Oleh: hurahura | 31 Desember 2016

Keramik–keramik Tiongkok dari Situs Candi Muaro Jambi

keramik-01Keramik yang ditemukan di Candi Gumpung (Dok. BPCB Jambi )

Keramik merupakan barang–barang atau peralatan rumah tangga yang terbuat dari tanah liat bakar. Sebagai tinggalan arkeologis, keramik sudah dikenal sejak masa bercocok tanam, ribuan tahun yang lalu. Umumnya keramik berbentuk bulat dengan tepian sederhana. Proses pembuatannya dengan tangan.

Seiring dengan perkembangan zaman, keramik mulai berkembang di Nusantara dari hasil jalur perdagangan dengan orang asing. Temuan keramik asing, umumnya keramik Tiongkok, hampir menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Di Sumatera keramik Tiongkok antara lain ditemukan di kompleks percandian Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Artefak-artefak ini dapat diklasifikasikan berdasarkan tipe dan jenis, seperti bentuk, bahan, gaya, dan masa. Dalam arkeologi memang keramik, seperti halnya prasasti, merupakan artefak bertanggal mutlak.

Dari Candi Gumpung, pernah ditemukan berjenis-jenis keramik, seperti tutup cepuk, tutup kendi, piring, mangkuk, tepian mangkuk, buli–buli, kendi, leher kendi, dan leher botol. Semua temuan tersebut berasal dari dinasti Song dan Yuan, dari abad ke-12—13 Masehi.

keramik-02

Piring yang ditemukan di Candi Tinggi
(Dok. BPCB Jambi)

Keramik serupa juga ditemukan di Candi Tinggi dan Candi Kedaton. Dari hasil analisis diketahui keramik dari Candi Kedaton ada yang bertarikh abad ke-10 M.

Temuan yang paling dominan dari situs Muaro Jambi adalah mangkuk, berasal dari dinasti Song. Kemungkinan pada masa itu hubungan kerja sama antara Jambi dengan Tiongkok, khususnya dengan dinasti Song, berjalan baik. Kemungkinan lain, pada masa itu dinasti Song berada pada puncak kejayaan sehingga jalur perdagangan keramik asing sampai ke Jambi.

Adanya temuan keramik membuktikan bahwa dulu Jambi telah melakukan hubungan baik dengan orang asing melalui jalur perdagangan. Ini perkuat oleh Miksic dan Suleiman (1979) yang mengatakan bahwa sejak abad ke-5 Masehi, Nusantara telah memegang peranan dalam rute pelayaran antara Tiongkok dan India, yang dilanjutkan dengan pengiriman utusan dari Tiongkok ke Nusantara. Pengiriman utusan dari Chan–pi ke Tiongkok pernah dilakukan pada 853 dan 871 M sebagai misi dagang (Wolters, 1974: 144).


Daftar Pustaka

Miksic, John. 1979. Archeology, Trade And Societyin Northeast Sumatra. Cornell University.

Rangkuti, Nurhadi. 2008. Buku Panduan Analisis Keramik. Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Ridho, Abu. 1993. “Arti Keramik Asing Yang Didapati di Indonesia Bagi Kegiatan Arkeologi,” dalam Seminar Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Susanti, Ninie, dkk. 2014. Buku Panduan Kawasan Percandian Muara Jambi. Departemen Arkeologi

Utomo, Bambang Budi. 1984. Laporan Penelitian Arkeologi Di Situs Muaro Jambi. Jakarta: Proyek Penelitian Purbakala.

_______. 2011. Kebudayaan Zaman Klasik Indonesia di Batanghari. Jambi: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi.

Wolters, O,W. 1979. Early Indonesian Commerce: A Study Of The Origin Of Sriwijaya. Ithaca London: Cornell University Press.

**********

Penulis: Najla Anggraini
Mahasiswa Jurusan Arkeologi Universitas Jambi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: