Oleh: hurahura | 9 April 2011

Sebutan Makam Mbah Priok Diusulkan Diganti

okezone.com, Jumat, 8 April 2011 – Sebutan terhadap Makam Mbah Priok di Koja, Jakarta Utara, diusulkan agar tidak digunakan lagi. Selain tidak tepat, dikhawatirkan sebutan nama yang salah ini disalahpahami kembali oleh masyarakat di masa mendatang.

Ahli artefak makam, Isman Pratama Nasution, melihat ada kekeliruan keberadaan makam Habib Hasan al Habib bin Muhammad al Hadad yang disebut-sebut ada di makam Mbah Priok saat ini.

Isman menyarankan berdasarkan kajian yang dilakukan, istilah Mbah Priok untuk artefak makam Habib Hasan al Hadad kiranya perlu direnungkan ulang. “Tujuannya agar penamaan yang benar dan tidak berdasar ini tidak digunakan secara salah terus menerus oleh pihak yang tidak paham,” ungkapnya.

Berdasarkan kajian arkeologis, keberadaan dua makam Habib Hasan al Muhammad yang berada di TPU Semper dan TPU Dobo, merupakan makam semu yang mungkin tidak memiliki jenazah.

“Andaikan ada pun, pembuktiannya hanya dapat dilakukan melalui kegiatan arkeologis berupa eskavasi untuk identifikasi keberadaan jenazah dan bantuan pihak forensik untuk penelusuran dan otentitas jenazah dengan anggota kerabat yang masih hidup melalui tes DNA,” ungkapnya.

Selain itu, bangunan makam Habib Hasan Al Hadad yang berada di lahan eks TPU Dobo merupakan bangunan yang baru dan bukan arkaik. Pasalnya bangunan tersebut relatif bangunan baru yang dibangun pada 1999. Sebagai hasil proses pemindahan kerangka jenazah pada tahun 1997 yang lalu. Keberadaan nisan kuburnya dilaporkan telah hilang dan kondisi makam sangat sederhana. “Kiranya perlu dibangun suatu nisan baru untuk menggantikan kondisi nisan yang telah hilang,” ungkapnya.

Jika perlu dibangun suatu bangunan cungkup, sebagai bentuk menghormati makam orang yang taat sebagaimana dahulu diyakini oleh pihak keluarga dan masyarakat sekitar. Selain itu, pengajar di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI Muhamad Iskandar, meragukan kebenaran habib tersebut sebagai penyiar Islam di Batavia pada masa itu.

“Seandainya tokoh Habib Hasan Al Haddad ini merupakan tokoh penyiar Islam tentunya terdapat di dalam dokumen pencatatan VOC,” ujarnya.

Padahal tokoh penyiar Islam di pedalaman Jawa Barat pun lengkap tercatat dalam dokumen Belanda. Karena itu, sosok Habib Hasan Al Haddad sebagai penyiar Islam di Jakarta pun di ragukan.

Areal sekitar Makam Mbah Priok menjadi lokasi terjadinya tragedi bentrokan antara Satpol PP dengan massa yang menolak penggusuran pada 14 April 2010 lalu.

(Isfari Hikmat/Koran SI/ful)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori