Oleh: hurahura | 30 Juli 2010

Kamaria Online

Motto: Buat yang suka canda dan pengen ngetop

Sejarah: Terbit pertama kali tahun 1979


Matador Arkeo Kesereduk Kerbau

Serombongan anak-anak arkeo menuju arah pulang setelah beberapa hari ngacak-ngacak daerah Baduy. Menuruni sebuah lereng bukit tiba-tiba segerombolan kerbau muncul dari belakang rombongan. Anto tidak menduga sama sekali datangnya kawanan kerbau ini, dan mendadak ia dilanggar seekor kerbau, lantas jatuh tunggang langgang dan masuk sebuah jurang. Untung masih sempat pegangan dan tidak langsung jatuh ke sungai di bawah.
“Lhoooo, To, lagi ngapain lu,” seru Toye sembari melongok ke bawah.

Raja Dangdut
Meskipun capek, tapi hura-hura tidak pernah luput. Azoel dan Gugun setiap ada kesempatan lantas nyanyi dangdut sembari berjoget ria. Suatu hari rombongan tiba di satu kampung di luar kawasan Baduy. Sayup-sayup terdengar dendang lagu dangdut. Azoel tancap gas mendekati, mencopot carrier dan…joget!!!

Lalap Walangsangit
Di keremangan malam Tom dengan lahap menyikat makan malamnya. Tiba-tiba kunyahannya berhenti, lalu hidungnya mengendus: “Eh…bau apaan sih nih?”
“Iya nih, bau walangsangit,” kata rekan lain membetulkan. “Kok bau amat ya?” Selidik punya selidik, ternyata memang ada walangsangit, nyelonong tanpa permisi ke dalam mulut Tom, lalu dikunyah pula olehnya. Pantes baunya sangit banget…

(Sumber: Romantika Arkeologia, 1979)

Amnesia
Teman kita, Aloysius Dedi (angk 82) datang dengan keluarganya di rumah Rita (angk 82).
“Hallo,” teman-teman yang sudah lebih dulu datang menyambut.
Setelah saling mengucap salam dan menikmati hidangan yang tersedia, Ami (angk 83) bertanya kepada Aloy sambil menunjuk Riri (angk 82), “Ini siapa ayo?”
Aloy terdiam, lama. Lalu menjawab, “Ini Rerie (angk 86) ‘kan.”
Bukan sekali, bukan dua. Ternyata cukup sering Aloy amnesia untuk menyebut nama teman-temannya sendiri.

Mengantar Kue
“Eh, ada tamu datang, tuh,” Djulianto (angk 79) berkata di sela-sela pembicaraan.
“Ayo, Dien (angk 82). Coba dilihat,” teman lain menyahut.
Dien pun ke luar rumah Rita. Sekejap kemudian, Dien berbalik.
“Rit, ada yang mau nganter kue tuh,” kata Dien pada Rita.
Maka masuklah si pengantar kue, yang tak lain tak bukan adalah Anton Rex Montol (angk 80).

Ditimpuk Jeruk
Sambil mencicipi apple pie dan lasagna serta kue-kue lainnya, seorang teman berkata, “Mi, gak mau apple pie-nya lagi?”
Belum sempat Ami menyahut, ada yang menyambar, “Ami sih gak doyan apel, doyannya tomat.”
Seketika saya tertawa terbahak-bahak, tiba-tiba ditimpuk dengan buah jeruk oleh sang nyonya.

(Berthold DH Sinaulan, catatan reuni kecil Agustus 2009)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori