Oleh: hurahura | 13 Februari 2011

7 Goa Prasejarah Belum Terlindungi

sains.kompas.com, Jumat, 11 Februari 2011 – Sebanyak tujuh goa prasejarah di situs Asera, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, hingga kini belum memiliki status perlindungan dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat. Padahal, goa-goa itu menyimpan kekayaan besar arkeologi yang bisa menjelaskan asal-usul kehidupan manusia di Sulawesi Tenggara.

“Saat ini, goa-goa itu terancam rusak karena di sekitar kawasan tersebut terdapat berbagai usaha tambang mineral. Padahal, goa-goa itu belum dieksplorasi secara mendalam dari aspek arkeologisnya,” kata Staf Teknis Arkeologi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sultra La Ode Ali Ahmadi, di Kendari, Jumat (11/2/2011).

Untuk menyelamatkan goa-goa yang juga dikenal masyarakat setempat dengan nama goa tengkorak itu, Ali mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Makassar untuk melakukan studi zonasi pada tahun ini.

Studi zonasi merupakan tahap awal untuk memetakan situs purbakala sebelum berlanjut kepada studi teknis yang akan menggali lebih jauh nilai-nilai kepurbakalaan serta rencana pengembangan situs bersangkutan. “Dari situ, baru bisa dibuat status perlindungan legal formal dan rencana konservasinya. Harapan kami tahun ini juga sudah bisa selesai,” ujar Ali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori