Oleh: hurahura | 28 Desember 2011

Bentuk dan Sifat Lambang

Di setiap kebudayaan terdapat hasil kebudayaan yang disebut dengan lambang. Lambang terdapat dalam lingkup kebudayaan sederhana ataupun dalam kebudayaan yang telah maju. Lambang dapat berupa kebudayaan materi atau juga bentuk kebudayaan lainnya.

Dengan demikian lambang mempunyai beberapa bentuk. Macam lambang yang diketahui hingga saat ini antara lain adalah:

  1. Lambang berbentuk suara,
  2. Lambang berupa perilaku,
  3. Lambang yang berupa benda-benda.

Lambang dalam bentuknya yang bermacam tersebut senantiasa harus dihubungkan dengan kebudayaan manusia. Lambang-lambang selalu dihasilkan oleh masyarakat manusia dalam kebudayaannya.

Di dalam kebudayaan, suara-suara dapat merupakan suatu bentuk lambang. Lambang dalam pengertian ini adalah tanda (sign) yang dapat dimengerti oleh anggota masyarakat. Misalnya teriakan “tolong” merupakan tanda suara yang artinya meminta bantuan orang lain.

Lagu kebangsaan suatu negara yang diciptakan untuk dinyanyikan dalam pergaulan antarbangsa merupakan lambang dalam bentuk suara. Jadi Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” merupakan lambang dalam bentuk rangkaian suara yang telah teratur secara harmonis dan estetik sebagai bentuk representasi bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Masih banyak lagi lambang-lambang dalam bentuk suara yang merupakan wakil atau perwujudan dari sesuatu yang tidak mirip dengan yang dilambangkannya melainkan dalam bentuk suara. Dengan demikian dapat diketahui bahwa bahasa yang diucapkan oleh masyarakat-masyarakat manusia sebenarnya merupakan lambang yang dihasilkan oleh manusia dalam bentuk bahasa.

Dalam bentuk perilaku manusia, lambang-lambang juga banyak dihasilkan. Tingkah laku manusia pada dasarnya dapat dibagi dua, yaitu tingkah laku yang dihasilkan akibat pemikiran manusia dan tingkah laku atau tindakan manusia secara mendadak akibat nalurinya.

Dalam hal tingkah laku yang dihubungkan sebagai lambang, maka tingkah laku yang didasarkan pemikiran itulah yang menjadi penting. Tingkah laku manusia hampir semuanya didasarkan kepada hasil pikirannya. Misalnya membaca buku, berjalan di tepi jalan, berdiskusi, hadir di jamuan makan, dan lainnya merupakan perilaku manusia dalam kebudayaan.

Dalam kebudayaan masyarakat sederhana, banyak perilaku masyarakatnya yang merupakan lambang tertentu. Lihat saja ketika orang-orang Kanekes (Baduy) berjalan. Mereka diatur adat setempat dan berjalan secara teratur sehingga cara berjalan mereka dapat disebut sebagai lambang atau tanda orang-orang Baduy.

Hal yang jelas mudah diamati adalah tari-tarian etnik. Tarian sebenarnya adalah serangkaian gerak (perilaku) manusia yang ditata secara indah. Tarian etnik jika diamati jelas merupakan lambang etnik tertentu. Misalnya tarian Saman pasti dari lingkup etnik Aceh, tarian Jaipong dari etnik Sunda, tarian Janger dari Bali, dan seterusnya. Gerak-gerak tari tersebut memperlihatkan perbedaan antara satu etnik dengan etnik lainnya serta memperlihatkan perkembangan kebudayaan etnik yang berbeda.

Lambang yang berbentuk kebendaan banyak dijumpai dan dihasilkan oleh masyarakat manusia. Salah satu pencapaian masyarakat manusia yang paling penting dalam hal lambang dalam bentuk kebendaan adalah bentuk-bentuk huruf atau aksara.

Aksara adalah temuan manusia yang paling utama dalam hal lambang. Dengan adanya aksara maka segala pengetahuan manusia dapat didokumentasikan, pengetahuan dapat terakumulasi dengan baik, dan akhirnya kebudayaan dapat dikembangkan dengan dasar-dasar yang telah ada. Hal itu dapat diketahui berkat adanya penggunaan aksara dalam lingkup suatu kebudayaan. Malahan terdapat asumsi bahwa salah satu ciri suatu bangsa telah menghasilkan peradaban apabila telah berhasil menemukan dan menggunakan aksara. Bangsa itulah yang kemudian dicatat telah menghasilkan sejarahnya.

Lambang-lambang dalam masyarakat dapat dikelompokkan menjadi dua sifat yaitu (a) lambang yang bersifat profan, dan (b) lambang sakral. Lambang-lambang profan dan sakral dapat dijumpai dalam bermacam bentuknya, baik yang berupa suara, perilaku, ataupun kebendaan.

Lambang-lambang kebendaan itulah yang banyak dihasilkan dalam kebudayaan manusia. Bentuknya pun bermacam-macam. Dari yang sederhana hingga yang rumit. Dari yang absurd hingga yang unik dan harmoni.

Lambang-lambang sakral adalah berbagai macam peralatan agama yang dikeramatkan. Antara lain arca-arca dewa, lukisan orang-orang suci dan keramat, gambar-gambar yang mewakili kekuatan supernatural tertentu, dan sebagainya.

Dalam pengertian umum lambang-lambang kerap kali dihubungkan dengan benda-benda tertentu yang dibuat dengan corak tertentu serta dari bahan yang telah ditentukan pula. Beberapa fungsi lambang yang penting dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Sebagai representasi dari lingkungan atau kelompok tertentu,
  2. Sebagai acuan bersama dari kelompok atau lingkungan kebudayaan tertentu,
  3. Sebagai tanda pengikat kebersamaan atau pun pembentuk solidaritas kelompoknya,
  4. Pada lambang-lambang sakral lambang tersebut dapat pula berfungsi sebagai media untuk berhubungan dengan alam supranatural.

Dalam bentuk lambang kebendaan ada yang didasarkan secara dominan kepada bentuk-bentuk geometris, flora, fauna. fenomena alam, bagian-bagian figur manusia, dan juga bentuk-bentuk abstrak. Semua lambang tersebut sengaja dibuat oleh manusia dalam kebudayaannya.

Lambang dapat bertahan dalam suatu kebudayaan apabila lambang tersebut mudah dipahami, disenangi oleh anggota masyarakat, dan juga berguna dalam masyarakat. Lambang adalah suatu nilai dalam masyarakat. Nilai yang kadang-kadang menjadi begitu dipentingkan sehingga dapat menimbulkan konflik dalam kebudayaan. [Prof. Dr. Agus Aris Munandar, Departemen Arkeologi FIB UI]

Sumber: Katalog Pameran Lambang & Aksara Nusantara, Direktorat Permuseuman, 6-21 Oktober 2011.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: