Oleh: hurahura | 20 Juni 2011

Tidak Benar Koleksi Museum Wayang Hilang

Bangunan Museum Wayang (Foto: internet)

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta geram. Harian Indo Pos edisi Senin, 23 Mei 2011, membuat judul yang sensasional ”Ratusan Koleksi Museum Wayang Hilang”. Padahal, isi tulisan sama sekali tidak menyinggung hilangnya koleksi sebanyak itu. Di dalamnya hanya dikatakan, ”Sebanyak 110 wayang revolusi peninggalan jaman Belanda yang menjadi koleksi Museum Wayang, Kota Tua, Jakarta Barat terancam hilang. Sebab, wayang-wayang tersebut belum dikembalikan oleh pemerintah Belanda dan masih tersimpan di Wereldmuseum, Rotterdam”.

”Tidak benar koleksi Museum Wayang hilang,” kata Kepala Museum Wayang, Dachlan, kepada MAO, Sabtu (18/6/2011). Wayang revolusi merupakan koleksi asli Wereldmuseum, Rotterdam. Berdasarkan pembicaraan antara perwakilan Rotterdam dengan pemerintah DKI Jakarta pada 12 Oktober 2004, salah satu butir menyatakan bahwa pemerintah kota Rotterdam akan menyerahkan koleksi asli wayang revolusi kepada pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Saat ini koleksi wayang revolusi ditempatkan dalam beberapa lemari pajangan di lantai II museum. Sebagian koleksi tengah dikonservasi, mengingat wayang revolusi terbuat dari bahan-bahan mudah rapuh.


Renovasi

Museum Wayang berlokasi di Jalan Pintu Besar Utara No. 27, Jakarta Barat 11110. Bangunannya merupakan bekas gereja. Peresmian Museum Wayang dilakukan pada 13 Agustus 1975 oleh Gubernur Ali Sadikin. Semula Museum Wayang hanya menempati sebuah bangunan. Pada 16 September 2003 H. Probosutejo memberikan hibah bangunan di sebelahnya.

Salah satu koleksi Museum Wayang (Foto: internet)

Sejak direnovasi sekaligus perbaikan tata pameran, Museum Wayang semakin banyak didatangi pengunjung. Selama tahun 2010 Museum Wayang dikunjungi sekitar 200.000 wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

Berbagai koleksi wayang tersaji di sini. Wayang golek dan wayang kulit menjadi primadona karena jumlahnya relatif banyak. Selain itu ada wayang yang terbuat dari rumput dan bilah kecil bambu. Juga ada yang disebut wayang sabat, wayang wahyu, dan wayang potehi. Sebagai pelengkap, ditampilkan boneka dari sejumlah negara dan berbagai jenis topeng nusantara.

Wayang merupakan kekayaan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO pada 2003. Marilah bersama-sama mengunjungi Museum Wayang. Karcis masuknya pasti terjangkau, hanya Rp 2.000, Rp 1.000, dan Rp 600 masing-masing untuk dewasa, mahasiswa, dan anak-anak/pelajar. Museum Wayang buka Selasa sampai Minggu pukul 09.00-15.00. Senin dan hari libur nasional tutup. (djulianto susantio)

(Untuk mengetahui wayang revolusi silakan klik DI SINI)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: