Oleh: hurahura | 24 Maret 2011

Ribuan Manuskrip Kuno Aceh Hilang

KOMPAS – Senin, 21 Mar 2011 – Puluhan ribu manuskrip kuno Aceh saat ini belum terdata keberadaannya. Ketidakjelasan tersebut rawan mengundang terjadi klaim oleh negara-negara lain seperti yang dilakukan Malaysia dan Brunei Darussalam yang kini diperkirakan menyimpan ribuan manuskrip kuno asal Tanah Rencong. Padahal, manuskrip-manuskrip tersebut mempunyai nilai yang sangat berharga karena berisi catatan sejarah dan peradaban Aceh sejak abad ke-13.

“Yang tersisa dan tersimpan sekarang tinggal 2.500 manuskrip kuno. Itu sisa manuskrip yang tak dibakar dan dibawa kolonial Belanda saat penjajahan,” kata Wakil Gubenur Aceh Muhammad Nazar kepada Kompas, Minggu (20/3).

Manuskrip kuno tersebut, ujar Nazar, berisi berbagai catatan sejarah menyangkut kerajaan-kerajaan besar yang pernah ada di Aceh sejak abad ke-13. Di dalamnya juga tercatat berbagai hal terkait ilmu astronomi, pengobatan, geologi, anatomi, bahkan ilmu bangunan.

Sebagian di antara teks-teks itu merupakan karya tokoh-tokoh pemikir besar Aceh abad ke-15 seperti Ar-Raniry, Hamzah Fansyuri, dan Jalalludin Al Sumatrani. Sebagian teks-teks tokoh-tokoh besar tersebut dulunya tersimpan di dayah-dayah (pesantren di Aceh). Pada masa perang melawan kolonial, banyak dayah yang dibakar Belanda, termasuk teks-teks peradaban masa lalu Aceh yang besar.

Kepala Majelis Adat Aceh Badruzzaman Ismail mengatakan, banyaknya catatan budaya dan adat Aceh yang hilang itu membuat generasi masa kini Aceh kehilangan pegangan budaya. (HAN)

Iklan

Responses

  1. Assalamu’alaikum bpk GUBERNUR ACEH., pak Saya selaku anak bangsa Aceh law bisa semua brg peninggalan nenek monyang kita harus kita jaga karena ada kata kata yg menyebutkan bahwa sebuah bgsa yg besar adalah bangsa yg tidak pernh melupakan sejarah.sekian.

  2. sejarah aceh banyak yang sudah diputar balikkan fakta menurut sejumlah orang paling tua di aceh besar, pidie, pidie jaya dan bireun, mereka berumur sudah 103 tahun..mengapa kejayaan aceh yang dulu bisa dengan mudah dirubah sejarahnya?? Aceh adalah serambi mekah, nama itu diberikan karena kekentalan agama yang dimiliki oleh pemimpin dan rakyatnya. akankah aceh berjaya dengan kerendahan moral pemimpin dan rakyatnya dimasa deepan? tanpa aqidah islam. akankah serambi mekah akan tinggal nama????


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: