Oleh: hurahura | 26 Desember 2012

Gedung Stasiun Beos Standar Eropa

Warta Kota, Sabtu, 22 Desember 2012 – Stasiun pertama di Batavia dibangun tahun 1869 dan selesai tahun 1873. Stasiun kecil itu disebut Batavia Noord (Batavia Utara), tidak jauh dari Museum Sejarah Jakarta sekarang. Pemasangannya dilaksanakan oleh NIS (Nederlandsche Indische Spoorweg Maatschappij, perusahaan swasta di Hindia Belanda). Jalur itu menghubungkan Batavia dengan Buitenzorg (Bogor).

Tahun 1885 SS (Staats Spoorwegen, perusahaan pemerintah Hindia Belanda) mendapat hak untuk mengelola jalur kecil menuju pelabuhan Tanjung Priok, yang merupakan pelabuhan baru dan lengkap. Pelabuhan Tanjung Priok selesai dibangun 1883, untuk menggantikan pelabuhan Batavia lama di sekitar Sunda Kelapa sekarang. Tahun 1887 SS melayani pengangkutan personel dan bahan bangunan ke pelabuhan itu. Perusahaan kereta api lainnya, Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BOS) membuka jalur kereta api ke Bekasi tahun 1887 dengan rute sepanjang sisi timur kota, melalui Kemayoran, Pasar Senen, dan Meester Cornelis (Jatinegara).

Batavia semakin berkembang. Banyak perkantoran dan aktivitas perekonomian dibangun di kawasan tersebut. Karena itu sejak tahun 1886 pemerintah mempunyai rencana untuk membangun stasiun umum di wilayah Jakarta Kota untuk jalur ke Tanjung Priok oleh BOS dan NIS. Namun stasiun umum tidak pernah terwujud karena tidak tercapai kesepakatan siapa yang akan mengelola jalur SS ke Tanjung Priok.

Betapapun menurut penguasa Hindia Belanda, dibutuhkan stasiun kereta api yang besar seperti di kota-kota Eropa. Atas dasar itulah dibangun stasiun Beos atau Jakarta Kota sekarang. Setelah berdiri stasiun Beos, stasiun Batavia Noord dihancurkan.

Stasiun Beos atau stasiun Batavia Benedenstad, sekitar 200 meter dari stasiun Batavia Zuid (Batavia Selatan), diresmikan tahun 1929 oleh Gubernur Jenderal de Graeff. Bangunan stasiun bergaya Art Deco, didesain oleh Frans JL Ghijsels. Stasiun itu disebut BOS. Mulai tahun 1970-an stasiun itu populer disebut Beos. Kemungkinan nama Beos berdasarkan singkatan BOS menjadi B(e)OS. Ada juga yang menafsirkan bahwa BEOS merupakan singkatan dari Batavia En Om Streken (= Batavia dan sekitarnya).

Stasiun Jakarta Kota dulu merupakan stasiun bertipe perjalanan akhir atau tidak memiliki kelanjutan jalur berikutnya (kopstation atau terminus). Stasiun itu telah ditetapkan sebagai cagar budaya melalui surat keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 475 tahun 1993. (Djulianto Susantio, pemerhati sejarah dan budaya)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori