Oleh: hurahura | 9 Maret 2015

Pembasmian Budaya Meluas

ISISAP PHOTO/ANTONIO CASTANEDA

Arsip foto yang diambil pada 27 Juli 2005 memperlihatkan patung perempuan berjubah yang dipercaya sebagai figur pasangan raja di dalam kompleks kota kuno Hatra, 320 kilometer sebelah utara Baghdad, Irak. Milisi NIIS dilaporkan merusak warisan budaya yang tak ternilai harganya ini.

Penghancuran situs-situs bersejarah di Irak oleh milisi Negara Islam di Irak dan Suriah meluas. Setelah museum di Mosul dan kota Nimrud, kota Hatra yang masuk Situs Warisan Dunia PBB dibuldoser NIIS, Sabtu (7/3). PBB menyebut, itu serangan pada sejarah kota-kota Arab Islam. Pembasmian budaya terus berjalan di Irak.

Penghancuran sisa-sisa peninggalan bersejarah di kota kuno Hatra itu diungkapkan para pejabat Kementerian Pariwisata dan Peninggalan Purbakala Irak, Sabtu lalu. Mereka menerima kabar dari kota Mosul, yang saat ini dikuasai milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS), Sabtu itu situs di Hatra dihancurkan.

Belum diketahui, seberapa parah kerusakan akibat penghancuran kota Hatra. Menurut pejabat kementerian, pihaknya belum menerima gambar apa pun terkait level kerusakan di Hatra.

NIIS Hancurkan Situs di Hatra, Irak Minta Perlindungan Internasional

Seorang warga setempat menuturkan kepada kantor berita Reuters, ia mendengar ledakan kuat di Hatra, Sabtu dini hari. Ia menambahkan, beberapa warga terdekat dengan lokasi penghancuran menyampaikan kabar bahwa milisi NIIS menghancurkan sebagian bangunan di kota itu dan meratakan sebagian bangunan tersebut.

Saeed Mamuzini, pejabat Kurdi Mosul, mengatakan, milisi NIIS menggunakan bahan-bahan peledak untuk menghancurkan bangunan-bangunan di Hatra, selain juga meratakannya dengan tanah. Sebelum Hatra dihancurkan, artefak-artefak di kota itu dijarah sejak Kamis lalu.

“Penghancuran Hatra menandai titik balik dalam strategi mengerikan dari pembasmian budaya yang sedang berlangsung di Irak,” kata Irina Bokova, Kepala Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

Penghancuran di Hatra dilaporkan hanya dua hari setelah Kementerian Pariwisata dan Peninggalan Purbakala Irak menyatakan NIIS membuldoser kota kuno Assyiria, Nimrud, dan sepekan setelah NIIS merilis video tayangan penghancuran artefak- artefak di museum Mosul.

Hatra berlokasi sekitar 110 kilometer selatan Mosul. Kota itu merupakan satu dari empat Situs Warisan Dunia PBB di Irak dan salah satu peninggalan arkeologis paling terkenal. Pada era Kekaisaran Parthia, itu kota besar yang dikelilingi benteng.

Berkat tembok tebal dan tinggi yang ditopang menara-menara, kota itu tercatat pernah mampu menahan invasi Romawi tahun 116 dan 198 sebelum Masehi. Pusat perdagangan kuno di Hatra memanjang sejauh 6 kilometer berbentuk lingkaran dan ditopang lebih dari 160 menara.

Di bagian tengahnya terdapat sejumlah tempat ibadah dengan satu tempat ibadah besar di tengah, sebuah struktur bangunan yang ditopang kolom setinggi hingga 30,48 meter.

“Ini serangan langsung pada sejarah kota-kota Arab Islam dan menegaskan arti penghancuran warisan sejarah bagi propaganda kelompok-kelompok ekstrem,” ujar Bokova dalam pernyataan bersama Direktur Jenderal Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya Islam Abdulaziz Othman Altwaijri.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengecam keras penghancuran peninggalan bersejarah di Irak dan menyatakan hal itu sebagai kejahatan perang.

Milisi NIIS beralasan, penghancuran tersebut mereka lakukan karena benda-benda dan peninggalan bersejarah di Irak dijadikan berhala sesembahan. Arkeolog membandingkan aksi mereka dengan penghancuran milisi Taliban atas patung-patung Buddha Bamyan di Afganistan 2001.

Namun, perusakan milisi NIIS juga menyasar tempat-tempat suci umat Muslim yang mereka anggap sesat. Juli tahun lalu, mereka menghancurkan makam Nabi Yunus di Mosul serta tempat-tempat ibadah warga Syiah.

“Ini bagian propaganda mereka, dibuat untuk mengejutkan kita,” ujar Eleanor Robson, profesor sejarah Timur Dekat kuno di Universitas College, London.


Butuh perlindungan

Kementerian bidang purbakala Irak menyebutkan, minimnya respons internasional yang keras atas serangan NIIS terhadap situs-situs bersejarah di Irak telah mendorong milisi itu melanjutkan aksi penghancuran mereka.

“Tertundanya dukungan pada Irak mendorong para teroris melakukan kejahatan lain pencurian dan penghancuran peninggalan di kota Hatra,” demikian pernyataan kementerian tersebut.

“Langit tidak di tangan orang Irak, langit tidak di tangan kami. Karena itu, komunitas internasional harus bergerak dengan cara yang mereka miliki,” kata Fahad al-Shershab, Menteri Pariwisata dan Peninggalan Purbakala Irak di Baghdad.

“Kami butuh dukungan udara,” lanjutnya. “Yang kami inginkan dari komunitas internasional dan koalisi internasional adalah melancarkan serangan udara terhadap terorisme di mana pun.”

“Situs Hatra adalah situs di padang pasir yang memungkinkan melihat adanya penyusupan siapa pun,” lanjut Shershab.

Dari medan pertempuran merebut Tikrit dari NIIS dilaporkan, Sabtu lalu pasukan Irak dan milisi pendukungnya merebut kota Tal Ksaiba di pinggiran Tikrit.

“Kami menyerbu dan menggeledah rumah untuk melindungi warga dan mempertahankan laju pasukan,” kata Ismaiel Dhia Sultan, anggota milisi Organisasi Badr, kepada Al Jazeera.

Tal Ksaiba berlokasi di sebelah timur kota Al-Alam dan berjarak hampir 10 kilometer sebelah timur Tikrit. Kepolisian Irak mengatakan, mereka berencana memfasilitasi kepulangan warga kembali ke rumah masing-masing. (AP/AFP/REUTERS/SAM)

(Sumber: Kompas, Senin, 9 Maret 2015)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: