Oleh: hurahura | 28 September 2011

Bergilir, Naik ke Lantai 10 Borobudur

KOMPAS, Jumat, 23 Sep 2011 – Mulai Kamis (22/9), wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur diizinkan naik sampai ke lantai 8 hingga lantai 10. Namun, jumlah pengunjung yang naik ke lantai tersebut dibatasi dan diatur secara bergilir. Satu rombongan dibatasi 82 orang dengan waktu kunjungan paling lama 15 menit.

Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur Marsis Sutopo mengatakan, upaya ini sengaja dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan wisatawan saat berkunjung, serta demi mendukung kelestarian bangunan candi. ”Jumlah pengunjung yang berlebihan di lantai 8 hingga 10 akan membuat orang berdesak-desakan, berisiko jatuh, serta berdampak lebih jauh mempercepat pelapukan batuan candi,” ujar Marsis.

Lantai 8 hingga lantai 10 Candi Borobudur sebelumnya diperbaiki selama 45 hari. Balai Konservasi Peninggalan Borobudur telah mengganti 160 batu bagian lantai yang rusak dan aus. Proyek perbaikan dan penggantian batu yang rusak dan aus ini menelan biaya Rp 69 juta.

Menurut Marsis, pembatasan jumlah 82 wisatawan yang boleh naik hingga ke lantai tersebut menyesuaikan dengan jumlah stupa utuh di lantai 8 hingga lantai 10, yang berjumlah 82 stupa.

Alasan lain, di lantai yang merupakan ruang terbuka ini, pengunjung cenderung berfoto dengan naik atau duduk di bagian stupa, merogoh Kunto Bimo, dan duduk di lantai serta bersandar pada dinding candi. Aktivitas pengunjung yang melakukan kontak dengan bagian candi dikhawatirkan membuat banyak batu di tiga lantai candi aus.

Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobudur Pujo Suwarno mengatakan, pihaknya mendukung upaya pelestarian candi dengan membatasi kunjungan di tiga lantai candi itu.

”Pembatasan ini hanya semata-mata masalah manajemen pengaturan wisatawan pada jam atau hari-hari tertentu saja. Minat berwisata di candi tidak akan turun karena pengunjung yang datang tetap boleh berwisata ke Candi Borobudur,” ujarnya.

Saat ini jumlah wisatawan per hari 2.000-3.000 orang, dan banyak dari mereka ketika berkunjung langsung ingin naik ke lantai 10 dan berfoto-foto di sekitar stupa.

Sementara itu, Bandar Udara Internasional Lombok di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, hampir pasti beroperasi 1 Oktober 2011. Bandara Selaparang akan resmi ditutup untuk pelayanan penerbangan, 30 September 2011 pukul 18.00 Wita.

”Banyak pihak bertanya dan ragu, tapi saya katakan tidak ada keraguan apa pun bahwa Bandara Internasional Lombok dioperasikan pada 1 Oktober ini,” ujar Ridwan Syah, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi NTB, di Mataram, kemarin. (EGI/RUL)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori