Oleh: hurahura | 6 April 2011

Sejarah Panjang Sepeda

KOMPAS – Minggu, 3 April 2011 – Bersepeda, selain menyenangkan, mengayuh si roda dua ini juga bermanfaat bagi kesehatan. Tak hanya otot-otot di bagian kaki, otot-otot tangan dan tulang belakang juga terlatih. Lebih jauh lagi, jantung pun menjadi semakin kuat.

Tahukah teman-teman bahwa sepeda sudah berusia lebih dari 200 tahun? Sepeda pada awalnya tidak dikayuh melainkan didorong.


Dari jendela gereja

Tidak ada catatan resmi kapan sepeda ditemukan. Gambar sepeda ditemukan pertama kali di jendela gereja Stoke Poges, Inggris, pada abad ke-16. Di kaca jendela itu digambarkan seorang malaikat mengendarai sejenis alat berbentuk seperti sepeda.

Tetapi konsep yang paling mendekati bentuk sepeda dibuat tahun 1817 oleh Karl Von Drais, seorang bangsawan dari Jerman. “Mesin berlari” itu dinamakan Draisine, dipatenkan setahun kemudian.

Kendaraan ini dikenal luas dengan nama velocipede, yang artinya mesin beroda dua yang digerakkan manusia dan dapat dikendalikan. Beratnya sekitar 22 kg, terbuat dari kayu, dan cara menggerakkannya dengan diayun sehingga kedua roda kayunya berputar. Velocipede dipasarkan ke Jerman dan Perancis.

Para teknisi dari Eropa Barat dan Amerika Utara kemudian mengembangkan kendaraan ini berdasarkan konsep Von Drais. Seorang ahli besi berkebangsaan Perancis kemudian menyempurnakan desainnya hingga mirip seperti sepeda.


Tinggal mengayuh

Pada tahun 1820-an, dibuat kendaraan berkonsep Draisine dengan tiga dan empat roda. Ada yang dikayuh, ada pula yang diengkol dengan tangan. Akan tetapi, kebanyakan terlalu berat dan memiliki hambatan dalam perputaran roda. Desain sepeda roda empat yang paling berhasil dibuat oleh Willard Sawyer pada 1850 dan produknya dijual ke seluruh dunia.

Barulah pada 1839 seorang pandai besi berkebangsaan Skotlandia, Kirkpatrick MacMillan, menciptakan kendaraan beroda dua, yang digerakkan secara mekanis. Kendaraan ini dipercaya menjadi cikal-bakal sepeda.

Sistemnya meniru transmisi lokomotif uap. MacMillan menambahkan batang penggerak yang menghubungkan roda belakang dengan ban depan desain Von Drain. Untuk menjalankannya, tinggal mengayuh pedal.

Kendaraan serupa juga diciptakan oleh Gavin Dalzell dari Lesmahagow, Skotlandia, sekitar tahun 1845. Replikanya sampai saat ini masih tersimpan di Museum Transportasi Glasgow dan disebut sebagai sepeda tertua.


Beroda besar

Desain pertama yang paling sukses dibuat oleh bangsa Perancis pada tahun 1863 karena gayanya yang saat itu terbilang modern. Rangkanya dibuat dari metal sehingga lebih ramping dan bobotnya lebih ringan.

Model ini sempat dibuat secara massal dan menjadi tren. Teknologinya lebih sederhana dari model Mac-Millan. Model ini memudahkan pengendara mengayuh hingga kecepatan tinggi, sayangnya sulit mengendalikan roda lewat pedal tersebut. Akibatnya, keamanan dan stabilitasnya buruk.

Lebih-lebih, dengan rangka besi yang kaku dan roda yang terbuat dari karet berlapis besi membuat pengendara mengalami getaran keras di tubuh. Itulah sebabnya, model ala Perancis dari velocipede ini sempat disebut sebagai “bone-shaker”.

James Starley pada tahun 1870 memproduksi sepeda dengan roda depan yang sangat besar (high wheel bicycle), sementara roda belakang sangat kecil. Sepeda jenis ini sangat populer di seluruh Eropa.

Starley bahkan disebut sebagai Bapak Industri Sepeda di Inggris. Beliau berhasil membuat terobosan luar biasa dengan menciptakan roda berjari-jari dan metode cross-tangent. Kedua teknologi itu masih terus dipakai sampai saat ini. Teknologi ini membuat sepeda menjadi lebih ringan untuk dikayuh.

Sayangnya, sepeda beroda besar itu memiliki banyak kekurangan. Orang-orang yang tubuhnya mungil dan wanita sulit mengendarainya karena posisi pedal dan jok yang cukup tinggi.

Akhirnya John Kemp Starley, keponakan James Starley, menciptakan sepeda yang lebih aman untuk dikendarai oleh siapa saja pada 1886. Sepeda ini sudah punya rantai untuk menggerakkan roda belakang dan ukuran kedua rodanya sama.


Demi kenyamanan

Bentuk dan desain velocipede serta sepeda di masa awal sangat tidak nyaman. Selain berat, sepeda jenis ini juga belum dilengkapi pedal untuk mengayuh. Sepeda MacMillan rodanya dari karet mati sehingga getarannya keras sekali.

Karena banyak keluhan dan sering terjadi kecelakaan, sepeda pun kemudian didesain dengan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan pengendara. John Kemp Starley dan John Boyd Dunlop memulai menggunakan rantai penggerak kedua roda sepeda.

Ciptaan mereka ini memungkinkan pengendara mengendalikan sepeda dengan mudah dan nyaman. Sementara itu, John Boyd Dunlop pada 1888 berhasil menemukan teknologi ban sepeda yang bisa diisi dengan angin (pneumatic tire). Dengan ban ini, pengendara dapat melaju mulus tanpa getaran keras.

Dari kedua penemuan itulah, kemajuan teknologi sepeda kian pesat. Beragam bentuk sepeda dan teknologi pendukungnya berhasil diciptakan. Sepeda pun menjadi kendaraan yang makin digemari karena tak hanya mengasyikkan, tetapi juga nyaman dan aman.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: