Oleh: hurahura | 24 Maret 2012

Gedung Bersejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Dibongkar

Sumber: jakarta.go.id

Satu lagi bangunan kuno dibongkar. Gedung itu terletak di Jalan Cilacap No.4, Jakarta Pusat. Menurut literatur, gedung itu dibangun tahun 1921 oleh Pemerintah Belanda, sebagai kantor Departement voor Onderwijs en Eredienst (Departemen Pendidikan dan Pengajaran). Selanjutnya menjadi kantor Telepon. Pada awal kemerdekaan sekitar tahun 1945-1946 menjadi tempat rapat Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP) dan selama 1946-1949 tempat kegiatan Angkatan Pemuda Indonesia (API).

Sebelum ibukota pindah ke Yogyakarta, sebagaimana termuat dalam laman jakarta.go.id, bangunan tersebut berfungsi sebagai tempat kegiatan pemerintah. Sejak tahun 1950-1968 beralih fungsi menjadi kantor Departemen Pendidikan dan Pengajaran RI. Kemudian difungsikan sebagai Kantor Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan hingga tahun 1996, sebelum akhirnya pindah ke kantor baru di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Para menteri yang pernah berkantor di dalamnya, antara lain Dr. Bahder Djohan, Mr. Wongsonegoro, Mr. Mohammad Yamin, Prof. Ir. RM. Suwandi, Ki Sarino Mangunpranoto, dan Prof. Dr. Prijono.

Bentuk bangunan memiliki keunikan tersendiri, sehingga menerima Penghargaan Sertiflkat Sadar Pemugaran 1996. Pada bagian depan berlantai dua, sedangkan di bagian belakang merupakan bangunan tiga lantai namun atapnya memiliki ketinggian yang sama. Tangga sebagai pemisah kedua bagian bangunan ditampilkan dengan jelas, merupakan hal biasa yang lazim digunakan masa itu. Ragam hias bangunan banyak menampilkan ragam hias geometris, mulai dari hiasan kerucut segi delapan di kanopi beratap datar di bagian dalam, sampai pada detail hiasan pada lubang angin dan pagar pembatas balkon pada bagian luar bangunan tiga lantai.

Gedung ini pernah ditukar guling oleh pihak Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan Lippo. Tapi kemudian oleh Lippo dijual lagi ke pihak lain. Menurut pensiunan Guru Besar Arkeologi UI, Prof. Mundardjito, sebenarnya Tim Sidang Pelestarian DKI Jakarta tidak memberi izin pembongkaran. Tim baru tahu ada pembongkaran tanggal 20 Maret. Keesokan harinya tim rapat dan segera melapor ke gubernur. Mudah-mudahan ada tindakan hukum untuk pihak-pihak yang melecehkan bangunan bersejarah ini, sekaligus menguji Undang-undang Cagar Budaya 2010.***

Kondisi terakhir bangunan, diambil tanggal 20 Maret 2012 (Koleksi Thoriq)


Banyak arkeolog, antropolog, dan sejarawan menyayangkan pembongkaran gedung ini. Berikut adalah komentar mereka di situs jejaring sosial Facebook hingga 24 Maret 2012.

Dulu saya ndaftar jadi pegawai juga di sini…malah pernah tidur di Mushola-nya krn kemalaman, kapan Thoriq sempat motret ya?

Astaga … tadi udah liat foto ini dan ngga bisa ngenalin lagi. Busyet. sedih bener

Sama dong… Gd penuh kenangan. Kok dibongkar ya? Memang katagori CB atau bukan ya…? Aku beberapa kali jadi dirigen waktu upacara lho….

…kita gak bakal lagi denger derikkk…deriikkk lantai kayunya kalau kita lagi jalan di gang maupun antar ruang…..sedih banget….kenapa gak ada yang mempertahankan dan menjadikannya sebagai gedung peninggalan yang bersejarah ya?? hiks…

Kukira semua bangunan di menteng sudah dilindungi .. hanya boleh mengubah dalam saja. Ternyata dugaanku salah. mau dibikin apa, Wat? Tempat parkir?

….Btw, Jaranitra juga dulu disini, tempat kuliah antropologi sama Pak Boedi Santhoso dulu ya Nar??….

…duluuu bangettt…dengernya gedung ini dibeli sama “katanya” si bungsu dari Cendana…….sebagai ganti ruginya, kantor “Purbakala”, Jaranitra, dan lain-lain….dibikinin gedung di kompleks Dikbud Senayan…..(sekarang Gedung F Dikbud Senayan)….Nah….kalau urusan dgn “si Satu” itu…ujung-ujungnya jadi mal atau hotel, apartemen, atau tempat parkir hotel, mal, apartemen…….hahaha…hiks..hiks…hiks…terharu biru…..

Kalau bangunannya kayaknya sdh tdk mungkin dikembalikan lagi…tapi Thoriq-nya skr di mana ya…itu temanku waktu kuliah dulu, bareng2 malang melintang di dunia pers mahasiswa…

Wat, koreksi ya, bukan Gedung F tapi Gedung E. Jaman pak Wardiman Mendikbud Gd Jln Cilacap, Jln Kimia, Dit. Permuseuman belakang Sarinah, juga Dikdasmen di Kebyrn Baru diruislag, lalu dijadikan satu di Gedung E kompleks Dikbud Senayan. Juga dibangun Gedung F utk Perparkiran dan Gd. Pertemuan.

yaah… Dulu jd kantor pemegang otoritas kepurbakalaan seindonesia. Ini bukan cuma pelecehan, tapi sikap ketidakpedulian para elit penguasa akan warisan budaya!

Maksud mbak Waty, kita punya gedung pertemuan di gedung F mbak dedah th 2010 pernah kita pake hal bi halal. Sy jg tambahkan gedung kita yg di gatot subroto (skrng kanwil) itupun dulu pnya kita proyek borobudir, majapahit, wahana, subdit pemeliharaan) ikut jg diruislag!

lho bukankah sudah masuk BCB kok bisa jadi seperti ini?

Yaaaah Waaat, full memories bangeet soalnya pas di depan SD gw (SDN 02 Menteng Djl. Tjilatjap), selama 6 thn sering bngt main di sekitar situ pulang sekolah.. cikal bakalnya Es Teler jg di pojokan jln Semarang situ.. duh duuh feel sooo ssoorrry.. selama ini gw pikir gedung itu udh terlindungi ama Monumenten Ordonantie, ataw UU BCB ataw apapun namanya, tapi ternyataaa.. :((.. Eh ayo doung para kawans kepurbakalaan n pemerhati budaya, please.. Do Something!!

Yg perlu ditelusuri siapa yg bertanggung jawab pembongkaran apakah diketahui pihak berwenang atau tidak! Alasan pembongkaran utk apa? Kl gak salah DKI punya kategori utk bangunan yg boleh dibongkar dan yg tidak, bahkan pak Mundardjito pernah menjadi salah seorang penilai. Ada baiknya ditanyakan pd beliau agar kita semua paham kenapa hal tsb bisa terjadi! Salam

Setau saya kawasan Menteng ditetapkan sbg kawasan Cagar Budaya dan terbagi atas bbrp golongan. Ini mrpk pelecehan thdp kebudayaan, harusnya ada tindakan hukum buat pembongkar.

Iklan

Responses

  1. aku juga ujian pns purbakala di situ, hik hik hik gimana donk? sedih nih.

  2. Luar biasa ketidakpedulian dan kekeacauan pelestarian dan pemeliharaan ‘bangunan sejarah-purbakala’ ..– Baik oleh warga, sekaligus pemda terkait yang semestinya punya komitmen utk menjaga dan melindungi, apa pun..–
    Tidak hanya untuk di ibukota, tapi semua masalah di wilayah lain yang serupa.

    Sangat prihatin utk semua yg belakangan ini terjadi beruntun.. bagi banyak tinggalan ‘warisan sejarah – budaya’ —

  3. saya pribadi tdk ada kenangan dg gedung ini tapi saya sangat teramat sangat menyayangkan dibongkarnya bangunan bersejarah ini……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: