Oleh: hurahura | 6 November 2014

Candi Siwa Dibuka Kembali

Setelah ditutup selama delapan tahun, Candi Siwa di kompleks Candi Prambanan kembali dibuka untuk umum mulai Rabu (5/11). Candi yang rusak akibat gempa bumi pada 2006 itu telah selesai diperbaiki. Meski demikian, jumlah pengunjung candi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu masih dibatasi.

”Dengan selesainya perbaikan ini, Candi Siwa bisa dikunjungi lagi oleh masyarakat umum. Namun, demi keamanan pengunjung dan kelestarian candi, perlu ada pembatasan jumlah pengunjung pada saat bersamaan,” kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Marijan, Rabu, di sela-sela syukuran pembukaan kembali Candi Siwa.

Candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu untuk pemujaan Dewa Trimurti dengan luas kawasan 39,8 hektar dan diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi. Di halaman utama kompleks itu terdapat 16 candi, termasuk tiga candi utama, yakni Candi Siwa, Candi Brahma, dan Candi Wisnu. Candi yang terletak di perbatasan Kabupaten Sleman, DIY, dan Klaten, Jawa Tengah, itu sudah masuk dalam daftar warisan budaya dunia sejak 1991.

Pada 27 Mei 2006, sejumlah candi di kompleks itu rusak karena gempa bumi dengan kekuatan 5,9 skala Richter. Seluruh candi di halaman utama mengalami kerusakan dengan jenis beragam. Secara bertahap, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta beserta sejumlah instansi memperbaiki candi-candi di Prambanan. Perbaikan terakhir dilakukan pada Candi Siwa yang selesai September 2014. Sebelumnya, sejak Mei 2006, candi itu tak boleh dikunjungi wisatawan.

Kacung menyatakan, perbaikan Candi Siwa memang membutuhkan waktu lama. Sebab, perbaikan candi itu didahului penelitian serta diskusi panjang yang melibatkan ahli arkeologi, antropologi, dan sejarah dari sejumlah negara. ”Yang membuat perbaikan ini panjang ialah perdebatan perbaikan harus dengan membongkar bangunan candi atau tidak,” ujarnya.


Pernah dipugar

Kepala Seksi Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan BPCB Yogyakarta Wahyu Astuti mengatakan, Candi Siwa pernah dipugar oleh tim dari Belanda sekitar 1930. ”Karena pernah dipugar, tim dari BPCB Yogyakarta kurang mengetahui kondisi bangunan candi itu. Inilah yang membuat perbaikan Candi Siwa menjadi lama karena kami harus meneliti lebih dulu,” ujarnya. Wahyu menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian, fondasi bangunan Candi Siwa masih cukup stabil sehingga tidak perlu pembongkaran total. (HRS/DRA)

(Sumber: Kompas, Kamis, 6 November 2014)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: