Oleh: hurahura | 18 Oktober 2011

Berita Buku: Buku-buku Karya Gunadi Kasnowihardjo

Manajemen Sumberdaya Arkeologi lazim disebut Pengelolaan Benda Cagar Budaya. Istilah ini mengacu pada penerapan sistem manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, dan pengevaluasian. Semua ini harus dilakukan dengan matang, artinya proses pengambilan keputusan berada dalam keseimbangan antara pelestarian di satu pihak dan pencapaian sasaran kesejahteraan masyarakat di pihak lainnya.

Pengelolaan benda cagar budaya yang dilaksanakan di Indonesia selama ini baru bersifat penyelamatan (emergency/salvage/rescue). Di AS cara ini sudah ditinggalkan sejak 1940-an. Di negara kita, tindakan perlindungan benda cagar budaya lebih cenderung dilaksanakan setelah tinggalan atau situsnya terancam bahaya. Akibatnya tindakan penyelamatan itu tidak memberi peluang besar untuk kegiatan pelestarian dan penelitian. Padahal, dewasa ini banyak negara sudah mulai memikirkan dan melakukan aktivitas pelestarian sebelum tinggalan atau situsnya terancam kerusakan serta mengkaitkannya dengan kerangka penelitian arkeologi sebagaimana dipraktekkan dalam kegiatan Cultural Resources Management (CRM).

Upaya pelestarian warisan budaya sebenarnya merupakan salah satu ujud kita untuk merepresentasikan karya leluhur masa lampau agar masyarakat sekarang dapat memanfaatkan sesuai dengan “keinginannya”. Paling tidak ada empat aspek utama suatu warisan budaya dapat diapresiasikan kepada masyarakat luas, yakni sebagai benda seni, sebagai sumber ekonomi (untuk kepariwisataan misalnya), sebagai sumber informasi pengetahuan, dan sebagai pemenuhan sosial.

Di sinilah letak peranan penting arkeologi, karena ilmu ini telah dipandang sebagai satu-satunya ilmu yang mampu menerobos pengetahuan masa lampau sekaligus menyajikannya kepada masyarakat luas. Dalam konteks demikian inilah para pengemban kepurbakalaan atau arkeologi pada umumnya merupakan produsen pengetahuan masa lampau yang diharapkan mampu memenuhi kepentingan-kepentingan konsumen dalam hal ini masyarakat luas. Tetapi sejauh manakah arkeologi sudah memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat tersebut? Apakah arkeologi sudah memberikan hak-haknya kepada masyarakat guna mendapatkan informasi pengetahuan budaya masa lampau itu? Mudah-mudahan apa yang dipaparkan Gunadi Kasnowihardjo ini bermanfaat buat kita semua.


Buku sejenis:


Buku-buku karya Gunadi Kasnowihardjo lainnya:

Iklan

Responses

  1. pagi pa… senang bisa membaca tulisan bapak untuk menambah wawasan dan pengetahuan saya begitu banyaknya ragam budaya bangsa kita, sya berharap bisa banyak belajar terutama dari tulisan bapak. kiranya dimana bisa saya dapatkan buku2 itu terima kasih salam Ari W, Kab Tegal


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori