Oleh: hurahura | 19 April 2010

Lelang Artefak Tetap Jalan

Perizinan Dinilai Lengkap

JAKARTA, KOMPAS – Rencana lelang 271.381 keping benda berharga asal muatan kapal tenggelam yang berumur sekitar 1.000 tahun akan tetap dilaksanakan. Lelang barang-barang asal China yang ditemukan di perairan Cirebon, Jawa Barat, itu akan dilakukan di Jakarta pada 5 Mei mendatang.

Sebelumnya Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mempertanyakan rencana lelang itu karena diduga melanggar Konvensi Perlindungan Warisan Budaya Bawah Air. Meski demikian, pemerintah merasa tak ada aturan yang dilanggar dan Indonesia belum meratifikasi konvensi itu.

Rencana lelang benda berharga asal muatan kapal tenggelam pertama kali diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad. Pemerintah menargetkan bisa memperoleh Rp 900 miliar dari hasil lelang itu. Hasil lelang kemudian dibagi dua dengan perusahaan yang melakukan eksplorasi bawah laut.

Direktur Operasional PT Paradigma Putra Sejahtera, Adi Agung, selaku pihak yang melakukan eksplorasi bawah laut di sekitar Cirebon menyatakan, pihaknya mendapat izin resmi dari Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal Tenggelam (BMKT). ”Izin kami lengkap dan semua prosedur sudah ditempuh. Tidak ada yang salah,” kata Adi Agung di Jakarta, akhir pekan lalu.

Lelang 5 Mei 2010 merupakan lelang BMKT pertama yang resmi oleh pemerintah. ”Sebelumnya BMKT dirampok dan dicuri lalu dijual di luar negeri. Sedangkan kami mendapat izin resmi pemerintah untuk mengangkat artefak itu,” ungkap Adi Agung.

Penjualan lewat lelang diusahakan hanya kepada museum agar artefak-artefak yang diekskavasi tahun 2005 dari perairan Cirebon itu masih bisa diakses publik. ”Kami menjual paket agar artefak-artefak itu terawat,” ujarnya.


Tak ada pelanggaran

Arkeolog maritim dari Universitas Indonesia, Heriyanti, mengatakan tak ada masalah dengan rencana lelang artefak dari kapal tenggelam karena tidak ada aturan dan prosedur yang dilanggar.

”Semua sudah sesuai prosedur yang berlaku. Dilihat dari aturan yang sudah disepakati, tak ada masalah. Investor sudah begitu banyak investasi, tentu berharap meraih keuntungan. Untuk itu uang negara tak keluar sepeser pun. Malah kalau terjual 50 persen masuk ke kas negara,” katanya.

Artefak yang akan dilelang tersebut berasal dari era dinasti China yang berkuasa sekitar tahun 900. Selain itu, juga ada kerajinan gelas dari Kerajaan Sasanian, rock Crystal peninggalan Dinasti Fatimid (909-1711), perhiasan emas, perak, dan berbagai jenis batu mulia. Sebanyak 991 keping sudah disimpan untuk mengisi museum di Indonesia.

”Untuk penggudangan sebanyak ratusan ribu artefak, Indonesia tak akan mampu. Kalau itu disimpan semua dan tidak dilelang, untuk apa? Karena untuk menyimpan benda-benda arkeologi itu butuh gudang penyimpanan yang relatif besar, disimpan terus-menerus, apa pemerintah mampu? Untuk kepentingan museum bukan kuantitas, tetapi kualitas,” ujar Heriyanti.

Secara terpisah, Direktur Peninggalan Arkeologi Bawah Air Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Surya Helmi mengatakan, Indonesia akan membangun Museum Arkeologi Bawah Air di Tanjungpandan, Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Pemerintah daerah setempat sudah menyediakan lahan.

Dia juga meluruskan, dia tak pernah mengatakan bahwa pihak UNESCO meminta Indonesia membatalkan lelang 271.381 keping BMKT. Dia hanya menjelaskan bahwa pihak UNESCO telah berulang kali meminta pihak Indonesia meratifikasi Convention on the Protection of Underwater Cultural Heritage yang dikeluarkan UNESCO tahun 2001. Dengan belum diratifikasinya konvensi tersebut, berarti Indonesia belum terikat dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalamnya.

Heriyanti mengatakan, Museum Arkeologi Bawah Air sangat penting dan diperlukan karena perairan Indonesia menyimpan banyak potensi benda arkeologi dari kapal-kapal yang tenggelam sejak zaman Kerajaan Sriwijaya, abad ke-7. Perairan timur Sumatera dan pantai utara Jawa merupakan jalur pelayaran internasional yang relatif ramai pada masa lampau. (RAZ/NAL)


(Kompas, Senin, 19 April 2010)


Responses

  1. jalan terus dan dapat devisa

    • ini karena hasil kerja sama dgn investor.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori