Oleh: hurahura | 1 Mei 2015

Kekayaan yang Perlu Perhatian

PratimaKOMPAS/SUSI IVVATY

Replika Pratima di Museum Arkeologi Gedong Arca di Gianyar, Bali, sebagaimana terlihat Senin (27/4), merupakan salah satu benda cagar budaya. Pelestarian warisan sejarah itu masih belum optimal.

Indonesia memiliki banyak kekayaan cagar budaya yang tersebar di sejumlah daerah. Namun, akibat aneka keterbatasan, sebagian peninggalan peradaban masa lalu itu kurang terpelihara. Kondisi memprihatinkan ini tentu perlu jalan keluar.

Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, misalnya, memiliki ratusan cagar budaya, yaitu masing-masing 844 buah dan 897 buah. Namun, pelestarian peninggalan bersejarah tersebut masih belum optimal.

Cagar budaya di kedua provinsi itu termasuk dalam wilayah kerja Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Gianyar yang berpusat di Gianyar, Bali. Padahal, balai ini juga mengurusi cagar budaya Bali sebanyak 18.258 buah. Atau, total cagar budaya yang menjadi tanggung jawab balai ini mencapai 19.996 buah (data Desember 2014).

“Cagar budaya di Bali lebih bisa dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik karena digunakan hampir setiap hari, semisal pura,” kata Kepala BPCB Gianyar I Wayan Muliarsa saat ditemui di Gianyar, Senin (27/4).

Selain pura, situs-situs seperti situs manusia purba di Gilimanuk, situs makam Buyut Lebay di Loloan Kangin Jembrana, dan situs Munduk Tumpeng di Berambang Nagara juga dimanfaatkan untuk pariwisata. Para wisatawan mancanegara rupanya juga tertarik untuk mendalami sejarah dan kebudayaan Bali yang tecermin dalam kesenian dan cagar budayanya.

“Cagar budaya di Bali ini juga menjadi benteng pertahanan. Penduduk Bali ini sangat percaya kepada kekuatan tradisi, upacara, benda-benda pusaka, dan semacam itu. Merusak cagar budaya tersebut menakutkan karena si perusak pasti akan mendapat balasan. Jadi, memang cagar budaya di Bali itu relatif terjaga,” tutur Muliarsa.


Di NTB dan NTT

Keadaan di Bali berbeda dengan NTB dan NTT. Menurut Kepala Seksi Perlindungan, Pengembangan, Pemanfaatan BPCB Gianyar Ni Komang Aniek Purniti, pengawasan cagar budaya di kedua provinsi tersebut dilakukan para juru pelihara di setiap situs. Koordinasi bisa melalui telepon.

Jumlah juru pelihara cagar budaya di wilayah Bali, NTB, dan NTT saat ini 240 orang. “Kalau melihat cakupan wilayah dan jumlah cagar budayanya, ya memang kurang,” kata Komang.

Beberapa cagar budaya di NTB termasuk penting, misalnya kompleks makam Dande Saleh di Ampenan, Mataram, dan situs kampung adat Karang Bayan di Karang Bayan, Lombok Barat. Benda cagar budaya yang juga menarik adalah alat musik baris batek lingsar, tersimpan di satu situs di Narmada, Lombok Barat. Alat musik ini antara lain berupa senjata pedang, pemukul gong, rincik, kajar, dan kenot.

Di NTT, beberapa cagar budaya yang penting antara lain meriam Perang Dunia II di Kelapa Lima, Kupang, dan Goa Jepang PD II di Nunbaun Delha, Kecamatan Alak, Kupang. “Banyak yang harus dikerjakan untuk wilayah timur,” kata Giri Prayoga, Ketua Kelompok Kerja Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Gianyar.


Kurang optimal

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Marijan mengakui kurang optimalnya pelestarian cagar budaya yang berjumlah sangat banyak. “Lucunya, saya dilapori, ada tumpang tindih dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Padahal, BPCB seharusnya bersinergi dengan dinas terkait,” katanya.

Bagaimanapun, kekayaan cagar budaya di Nusantara perlu segera dapat perhatian serius. Jika tidak, kekayaan itu akan rusak, bahkan hilang, lalu bangsa ini merugi. (IVV)

(Sumber: Kompas, Kamis, 30 April 2015)

Iklan

Responses

  1. Pelestarian ini semakin mendesak untuk segera dilakukan ya Pak. Takut, nanti malah terbengkalai, kemudian hilang. Semoga saja tidak demikian.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: