Oleh: hurahura | 15 November 2013

Mimpi dan Penemuan Arkeologi

Mimpi terkadang dianggap ‘bunga tidur’ saja. Namun petuah ‘jangan sepelekan mimpi’, juga patut dipertimbangkan. Bukan tidak mungkin mimpi itu merupakan petunjuk berharga.

Seorang penduduk desa, Lukman, pernah mengalaminya. Suatu hari dia bermimpi diberi tahu oleh makhluk halus bahwa di lahan kebun kopi miliknya terdapat ‘harta karun’. Setelah dilakukan penggalian oleh sejumlah warga, memang benar terkuak beberapa buah peninggalan purbakala.

Kuburan batu yang diperkirakan dibuat sekitar tahun 5000 SM itu ditemukan pada Minggu, 17 Januari 2010. Lokasinya berada di Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Mimpi dan penemuan arkeologis memang sulit dijelaskan akal sehat. Namun nyatanya, banyak benda purbakala justru muncul karena firasat mimpi yang diterima masyarakat awam, bukan oleh kalangan arkeologi.

Penemuan yang paling fantastis pernah dilakukan oleh Seger yang ketika itu masih duduk di bangku kelas 3 SMP di Kediri. Suatu hari dia bermimpi ditegur kepala sekolahnya. Dengan marah pimpinan sekolah itu meminta Seger untuk segera melunasi tunggakan SPP. Tiba-tiba ketika Seger sedang ketakutan, seorang lelaki tua datang menghibur, “Sudahlah, Nak. Jangan gelisah, besok kamu akan mendapat rezeki.”

Tanpa memedulikan mimpinya itu, esoknya 21 Juni 1989, Seger yang juga nyambi sebagai buruh tani, kembali bekerja di sawah. Suatu kali cangkulnya menumbuk sebuah benda keras dan berkilauan. Seger sempat terpana sewaktu melihat benda tersebut terbuat dari emas murni bertahtakan permata dan berlian. Dia ingin sekali menjual benda tersebut, namun dia sadar bahwa barang itu bukan miliknya. Maka barang-barang itu diserahkannya kepada aparat desa.

Kemudian menurut pemeriksaan para arkeolog, benda tersebut berasal dari zaman Majapahit. Berkat kejujurannya itu, Seger kemudian dianggap sebagai “pahlawan”. Dia dianugerahi tanda jasa dan sejumlah uang. Kisah mimpi Seger tersebut banyak menghiasi media-media cetak pada awal 1990.

Masih banyak lagi masyarakat awam yang berhasil menemukan sejumlah artefak kuno, meskipun tidak sespektakuler atau sefantastis temuan Seger itu. Di kabupaten Magelang pada 1980-an seorang bapak tua pernah bermimpi didatangi seorang kakek berbaju putih dan berjenggot putih. Si kakek menyuruh dia untuk membongkar bagian dapur rumahnya. Ternyata, di bawah dapurnya itu terpendam sejumlah batu kuno, yang menurut penelitian para arkeolog merupakan bagian dari struktur sebuah candi.

Di dekat Palembang, juga pada 1980-an, seorang petani pernah bermimpi diperintahkan makhluk hitam tinggi besar untuk menggali pematang sawahnya. Setelah beberapa saat bekerja, dia menemukan beberapa “benda aneh” berupa arca-arca batu dari masa kerajaan Sriwijaya.

Sayangnya mimpi para arkeolog terbilang biasa-biasa saja. Andaikan para arkeolog bisa bermimpi seperti itu, mungkin segala kegelapan masa lampau, akan terurai sedikit demi sedikit.


Memecahkan masalah

Di mancanegara juga sama. Candi Angkor Wat di Kamboja berhasil menyembul ke permukaan berkat mimpi seorang pencari kupu-kupu. Di Mesir, sejumlah peninggalan Firaun berhasil ditelusuri keberadaannya karena mimpi seorang penggembala domba.

Menurut kajian para psikolog, mimpi adalah kekuatan bawah sadar manusia yang tidak terlihat. “Bunga tidur” ini dinilai sangat penting bagi kesehatan mental, fisik, dan emosional karena mimpi membantu seseorang untuk rileks, melepaskan rasa frustrasi, memilah informasi, memecahkan atau mengingatkan pada suatu masalah, mengembangkan fantasi, memberikan inspirasi, dan mengatur ulang keseimbangan (Dreams, 2005).

Mimpi diyakini merupakan sebuah petunjuk dan dapat menjadi sumber kekuatan dalam yang memperkaya hidup seseorang. Secara tidak sadar, hal ini sering dialami oleh banyak orang. Terlebih ketika memiliki persoalan yang tampaknya sulit terselesaikan. Biasanya ketika tertidur, secara tidak terduga mereka memperoleh “masukan” sehingga berhasil memecahkan masalahnya lewat aktivitas mimpi.

Pencipta mesin jahit, Elias Howe, suatu ketika pernah kesulitan menemukan “sesuatu” untuk menyempurnakan ciptaannya itu. Tiba-tiba suatu malam dia bermimpi ditangkap oleh orang-orang liar yang mengacungkan senjata aneh. Howe memerhatikan pada ujung senjata itu ada lubang. Kemudian dia terbangun dan segera menyempurnakan ciptaannya, yakni jarum (jahit) yang ujungnya berlubang (Kekuatan Pikiran, 2005).

Lain halnya Dr. James Watson. Selama bertahun-tahun dia menekuni penelitian DNA, namun gagal terus. Suatu malam dia bermimpi melihat dua ekor ular saling melilit. Ketika terbangun, dia bertanya kepada dirinya sendiri, “Mungkinkah DNA itu berupa dua helix yang saling berlilitan?” Dia kemudian mengikuti mimpinya untuk memecahkan teka-teki kode genetika dan ternyata berhasil. Akhirnya dia dianugerahi penghargaan bergengsi sejagat raya, Nobel.

Dari mimpi pula H.V. Helprecht, Profesor Bahasa Assyria di Universitas Penssylvania (AS) berhasil memecahkan misteri artefak kuno yang ditelitinya. Selama berhari-hari, usahanya untuk membaca tulisan kuno pada dua pecahan batu akik yang diperkirakan merupakan batu cincin orang Babylonia (sekarang Irak), sia-sia belaka.

Suatu ketika dia tertidur siang dan bermimpi. Seorang imam berkata kepadanya, “Kedua pecahan yang kamu umumkan sebenarnya berkaitan, dan bukan cincin. Dua lingkaran pertama adalah subang bagi patung dewa. Kedua pecahan adalah bagian dari batu itu. Akhirnya, persoalan pun terjawab karena Helprecht berhasil merekonstruksi pecahan-pecahan itu (Rahasia Kekuatan Pikiran Bawah Sadar, 2002 dan Misteri Mimpi & Maknanya, 1994).

Oleh: Djulianto Susantio

Iklan

Responses

  1. Saya malah beberapa bulan yang lalu pernah mimpi di bawah pohon belakang rumah mertua saya ada prasasti. Kebetulan rumah mertua saya 500 m selatan candi surowono. Tapi ya mungkin saja bunga tidur. Salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: