Oleh: hurahura | 18 Juni 2010

Museum Maritim Butuh Rp1,5 T

Ibu Negara Ani Yudhoyono mengajak anak-anak sekolah dasar di DKI Jakarta mengikuti program ”Ayo ke Museum Bersama Ibu Negara” di Museum Nasional Jakarta kemarin.

JAKARTA (SI) – Pembangunan museum maritim untuk menampung harta karun dari kapal yang tenggelam di perairan Cirebon membutuhkan dana hingga Rp1,5 triliun.

Kebutuhan dana tersebut seperti diperkirakan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad. Menurut Fadel, dengan dana setara USD150 juta itu, Indonesia bisa membuat museum sendiri untuk menampung barang berharga muatan kapal tenggelam (BMKT) Cirebon. Saat ini sedang dilakukan penjajakan kerja sama government to government dengan China untuk membangun museum maritim yang menampung BMKT Cirebon. ”Sedang dihitung-hitung pihak China berapa besar dananya untuk membangun museum. Tapi, saya rasa mereka pun tidak ada masalah dengan dananya,” ujar Fadel di Jakarta kemarin. Namun,menurut Fadel, China sangat ingin bekerja sama mengingat nilai sejarah dari artifakartifak dari abad ke-12 tersebut sangat berhubungan dengan negara tersebut.

Negara lain yang juga mengajukan surat resmi untuk kerja sama membangun museum adalah Singapura. ”Dari National University of Singapore menulis surat langsung,” kata mantan Gubernur Gorontalo ini. Menurut Fadel, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hanya mengharapkan apa pun keputusannya yang terpenting nilai sejarah BMKT Cirebon tidak hilang baik bagi Indonesia maupun dunia. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik juga menandaskan,pembangunan museum maritim atau museum kelautan masih dalam proses pembahasan. ”Rencana itu terus berkembang dan masih dibahas,” ujarnya di sela mendampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono mengunjungi Museum Nasional Jakarta kemarin. Sementara itu,dalam kunjungannya ke Museum Nasional, Ibu Negara datang bersama puluhan pelajar sekolah dasar dari Jakarta berwisata bersama di museum yang sering disebut Museum Gajah ini.

Kedatangan Ibu Negara yang juga didampingi anggota Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) itu merupakan bagian dari program ”Ayo ke Museum Bersama Ibu Negara”. Tujuan kegiatan tersebut menyukseskan Tahun Kunjung Museum 2010. Dalam program ini terdapat tujuh museum di Jakarta yang dikunjungi secara serentak dalam satu hari yakni Museum Nasional, Museum Polri,Museum Bank Indonesia, Museum TNI Satria Mandala, dan tiga museum lainnya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dirjen Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Hari Untoro menyatakan, respons positif program Tahun Kunjung Museum juga terlihat di daerah.”Misalnya para ibu perajin batik di Solo dan Yogyakarta menyerahkan sebagian karyanya untuk koleksi museum.

Gerakan semacam ini patut diapresiasi dan didukung,”tandasnya. Saat ini jumlah kunjungan masyarakat ke 275 museum di seluruh Tanah Air sekitar 4,2 juta setiap tahun. Menbudpar Jero Wacik mengapresiasi inisiatif Ibu Negara bersama anggota SIKIB dalam mendorong program kunjung museum 2010. Dia juga mengimbau seluruh gubernur, bupati, dan wali kota ikut menyukseskan wisata edukasi sejarah tersebut dengan mengajak anak-anak sekolah dan masyarakat luas mengunjungi museum di daerahnya masingmasing. (inda susanti/ rarasati syarief/ant)

(Koran Sindo, Jumat, 18 Juni 2010)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori