Oleh: hurahura | 16 November 2010

Istana Prabu Siliwangi Yang Gagal?

KOMPAS Jawa Barat, Sabtu, 13 Nov 2010 – Sejumlah mitos menyelimuti situs megalitik Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Salah satunya ialah keyakinan bahwa bangunan batu berundak itu dibangun Prabu Siliwangi sebelum ia hijrah ke Bogor, 2.500 tahun sebelum Masehi.

Secara turun-temurun, kawasan seluas 4.000 meter persegi itu dikisahkan sebagai bekas Kerajaan Pajajaran. Bentukan batu yang berdiri, berjajar, ditumpuk, dan beberapa tampak membentuk kolom-kolom itu dimaknai warga sebagai bagian dari bangunan keraton yang urung diselesaikan.

“Ini dulunya tempat raja menerima tamu dan menjamunya dengan tari-tarian,” kata Dadi (48), Jumat (12/11), menunjuk kolom di pelataran pertama kompleks batuan berundak itu. Lebih dari 20 tahun Dadi menjadi juru kunci situs tersebut. Pengetahuannya pun lebih banyak dipengaruhi cerita rakyat.

Sejumlah batu dinamai sesuai dengan kemiripan bentuknya. Ada yang disebut batu gong, batu gendong yang besar berbentuk hampir silinder, dan batu tapak karena ada cerukan seperti tapak macan di salah satu sisinya.

Namun, sejumlah literatur, termasuk yang diterbitkan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, tidak menyinggung sama sekali keterkaitan situs itu dengan Kerajaan Pajajaran. Keyakinan itu tampaknya memang hanya tumbuh di benak warga yang mengaitkan situs itu dengan keagungan Kerajaan Pajajaran.(REK)


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.949 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: