Oleh: hurahura | 16 November 2012

Patung Pahlawan = Tugu Tani

Warta Kota, Senin, 12 November 2012 – Nama Tugu Tani sangat populer, terutama setelah tragedi maut mobil menabrak kerumunan orang pada awal 2012 lalu. Banyak kendaraan lalu lalang di kawasan ini karena terdapat stasiun Gambir, Jalan Menteng Raya, Jalan Kwitang Raya, dan Jalan M. Ridwan Rais. Tugu Tani adalah sebutan dari kalangan awam yang sudah terlanjur populer dari nama aslinya, Patung Pahlawan. Ini akibat caping yang dikenakan sang lelaki sehingga mirip seorang petani. Jangan heran kondektur bus selalu berteriak, “Tani”, untuk halte di dekat patung itu.

Patung Pahlawan terletak di taman segitiga Menteng. Wujudnya adalah seorang perempuan berkain dan seorang pejuang. Patung ini dibuat oleh seniman kenamaan bangsa Rusia, Matvei Manizer dan Otto Manizer. Inspirasinya berasal dari legenda di suatu desa di Jawa Barat tentang seorang ibu yang mengantarkan anak lelakinya berangkat menuju medan perang. Untuk mendorong keberanian sang anak untuk memenangkan perjuangan dan selalu ingat kepada orang tua dan tanah air, maka sang ibunda memberikan bekal nasi kepada anak lelakinya itu.

Patung Pahlawan dibuat dari bahan perunggu di Rusia. Setelah rampung, didatangkan ke Jakarta dengan kapal laut. Selanjutnya pemerintah Rusia menghadiahkannya kepada pemerintah Indonesia sebagai manifestasi dari persahabatan kedua negara. Presiden Soekarno berkenan meresmikannya pada 1963. Pada bagian tiang terdapat tulisan fenomenal, “Bangsa yang menghargai pahlawannya adalah bangsa yang besar”.

Patung Pahlawan berdiri di atas tugu setinggi kira-kira tiga meter. Tahun 1990-an pernah dipercantik oleh Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta dengan memberi marmer putih pada dinding tugu. Ketika itu sekaligus dilakukan konservasi terhadap bagian-bagian patung yang rapuh. Alasan pemasangan patung di tempat ini adalah karena tempatnya luas, memenuhi persyaratan untuk sebuah patung besar. Apalagi tempat tersebut sangat strategis, tidak jauh letaknya dari Monas. (Djulianto Susantio, pemerhati sejarah dan budaya)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori