Oleh: hurahura | 12 Agustus 2010

Museum Di Sumsel Kurang Perhatian

Kompas Sumbagsel, Kamis, 5 Agustus 2010 – Kondisi museum di kabupaten dan provinsi di wilayah Sumatera Selatan sejak awal era otonomi daerah kurang mendapat perhatian. Akibatnya, museum jadi kurang menarik untuk dikunjungi.

Demikian dikemukakan Direktur Museum Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Intan Mardiana di sela workshop permuseuman se-Sumsel, Rabu (4/8). Untuk itu, menurut Intan, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sedang menjalankan program revitalisasi museum. Program tersebut dilaksanakan pada 275 museum di Indonesia.

“Program tersebut juga dilaksanakan pada empat museum di Sumsel, yaitu Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Museum Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, Museum Tekstil, dan Museum Balaputradewa,” kata Intan.

Rencana Pemerintah Provinsi Sumsel untuk mendirikan museum megalitik, tutur Intan, disambut baik. Namun, sebelumnya harus dilakukan pengkajian mendalam tentang lokasi museum tersebut. “Tidak mungkin dalam satu tahun ada beberapa museum megalitik didirikan di Sumsel. Harus ada prioritas,” ujar Intan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Moehamad Jhonson mengatakan, tahun 2011 Sumsel akan mendapat dana Rp 5 miliar-Rp 7 miliar untuk revitalisasi empat museum di Sumsel.

Jhonson menjanjikan, pada era otonomi daerah kondisi museum di Sumsel harus lebih baik. “Museum tidak hanya sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi sebagai tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan untuk anak-anak. Dengan demikian, anak-anak akan mencintai museum,” katanya.(WAD)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: