Oleh: hurahura | 16 April 2012

Karya Seni Curian Ditemukan di Jerman

Peter Sachs

dw-world.de/indonesia – Lebih dari 23 tahun setelah dicuri dari sebuah galeri di New York, Amerika Serikat, empat lukisan berharga ditemukan kembali di Köln.

Asal-usul sebuah karya perlu dipertimbangkan ketika memilihnya untuk menjadi bagian dari koleksi. Dua kasus menunjukkan hal itu.

Sebuah museum di Berlin misalnya terpaksa mengembalikan ribuan poster langka kepada seorang warga Amerika Serikat bernama Peter Sachs. Kaum Nazi merampas koleksi poster itu dari ayahnya, Hans Sachs, seputar 1938.

Pertengahan Maret 2012, pengadilan di Karlsruhe menetapkan Peter Sachs, yang berusia 74 tahun sebagai pemilik resmi koleksi poster tersebut. Sebagai pewaris ia berhak mendapatkan kembali koleksi poster itu dari Museum Sejarah Jerman.

Keputusan itu mengakhiri sengketa kepemilikan yang berlangsung selama tujuh tahun. Pengadilan Karlsruhe menetapkan bahwa koleksi itu perlu dikembalikan. Untuk terus menyimpan koleksi itu sama dengan mengukuhkan kejahatan kaum Nazi. Sekitar 4.259 poster teridentifikasi sebagai milik Hans Sach, yang secara keseluruhan memiliki koleksi yang mencapai 12.500 poster.


Sejarah Koleksi

Usai perang dunia ke dua, di tahun 1961, Hans Sachs menerima kompensasi senilai 225.000 DM dari pemerintah Jerman untuk mengganti kerugiannya. Sementara putranya, Peter baru mengetahui tentang keberadaan koleksi poster itu pada tahun 2005. Iapun lalu menggulirkan proses hukum untuk mendapatkannya kembali. Menurut pengacaranya, pewaris resmi koleksi itu akan membayarkan kembali kompensasi yang pernah diterima oleh ayahnya.

Kemudian belum lama ini, empat lukisan berharga ditemukan kembali di Köln akhir Maret 2012, setelah lebih 23 tahun menghilang sesudah dicuri dari sebuah galeri New York.

Still Life with Chandelier, karya lain Fernand Leger yang tercuri dari MOMA di Paris, 2010

Lukisan kontemporer yang hilang dari galeri Soloman pada tahun 1988 berjumlah enam buah. Ketika itu, lukisan yang dicuri bernilai 258.000 Euro.

Satu lukisan ditemukan pada tahun 2003. Sedangkan empat lukisan lainnya, ternyata berada dalam koleksi seorang pedagang karya seni Jerman. Diperkirakan, nilai karya itu kini sekitar 1 juta Euro.

Koleksi itu dihibahkan kepada putrinya pada tahun 2009. Menurut polisi Köln, si pemilik baru ingin memastikan originalitas karya-karya tersebut dan menghubungi Yayasan Dedalus di New York. Yayasan ini lalu mengontak Art Loss Register di London, sebuah lembaga pencatat karya seni yang dicuri.


Database Karya Curian

Art Loss Register mengaku memiliki bank data terlengkap di dunia mengenai karya-karya yang dicuri. Lembaga itu menyebutkan, keempat karya itu berada dalam daftar karya yang dicuri dari galeri Soloman di New York. Dikatakan, masih ada satu lukisan lagi yang tak diketahui keberadaannya.

Masih belum pasti bagaimana karya-karya berharga itu bisa sampai ke Jerman. Begitu ungkap polisi Köln. Disebutkan, Biro Investigasi Federal AS (FBI) juga terlibat dalam penyelidikan tersebut. Beberapa tahun lalu, memang ada pengakuan kesalahan seorang pedagang seni yang telah membeli enam lukisan curian. Namun pengacara yang mengurus hal itu, menolak untuk mengatakan nama kliennya.

Lukisan-lukisan yang ditemukan itu, termasuk “Figuration” karya Robert Motherwell, “La Bouteille bleue” karya Fernand Leger, “Untitled” karya Franz Kline dan “Effigie” karya Jean Dubuffet. Keempat lukisan itu kini diamankan di kantor asuransi.

EK/afp/ ap
Editor: Marjory Linardy

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori