Oleh: hurahura | 7 Juli 2010

Taman Majapahit Rampung 4 Tahun Lagi

MOJOKERTO, KOMPAS – Rabu, 7 Juli 2010 – Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menargetkan pembangunan Taman Majapahit rampung dalam empat tahun ke depan. Sampai saat ini masih dicari kesepakatan dengan legislatif mengenai anggaran yang diperlukan untuk pembangunan taman ini. Taman Majapahit dibangun dengan konsep teknologi maju.

Jero Wacik mengatakan hal itu dalam kunjungannya di situs Candi Kedaton, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (6/7).

Di lokasi tersebut, dia sempat bersembahyang di tempat yang diduga bekas permukiman penduduk di zaman Majapahit. Sebelum bersembahyang, Jero Wacik mencuci muka menggunakan air dari Sumur Upas, yang berbentuk segi empat dengan garis tengah 80 sentimeter.

”Kami menargetkan sampai tahun 2014 nanti pembangunan Taman Majapahit harus sudah rampung. Namun, sampai sekarang belum ada kesepakatan dengan pihak legislatif mengenai anggaran. Kami tengah berupaya mencari kata sepakat soal anggaran ini dengan dewan,” tutur Jero Wacik. Menurut dia, Taman Majapahit akan memiliki fungsi penelitian dan wisata.

Teknologi tinggi juga akan diterapkan pada pembangunan taman ini. Salah satunya adalah informasi mengenai sejarah Majapahit dalam berbagai bahasa asing di layar komputer.

”Pembangunan Taman Majapahit harus berdampak secara ekonomi bagi masyarakat sekitar. Jika pembangunan rampung, infrastruktur di lokasi sekitar taman juga harus diperbaiki,” katanya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Soeroso menambahkan, pembangunan Taman Majapahit tengah menghadapi beberapa kendala. Kendala itu antara lain kegiatan pembuatan batu bata oleh penduduk yang berakibat pada rusaknya situs. Selain itu, beberapa temuan bersejarah oleh penduduk sekitar juga tidak dilaporkan kepada Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan.

”Semua pihak harus menjelaskan kepada masyarakat bahwa temuan bersejarah itu memiliki nilai tinggi. Jika ditemukan, hendaknya dilaporkan kepada masyarakat. Memang ada beberapa temuan yang dijual kepada kolektor benda antik karena mereka bersedia membayar dengan harga tinggi. Namun, temuan itu seharusnya tidak dilihat dari sisi ekonomi semata. Semua pihak harus memberikan pengertian ke masyarakat,” ucap Soeroso.

Pihak BP3 Trowulan saat ini tengah memperbaiki beberapa situs yang terancam terbengkalai atau rusak. Salah satunya adalah Sumur Upas yang terletak di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan. Sumur Upas, berarti sumur yang mengandung gas, sebenarnya adalah goa yang menyerupai mulut sumur. Sumur itu dianggap keramat oleh warga sekitar.

Pemerintah pada awal tahun lalu mendapatkan protes dari berbagai pihak sehingga harus mengevaluasi pembangunan Pusat Informasi Majapahit (PIM), yang menjadi bagian dari Taman Majapahit, karena prosesnya merusak situs. Pemerintah lalu membentuk Tim Evaluasi PIM. Akhir tahun lalu, Menko Kesra Agung Laksono menegaskan, pemerintah tidak akan melakukan hal yang merugikan kendati di lokasi itu dibangun Taman Majapahit. (APO)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori