Rupa-rupa

Download Undang-undang Cagar Budaya 2010

UUCB-2010


HATCHER DAN HARTA KARUN LAUT

Silakan Klik Hatcher mengambil harta karun laut dari perairan Indonesiakiriman dari pembaca blog

Berbagai foto Hatcher

Koleksi arca emas

Mengganti plat nomor mobil, untuk maksud apa?


Seminar Warisan Budaya Bawah Air, Museum Nasional, 4 Agustus 2010

Direktorat Peninggalan Bawah Air

Pannas BMKT

Dit Lelang Kemenkeu

Supraktikno Rahardjo (UI)

UNESCO

Hendro (LSM)


KODE ETIK ARKEOLOGI INDONESIA


Mukadimah

Sebagai warganegara yang menyadari pentingnya warisan budaya bangsa, maka arkeolog Indonesia mengabdikan ilmu dan pengetahuan arkeologi dengan pemikiran, pendekatan, dan cara-cara yang positif ilmiah serta dengan penuh tanggung jawab kepada nusa dan bangsa. Sadar akan tanggung jawab tersebut, maka arkeolog Indonesia berkeyakinan bahwa setiap penyimpangan dari pelaksanaan tanggung jawab tersebut mencemar-kan kehormatan, kedudukan, dan martabat arkeolog.


Pasal 1 Tanggung Jawab Terhadap Disiplin Ilmu

1. Seorang arkeolog harus senantiasa menjunjung tinggi dan menjaga integritas keilmuannya.

2. Seorang arkeolog dalam menyampaikan informasi hasil pekerjaannya harus jujur dan bertanggung jawab, berpegang teguh pada azas ilmiah dan menghargai hakekat kebenaran.

3. Seorang arkeolog harus senantiasa menjaga nama baik profesi.

4. Seorang arkeolog harus menghargai kebenaran ilmiah tanpa memandang siapa yang menyatakan.

5. Seorang arkeolog harus dapat mengukur kemampuannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan bidang keahliannya.


Pasal 2 Tanggung Jawab Terhadap Pemerintah

1. Seorang arkeolog harus berperan dan bertanggung jawab dalam mewujudkan pembangunan nasional.

2. Seorang arkeolog harus senantiasa memberi masukan kepada pemerintah dan daerah dalam menetapkan kebijakan penelitian, pelestarian, dan pemanfaatan sumberdaya budaya.

3. Seorang arkeolog harus patuh kepada ketentuan perundang-undangan yang berlaku mengenai pengelolaan tinggalan dan data akeologi.


Pasal 3 Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat

1. Seorang arkeolog dalam kegiatannya harus memberikan manfaat kepada masyarakat.

2. Seorang arkeolog dalam kegiatannya harus menghormati pendapat, adat istiadat, serta hak milik.

3. Seorang arkeolog harus bersikap bijak dalam menyampaikan informasi hasil-hasil pekerjaannya.

4. Seorang arkeolog harus ikut aktif bersama-sama dengan anggota masyarakat lainnya untuk menjaga pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan sumberdaya budaya.


Pasal 4 Tangung Jawab Terhadap Teman Sejawat

1. Seorang arkeolog harus bersikap toleran terhadap sesama arkeolog dan para ahli ilmu bantu lainnya.

2. Seorang arkeolog harus berusaha membangun solidaritas sesama anggota profesi.

3. Seorang arkeolog harus mengutamakan kepenting-an profesi daripada kepentingan pribadi.

4. Hasil penelitian seorang akeolog yang berupa pengetahuan dan dokumen merupakan properti intelektualnya.


Pasal 5 Tanggung Jawab Terhadap Pemberi Kerja

1. Seorang arkeolog harus bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan perjanjian kerja.

2. Seorang arkeolog dapat merekomendasikan rekan seprofesinya kepada pemberi kerja sesuai dengan bidang keahliannya.


Pasal 6 Tanggung Jawab Terhadap Penyandang Dana

1. Seorang arkeolog wajib memaparkan secara jujur kualifikasi dan kemampuannnya dalam melaksa-nakan pekerjaannya.

2. Seorang arkeolog harus berhati-hati untuk tidak menjanjikan atau menerima persyaratan yang bertentangan etika profesi dan peraturan perundangan yang belaku.

3. Seorang arkeolog harus dapat mempertahankan prinsip kebenaran ilmiah tanpa intervensi penyandang dana.


Pasal 7 Penutup

1. Para arkeolog bekerja sama dalam melaksanakan pasal-pasal dalam Kode Etik Arkeolog Indonesia dan melakukan pengawasan terhadap efektivitas pelaksanaannya.

2. Para arkeolog menyerahkan penyelesaian permasalahan Kode Etik Arkeolog Indonesia kepada Dewan Pertimbangan Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Jakarta, 12 September 2005

KAMUS ARKEOLOGI INDONESIA

Sedang disusun Kamus Arkeologi Indonesia, contohnya seperti berikut:

RUPA-RUPA

PERAHU KUNO


GELANG BATU


CANDI SANGGAR


Slide

PRODI S2 DAN S3

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia

Pondok Cina, Depok 16424

Program Studi S-1


Visi

Program Studi S-1 Arkeologi adalah lembaga pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang arkeologi yang terkemuka secara nasional, regional, dan internasional.


Misi

Program Studi S-1 Arkeologi melaksanakan pendidikan yang menghasilkan sarjana arkeologi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan serta memiliki etika profesi.


Tujuan

  1. mengusai dasar-dasar keilmiahan ilmu budaya, khususnya arkeologi;
  2. mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya untuk kepentingan pengembangan ilmu dan penerapannya di masyarakatnya
  3. mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan seni.

Program Magister (S-2) Bidang Arkeologi, Epigrafi, dan Museologi

Visi
Menjadi lembaga pelaksana pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan Magister Ilmu Pengetahuan Budaya (M.Hum) khususnya arkeologi yang berwawasan luas, andal, dan memiliki etika profesional dalam melakukan penelitian dasar maupun terapan yang diakui secara nasional dan internasional.

Misi

  1. Mengembangkan pendidikan arkeologi dalam rangka meningkatkan martabat bangsa dengan memberi bekal ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan di masyarakat di bidang arkeologi dan manajemen sumberdaya budaya.
  2. Meningkatkan penelitian dalam rangka mengembangkan ilmu arkeologi.
  3. Melakukan kerja sama dengan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri agar mahasiswa mendapat pengetahuan yang mutakhir dan tepat guna.
  4. Melaksanakan pendidikan yang menghasilkan lulusan Magister Arkeologi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan serta memiliki etika profesi.
  5. Meningkatkan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mengukuhkan jati diri bangsa.

Tujuan pendidikan

  1. Menghasilkan Magister yang mampu mengembangkan dan mengamalkan ilmu tentang kebudayaan materi yang berasal dari masa lampau.
  2. Menghasilkan Magister yang mampu secara profesional memainkan peran manajerial dan penelitian dalam sektor kebudayaan materi masa lampau dan masa kini.

Kurikulum
Kurikulum program ini adalah 40-42 SKS termasuk tesis yang dijadwalkan untuk empat semester dan dapat ditempuh dalam waktu sekurang-kurangnya tiga semester atau selama-lamanya enam semester dengan IP Kumulatif 2,75.

Mata Kuliah
Terdiri atas mata kuliah keahlian, mata kuliah keahlian khusus, mata kuliah peminatan, mata kuliah pilihan, penulisan tesis, dan matrikulasi.

Pengajar
Prof. Dr. Noerhadi Magetsari, Prof. Dr. Agus Aris Munandar, Dr. Irmawati Marwoto J, Dr. Heriyanti Ongkodharma, Dr. Supratikno Rahardjo, Dr. Wanny Rahardjo, dll.

Persyaratan

  1. Memiliki ijazah dalam salah satu cabang ilmu pengetahuan dari PTN, PTS yang terakreditasi dan diakui oleh Kemendiknas atau PT di luar negeri yang ijazahnya telah dilegalisasi oleh Kemendiknas.
  2. Memiliki IPK S-1 minimal 2,75 yang dibuktikan dengan keterangan dari perguruan tinggi asal.
  3. Lulus ujian masuk dengan materi umum Tes Potensi Akademik dan Bahasa Inggris serta materi khusus Sejarah Kebudayaan Indonesia dan wawancara.
  4. Khusus untuk kemampuan berbahasa Inggris, calon mahasiswa menyerahkan bukti perolehan nilai minimal setara TOEFL 450. Calon mahaisswa wajib menyerahkan bukti sertifikat kemampuan berbahasa Inggris TOEFL yang dikeluarkan oleh TOEFL internasional atau oleh Lembaga Bahasa Internasional FIB UI. Penyerahan TOEFL dengan nilai minimal tersebut menjadi prasyarat bagi ujian tesis.
  5. Berbadan sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.

Informasi
Humas FIB UI
Telepon (021) – 7270009
Website: http://www.ui.ac.id

Program Doktor (S-3)

Visi
Menjadi lembaga pelaksana pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan Magister Ilmu Pengetahuan Budaya (M.Hum) khususnya arkeologi yang berwawasan luas, andal, dan memiliki etika profesional dalam melakukan penelitian dasar maupun terapan yang diakui secara nasional dan internasional.

Misi

  1. Mengembangkan pendidikan arkeologi dalam rangka meningkatkan martabat bangsa dengan memberi bekal ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan di masyarakat di bidang arkeologi dan manajemen sumberdaya budaya.
  2. Meningkatkan penelitian dalam rangka mengembangkan ilmu arkeologi.
  3. Melakukan kerja sama dengan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri agar mahasiswa mendapat pengetahuan yang mutakhir dan tepat guna.
  4. Melaksanakan pendidikan yang menghasilkan lulusan Magister Arkeologi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan serta memiliki etika profesi.
  5. Meningkatkan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mengukuhkan jati diri bangsa.

Tujuan pendidikan
Menghasilkan Doktor yang

  1. Memiliki integritas ilmiah.
  2. Bersifat terbuka, tanggap terhadap perkembangan ilmu, teknologi, kesenian, serta permasalahan di masyarakat.
  3. Memiliki wawasan dan kemampuan dasar keilmuan dan keterampilan teknis yang diperlukan untuk mengadaptasi dan/atau menciptakan metodologi baru yang akan dipergunakan dalam melakukan telaah taat kaidah.
  4. Menguasai teori, konsep, paradigma, yang paling sesuai dengan bidang keahliannya.
  5. Mampu mempergunakan pengetahuan dan keterampilan dalam kawasan keahliannya untuk menemukan jawaban dan/atau memecahkan masalah yang kompleks, termasuk yang memerlukan pendekatan lintas disiplin.
  6. Mampu mengomunikasikan pemikiran serta hasil karyanya, baik dengan kelompok pakar sebidang (peer group) maupun khalayak yang lebih luas.
  7. Berkualitas internasional.

Kurikulum
Kurikulum program ini adalah 48-50 SKS termasuk disertasi (28-32 SKS) yang dijadwalkan untuk enam semester dan dapat ditempuh dalam waktu sekurang-kurangnya empat semester atau selama-lamanya sepuluh semester dengan IP Kumulatif 3,00.

Mata Kuliah
Terdiri atas mata kuliah keahlian, mata kuliah keahlian khusus, dan disertasi.

Pengajar
Prof. Dr. Noerhadi Magetsari, Prof. Dr. Benny H. Hoed, Dr. Irmawati Marwoto J, Dr. Heriyanti Ongkodharma, Dr. Ninie Susanti, Dr. Wiwin Djuwita Ramelan, Dr. Kresno Yulianto, Dr. Ali Akbar, dll.

Persyaratan
Penerimaan calon peserta didasarkan pada Keputusan Rektor UI No 0696/SK/R/UI/2010.

  1. Nilai TPA (nilai minimum 500) atau GMAT (nilai minimum 570) atau GRE (nilai minimum 500) atau LSAT (nilai minimum 150) yang masih berlaku.
  2. Nilai TOEFL (skor minimum 500) atau IELTS (skor minimum 5).
  3. IPK yang diperoleh oleh jenjang pendidikan sebelumnya minimum 3,00 (dalam rentang 0-4).
  4. Hasil penilaian wawancara terkait dengan rencana riset yang akan dilakukan, dan
  5. Hasil penilaian Proposal Riset lengkap yang dievaluasi oleh para pakar bidang ilmu terkait (khusus untuk peserta Program Doktor melalui Riset)

Informasi
Humas FIB UI
Telepon (021) – 7270009
Website: http://www.ui.ac.id

*******

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

Kampus Bulaksumur


Program Studi S-1 dan S-2


Visi

Menjadi lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan sarjana arkeologi yang unggul, berbudaya, mengutamakan kepentingan masyarakat, diakui secara nasional dan internasional, serta mampu menghasilkan karya-karya ilmiah yang berguna bagi kemanusiaan dan kemajuan bangsa.


Misi

  1. Menyelenggarakan program pendidikan arkeologi yang berkualitas dan berwawasan lintas ilmu dengan didukung oleh sumberdaya manusia yang handal serta hasil-hasil perkembangan ilmu terkini.
  2. Menghasilkan sarjana arkeologi yang unggul dan berbudaya serta mempunyai keterampilan menerapkan hasil pendidikan dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan profesinya.
  3. Menghasilkan karya ilmiah yang penting bagi kemanusiaan, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni di tingkat nasional dan internasional.
  4. Menghasilkan karya pengabdian, yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
  5. Mempunyai organisasi yang handal, prasarana, dan sarana yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat).


Tujuan

  1. Menciptakan dan memelihara suasana akademik untuk terselenggaranya proses belajar-mengajar yang berorientasi pada pengasahan nalar, peningkatan pengetahuan dan keterampilan, serta pembekalan moral secara berimbang, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan dan yang mampu mengukuti jenjang pendidikan lebih lanjut, terutama di bidang arkeologi.
  2. Meningkatkan gagasan inovatif-produktif melalui penelitian berkualitas di bidang arkeologi, baik yang bersifat keilmuan murni maupun terapan, sehingga dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pemahaman nilai-nilai kemanusiaan serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan pada umumnya.
  3. Berperan aktif dalam forum pengkajian arkeologi dan penerbitan baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional, untuk menunjang pengembangan pendidikan arkeologi yang mengikuti kebutuhan dan perkembangan masyarakat.
  4. Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu dan manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat, melalui penerapan dan pendayagunaan hasil-hasil penelitian serta pengembangan arkeologi.
  5. Memiliki struktur organisasi yang handal dan partisipatoris, sehingga dapat mendukung penyelenggaraan Program Studi dan mewadahi kerja sama yang baik dengan pihak-pihak yang terkait.
  6. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya yang berkaitan dengan bidang arkeologi, melalui peningkatan kualitas perpustakaan, laboratorium, dan jaringan komunikasi global.
  7. Meningkatkan kualitas keluaran dalam bidang-bidang Tridharma Perguruan Tinggi dengan melaksanakan mekanisme evaluasi berkala maupun tidak berkala.

Program Master (S-2)
Program M.A. Arkeologi di UGM menawarkan kesempatan untuk belajar arkeologi dalam jenjang S-2 (Master). Program ini bertekad untuk mampu menghasilkan sarjana Arkeologi S-2 yang unggul, berbudaya, mengutamakan kepentingan masyarakat, diakui secara nasional dan dunia internasional, serta mampu menghasilkan karya-karya yang berguna bagi kemanusiaan.

Kurikulum dirancang untuk dapat diselesaikan oleh peserta didik selama empat semester atau dua tahun, dengan menempuh paling sedikit 40 SKS, termasuk tesis.

Peserta Program S-2 Arkeologi yang tidak berlatar pendidikan Arkeologi diwajibkan mengikuti Program Prapascasarjana.

Minat Utama: Pengelolaan Sumberdaya Arkeologi

Kompetensi lulusan
Mampu dan terampil secara bertanggung jawab untuk merencanakan, menganalisis, dan mengelola sumberdaya arkeologi berbasis pelestarian.

Mata kuliah
Terdiri atas mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan

Minat Utama: Kajian Museum

Kompetensi lulusan
Mampu merancang dan mengelola museum dengan menerapkan pengetahuan permuseuman secara kreatif dan bertanggung jawab dalam konteks kehidupan masyarakat kini, serta melakukan tinjauan kritis terhadap museum dan memecahkan permasalahan yang dihadapi museum.

Mata kuliah
Terdiri atas mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan.

Pengajar

Dosen Tetap:
Daud Aris Tanudirjo, M.A., Dr. *
Djoko Luknanto
Fahmi Prihantoro, S.S., S.H., M.A. *
Inajati Adrisijanti, Prof., Dr. *
Mahirta, M.A., Dr. *
Musadad, Drs., M.Hum. *
Niken Wirasanti, Dra., M.Si. *
Sektiadi, S.S., M.Hum. *
Sumijati Atmosudiro, Prof., Dr. *
Timbul Haryono, Prof., Dr., M.Sc. *
Tjahjono Prasodjo, Drs., M.A. *
Widya Nayati, Dr., M.A. *

Dosen Tidak Tetap:
Arya Ronald, Dr. Ir.
Bambang Purwanto, Prof. Dr.
Ben Mulenbeld
Eko Budihardjo, Prof. Ir., M.Sc.
Gunung Radjiman, Ir., M.Arch.
Hans van de Bunte
Itie van Hout, Dra.
Martijn de Ruijter
Pim Westerkamp, Drs., M.A.
Ruben Smit
Wiendu Nuryanti, Prof. Dr. Ir., M.Arch.

*) Mengajar juga di Prodi S1

Informasi
Jurusan Arkeologi FIB UGM
Jalan Sosio Humaniora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
Telepon (0274)-901136, 513096 Psw. 124 atau 114
Faks. (0274)-550451
Email: arkeologi@ugm.ac.id
Website: http://arkeologi.ugm.ac.id

PIAMI (Pertemuan Ilmiah Arkeologi Mahasiswa Indonesia)


PIAMI I, 1986, Banten Lama


Foto-foto: Koleksi Djulianto Susantio


PIAMI XII, 2008, Yogyakarta


Foto-foto: Koleksi KAMA-UI


PIAMI XIII, 2010, UI


Foto-foto: Koleksi Virta Permata

Responses

  1. Foto paling bawah Michael Hatcher dan orang kananya yang pernah dipenjara kasus penyeludupan
    33 kontener keramik Tek Sing.Namanya Suwanda Alias Haji Zafar Suharta.Nama baru ditukar supaya proyek Hatcher di Blanakan lancar.Nama kapal survey Miss Phoenix milik Hatcher berbendera Australi juga di ganti nama Lucivara berbendera Indonesia supaya lancar bergerak di RI.Sertifikat hak milik juga ditukar ke Edward Prawira anak Suwanda sendiri.

    • trims infonya, mudah2an pihak terkait membaca info ini

  2. kami sangat prihatin maraknya pencurian maupun penjual belian situs, di kab semarang,jawa tengah banyak sekali situs yang perlu mendapat penyelamatan.

  3. sangat prihatin dengan kondisi arkeologi bawah air indonesia, disamping SDM yang tidak ada, pendanaan untuk penelitian yang kurang namun memiliki harta karun yang berlimpah membuat siapapun ingin mengambilnya. Ketika saya di belitung untuk survei situs belitung shipwreck penduduk lokal sangat kenal dengan hatcher, tilman walterflang dan para pencari harta karun luar negeri yang sering menyamar sebagai turis. Ada 1 hal yang ingin saya tanyakan pak djulianto, apakah kode etik arkeologi tersebut memang benar adanya, apakah sudah disepakati oleh arkeolog apakah sama dengan kode etik IAAI (Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia). mohon jawabannya, Terima kasih

    • Saya kurang tau soal itu karena saya bukan birokrat. Kode etik tsb saya kutip dari milis IAAI.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s