Oleh: hurahura | 29 Juli 2010

Prasasti Gosari Terkait dengan Majapahit

Di lokasi penambangan di pegunungan kapur utara Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, terdapat sebuah prasasti yang diduga kuat berkaitan dengan Kerajaan Majapahit atau Singasari. Lokasi di sekitar prasasti dibiarkan tidak ditambang agar tidak merusak prasasti itu.

Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Kecamatan Ujungpangkah Hasan Shadiq pada Senin (26/7) menuturkan, prasasti itu disebut Prasasti Butulan (goa tembus). Prasasti berada di dinding Goa Butulan dan berangka tahun 1298 saka.

Tulisan dengan huruf Jawa kuno di prasasti itu berbunyi “Di Wasani Ngambal ‘1298’ Duk Winahon Denira San Rama Samadya Makadi Siri Buyutajrah Tali Kursi Raka Durahana”. Terjemahannya, pada tahun 1298 Saka atau sekitar 1376 Masehi di Ambal waktu itu didiami San Rama Samadaya buyut Ajarh Talikur yang tersingkirkan.

Prasasti itu sebenarnya sudah lama diketahui warga sekitar. Saat mengetahui langsung prasasti itu pada 2004, PT Polowijo Gosari melapor ke kecamatan, yang diteruskan ke pusat. Menurut Aris Sugianto dari Bagian Tambang PT Polowijo Gosari, mulai 2005 dilakukan observasi dan penelitian terhadap prasasti itu.

Prasasti itu dibaca Lutfi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, bersama Tim Arkeologi Deputi Bidang Sejarah Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata pada 2005. Hasan Shadiq turut membantu penelitian dan proses observasi hingga ekskavasi (penggalian awal tempat pembakaran tembikar), yang lalu ditutup lagi agar aman.

Hasan menyebutkan tiga indikasi kuat prasasti Gosari terkait dengan kerajaan Majapahit. Masa kejayaan Majapahit berlangsung pada pemerintahan Hayam Wuruk atau Sri Radjasanagara dengan Mahapatih Gajahmada pada 1272 saka (1359 M) hingga 1311 saka (1389 M). Gajahmada meninggal pada 1290 saka (1368 M). Pada masa Patih Gajahangon, diperkirakan San Rama Samadya bertapa di Goa Butulan di Gosari.

Alasan San Rama Samadya tinggal di Goa Butulan adalah goa di wilayah Gosari menjadi goa hunian sejak zaman Ratu Sima, seperti Goa Butulan, Kuwungan, Sejalak, Telanse, Sepece, dan Segatak. Di sekitar goa didukung dua tempat pemandian berbentuk sendang dan pancuran yang airnya tidak pernah berhenti mengalir.

Lokasi Goa Butulan bagus. Ada bagian tanah landai yang tepat untuk meditasi. Goa Butulan ditempati ksatria San Rama Samadya yang kalah pengaruh atau tersingkir dari istana. “Dia bertapa dan berlatih olah kanuragan untuk mencapai tingkat kesaktian,” kata Hasan.

Dugaan prasasti terkait Majapahit diperkuat dengan penemuan tiga tungku pembuatan tembikar di Tugaran, sekitar 1 kilometer dari prasasti. Gosari, yang saat itu disebut Ambal, menjadi pusat tembikar sejak zaman Singasari hingga Majapahit. Pada abad ke-12 hingga ke-14, pusat industri tembikar Ambal memasok tembikar ke seluruh Nusantara. (ACI)

(Kompas Jawa Timur, Selasa, 27 Juli 2010)


Responses

  1. wah… bagus tuh. pemerintah wajib melanjutkan dan melestarikan warisan budaya leluhur

  2. desaku tercinta ini menyimpan banyak sejarah dibalik pesona keindahannya….

    penemuan uang kunonya belum diekspose??!.

  3. jangan sampai segalanya tinggal impian, karena keserakahan pemilik modal.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: