, akuarium, dan oseanorium.

Museum dalam wujudnya yang lain berupa planetarium dan observatorium. Keduanya adalah tempat untuk melihat benda-benda angkasa. Apapun namanya, museum pada prinsipnya memamerkan segala jenis benda mati dan benda hidup untuk kepentingan masyarakat. Nah, kamu tidak bingung lagi ‘kan kalau definisi museum begitu luas?


Tertutup dan Terbuka

Umumnya museum berupa sebuah gedung atau bangunan, sebagai tempat menyimpan dan memamerkan koleksi. Ini untuk melindungi seluruh koleksi dari pengaruh panas, hujan, dan yang paling penting dari gangguan tangan-tangan jahil manusia. Museum seperti ini diistilahkan museum tertutup.

Ada juga museum yang berada di luar ruangan. Namanya museum terbuka atau museum lapangan. Nama kerennya open air museum atau site museum. Koleksi dalam museum terbuka atau museum lapangan sangat besar, sehingga tidak bisa dipindahkan. Karena itu tetap dilestarikan di halaman, dalam wujud benda cagar budaya. Museum terbuka yang paling dikenal adalah Taman Wisata Candi Borobudur dan Taman Purbakala Nasional Banten Lama.


Jenis Koleksi

Menurut jenis koleksinya museum terbagi dua, yakni museum umum dan museum khusus. Museum umum adalah museum yang koleksinya terdiri atas berbagai jenis objek ilmu pengetahuan dan kesenian. Contoh museum umum adalah Museum Nasional yang koleksinya terdiri atas benda-benda prasejarah, arkeologi, relik sejarah, etnografi, geografi, seni rupa, numismatik, heraldik, dan keramik.

Museum khusus adalah museum yang hanya menyajikan koleksi berupa satu jenis objek ilmu pengetahuan atau kesenian. Contohnya Museum Wayang, Museum Bahari, Museum Keramik, dan Museum Seni Rupa.


Pengelolaan

Dari segi pengelolaannya, museum juga terbagi dua, yaitu museum pemerintah atau museum negeri dan museum swasta atau museum pribadi. Museum pemerintah dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga-lembaga milik pemerintah. Contohnya Museum Nasional (pemerintah pusat), Museum Sejarah Jakarta (pemerintah daerah DKI Jakarta), dan Museum Satria Mandala (TNI).

Museum swasta dikelola oleh yayasan atau keluarga, misalnya Museum Adam Malik, Museum Affandi, Museum Dullah, dan Museum Suteja Neka.


Museum Mobil

Ada lagi yang disebut museum keliling atau museum mobil. Biasanya museum ini berkeliling dari satu tempat ke tempat lain menggunakan mobil yang didesain secara khusus. Meskipun koleksi yang dipamerkan tidak banyak, museum mobil dapat memberikan apresiasi kepada warga untuk mencintai peninggalan-peninggalan masa lalu bangsanya.


Edukasi dan Rekreasi

Museum adalah sebuah lembaga yang memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tugas utama museum adalah di bidang pengadaan, pengawetan, penelitian, dan penyebaran informasi koleksi kepada masyarakat untuk tujuan pendidikan (edukasi) dan kesenangan (rekreasi).

Meskipun tidak mencari keuntungan, namun mengunjungi museum tetap harus membayar. Biaya termurah untuk memasuki sebuah museum sekitar Rp 500. Ada pula museum yang menggratiskan pengunjungnya, terutama bagi para pelajar, misalnya Museum Uang “Artha Suaka” milik Bank Indonesia. Namun kamu harus datang secara rombongan disertai surat pengantar dari sekolahmu.

Jika mengunjungi sebuah museum, manfaatkanlah waktumu sebaik mungkin. Museum merupakan etalase ilmu pengetahuan dalam barisan depan. Maka sering-seringlah mengunjungi museum, toh tidak ada ruginya. Malah pengetahuan kamu semakin bertambah.

Kita harus meniru para pelajar Amerika dan Jepang. Mereka sering dibawa oleh para guru untuk belajar di museum. Kini mereka menjadi bangsa yang pintar. Kamu juga ingin seperti mereka kan?


Membuat Museum Sekolah

Museum tidak harus berbentuk lembaga formal. Siapa saja boleh mendirikan museum, mengingat tujuan utama museum adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Kalau kamu ingin membuat museum di sekolah, boleh saja. Tentu asalkan kepala sekolah memberi izin. Yang penting ada ruangan dan kemauan.

Kehadiran museum sekolah justru penting karena selama ini boleh dikatakan belum ada sekolah-sekolah di Indonesia yang memiliki museum sendiri. Museum dalam skala kecil merupakan semacam laboratorium pendidikan bagi para guru dan murid.

Seberapapun luasnya ruangan, keberadaan museum bisa disesuaikan di dalamnya. Lantas apa saja yang bisa mengisi museum sekolah? Banyak hal, misalnya foto kepala sekolah.

Kemudian bisa guru teladan dan pelajar teladan. Foto bersama para murid yang dilakukan setiap tahun, bisa dijadikan koleksi museum dalam bentuk album.

Kalau sekolahmu berprestasi, seperti menjadi sekolah terbaik, tentu ada piala atau piagam penghargaan. Nah, ini bisa disimpan di dalam museum sekolah. Begitu juga piala-piala hasil berbagai perlombaan atau kejuaraan.

Jangan lupa, simpan berbagai jenis seragam sekolahmu di dalam museum. Tentu lengkap dengan topi, dasi, badge, dsb.

Berbagai alat tulis, seperti pensil, penghapus, serutan, dan penggaris bisa pula menjadi koleksi museum sekolah. Lima sampai sepuluh tahun ke depan, pasti ada perkembangan alat tulis. Kita bisa mengetahuinya lewat museum sekolah, lho.

Pokoknya segala hal yang berhubungan dengan sekolahmu dan segala aktivitas belajar-mengajar, bisa mengisi museum sekolah. Mintalah bimbingan pada bapak dan ibu guru.


Dari Museum ke Museum

Di seluruh Indonesia terdapat sekitar 400 museum yang terdata pada Direktorat Permuseuman. Sebagian besar museum berlokasi di Pulau Jawa. Di antara kota-kota besar di Pulau Jawa, museum paling banyak terdapat di Jakarta.

Nah, jika kamu berlibur ke Jakarta, jangan lupa mengunjungi kompleks Taman Mini. Di sana ada beberapa museum yang letaknya berdekatan, misalnya Museum Keprajuritan, Museum Prangko, Museum Pusaka, Museum Transportasi, Museum Olahraga, Museum Pertambangan, Museum Purna Bhakti Pertiwi, dan Museum Telekomunikasi.

Sejumlah museum juga terdapat di wilayah kota tua Jakarta, Jakarta Kota, antara lain Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Museum Bahari, Museum Seni Rupa, dan Museum Keramik. Yang paling penting, kamu harus mengunjungi Museum Nasional di Jalan Medan Merdeka Barat. Museum Nasional merupakan museum terbesar dan terlengkap di Indonesia.

Jika kamu ingin mengenal lebih dalam tokoh atau pahlawan Indonesia, ada beberapa museum yang patut dikunjungi, yakni Museum Bung Karno (Bengkulu), Museum Bung Hatta (Bukittinggi), Museum Kartini (Jepara), Museum Diponegoro (Magelang), dan Museum Sudirman (Magelang).

Jika ingin mengetahui segala hewan (sudah diawetkan), termasuk fosilnya, kamu bisa mengunjungi Museum Zoologi di Bogor, Pematangsiantar, dan Bukittinggi.

Di Bandung ada Museum Geologi, Museum Asia Afrika, dan Museum Pos.

Di Magelang ada Museum Kereta Api dan di Klaten ada Museum Gula.

Museum Jamu ada di Semarang dan Pasuruan, Museum Kretek di Kudus, dan Museum Batik di Pekalongan. Pasti banyak pengetahuan yang kamu peroleh dari sana.

Ingin tahu fosil manusia purba? Nah, Museum Sangiran di Sragen (Jawa Tengah) dan Museum Trinil (Jawa Timur) tempatnya.

Sebagai Kota Budaya, Yogyakarta memiliki beberapa museum, di antaranya Museum Sonobudoyo, Museum Batik, Museum Affandi, Museum Kraton, dan Museum Biologi.

Tetangganya, Surakarta, mempunyai Museum Radyapustaka dan Museum Pers.

Bali memiliki sejumlah museum. Yang populer antara lain Museum La Mayeur, Museum Subak, Museum Gianyar, dan Museum Neka. Museum yang paling dikenal di Makasar adalah Museum La Galigo dan Museum Buton.

Di wilayah-wilayah lain, jumlah museum tidak banyak. Yang relatif besar adalah museum-museum negeri di tiap propinsi.


Museum Pendidikan

Sejak lama sejumlah museum di Indonesia dicanangkan berfungsi sebagai Museum Pendidikan. Museum Pendidikan didefinisikan sebagai museum yang tujuan utamanya untuk kepentingan studi atau riset para pelajar/mahasiswa. Juga dimaksudkan sebagai alat peraga atau pembantu utama bagi pendidikan formal di sekolah atau perguruan tinggi.

Salah satu museum pendidikan yang berperan mencerdaskan kehidupan bangsa adalah Museum Anatomi. Museum ini milik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sebagai laboratorium pendidikan bagi mahasiswanya.

Berbeda dari umumnya museum yang kita kenal, koleksi Museum Anatomi FKUI adalah barang-barang yang tergolong mengerikan dan menjijikan di mata orang awam, bahkan mungkin dapat membuat kita merinding atau tidak bisa tidur semalaman.

Bayangkan, otak besar, jantung, hati, ginjal, dan janin manusia tersimpan di sini dalam stoples-stoples yang sudah diberi bahan pengawet. Ih ada lagi, foto-foto korban pembunuhan dan mutilasi, itu tuh mayat yang dipotong-potong.

Koleksi lain berupa reproduksi fosil manusia purba, wajah berbagai suku bangsa di Indonesia, dan anatomi bagian-bagian tubuh manusia.

Museum Anatomi hanya dibuka untuk umum pada saat dies natalis (perayaan ulang tahun) UI atau FKUI saja.

Berbagai perguruan tinggi lain juga memiliki Museum Pendidikan. Misalnya berjenis-jenis batuan bumi ada di Fakultas Geologi ITB, berjenis-jenis tumbuhan ada di Fakultas Biologi IPB, dan berjenis-jenis peta ada di Fakultas Geografi UGM.

Kamu bisa berkunjung ke sana asalkan ada surat pengantar dari sekolah. Mungkin dengan cara ini kamu akan tertarik pada suatu bidang ilmu pengetahuan.

DJULIANTO SUSANTIO
Arkeolog, tinggal di Jakarta

Iklan

Responses

  1. nice blog…visit our blog:
    dipoteknikmagelang.blogspot.com

    • terima kasih banyak, saya segera berkunjung…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: