Oleh: hurahura | 7 Agustus 2010

Keelokan Candi di Dataran Tinggi Dieng

OLEH: WAHYU DRAMASTUTI

Sinarharapan.co.id, Kamis, 5 Agustus 2010 – DIENG – Candi-candi Dieng yang terletak di puncak gunung merupakan campuran dua budaya yang harmonis. Menurut Hindu, candi adalah rumah dewa, sedangkan puncak gunung menurut pandangan asli orang Indonesia merupakan tempat tinggal roh para leluhur.

Ternyata dua keyakinan yang tampaknya bertentangan ini dapat diolah menjadi sebuah keyakinan baru yang khas Indonesia. Tempat roh leluhur ada di gunung, sementara candi bagaikan titisan dewa. Dan Dieng menjadi saksi campuran dua budaya yang sangat berhasil.

Kawasan Dieng yang terdapat di Provinsi Jawa Tengah, menyimpan berjuta peradaban manusia melalui tatahan-tatahan candi. Di sana terdapat Kompleks Candi Arjuna yang mampu menjadi magnet para wisatawan. Kompleks candi ini berada di hamparan rerumputan, yang terlihat sangat artistik terutama di pagi hari saat matahari terbit (sunrise).

Di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara ini ada sebuah kompleks candi Hindu, yaitu Candi Arjuna peninggalan abad ke-7 hingga 8. Dibangun pada tahun 809, Candi Arjuna merupakan salah satu dari delapan kompleks candi yang ada di Dieng. Ketujuh candi lainnya adalah Semar, Gatotkaca, Puntadewa, Srikandi, Sembadra, Bima, dan Dwarawati.

Sebetulnya di kompleks candi ini terdapat 19 candi, namun hanya delapan yang masih berdiri. Saat ini bangunan-bangunan candi ini terlihat memprihatinkan karena bebatuannya ada yang telah rontok, sementara di beberapa bagian terlihat retak memanjang 5 sentimeter. Selain itu, bangunan ini sudah mulai miring ke arah barat. Bahkan menurut literatur, fondasi bagian timurnya telah ambles sekitar 15 hingga 20 sentimeter.

Jika berwisata ke dataran tinggi Dieng, pengunjung bisa menggunakan mobil pribadi dengan cukup nyaman karena jalannya cukup mulus. Pemandangan sekeliling yang dilintasi menarik, terutama kebun kentang dan kacang Wonosobo. Udaranya pun sejuk, jendela mobil bisa dibuka kalau hendak menikmati hawa pegunungan.

Namun bagi yang hendak menggunakan angkutan bus umum juga mudah. Dari Wonosobo, Anda akan mudah memperoleh bus yang menuju Dieng, dengan cukup membayar Rp 10.000. Jika hendak menikmati keindahan matahari terbit, lebih baik menginap di lokasi semacam homestay supaya lebih leluasa berwisata sekaligus melepaskan rasa penat.


Berkeliling dengan Ojek

Setelah itu, jika hendak berkeliling lokasi dataran tinggi Dieng termasuk ke kawah Dieng yang terkenal, pengunjung yang tidak menggunakan mobil pribadi bisa memakai jasa ojek. Cukup membayar Rp 50.000 untuk setiap sepeda motor maka wisatawan sudah bisa puas berkeliling menuju seluruh area wisata Dieng, dengan waktu tidak terbatas. Pada saat berjalan-jalan keliling itulah, barang bawaan yang bisa ditinggal lebih baik dititipkan kepada tukang ojek tersebut. Dijamin aman.

Dengan berkeliling itu, pengunjung dapat menikmati masa lalu kejayaan Candi Arjuna, Candi Gatotkaca, Candi Bima, Telaga Warna, serta kawah Dieng berikut teater kawah Dieng.

Candi Bima memiliki ketinggian sekitar 8 meter, dibangun di atas fondasi yang berbentuk bujur sangkar berukuran 6 x 6 meter. Candi Bima memiliki hiasan pada bagian puncaknya. Candi yang berbentuk Sikhara (mangkuk yang ditangkupkan) ini, mendapat pengaruh gaya arsitektur dari India Utara. Sedangkan pengaruh gaya arsitektur India Selatan terdapat pada hiasan menara dan relung-relung yang berbentuk tapal kuda.

Sementara itu Candi Gatotkaca terletak tidak jauh dari Candi Bima. Candi Gatotkaca terletak di Bukit Panggonan, dari tepi candi terlihat Telaga Balekambang. Candi Gatotkaca berukuran 4,5 x 4,5 meter dan berbentuk bujur sangkar.

Sementara itu, Kompleks Candi Arjuna terbagi dalam dua barisan bangunan candi, yaitu deretan timur di mana terdapat Candi Arjuna-Srikandi, Puntadewa, dan Sembadra, sementara pada deretan candi di sebelah barat terdapat Candi Semar dan Candi Arjuna. Kelompok candi ini bangunannya berbentuk bujur sangkar dan berhiaskan relung-relung dan hiasan kala-makara di bagian dindingnya. Hiasan candi ini paling banyak terdapat pada puncaknya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: