Oleh: hurahura | 22 Desember 2017

Pelestarian Kompleks Makam Belanda (Kerkhof) di Indonesia

Kerkhof-1Kerkhof Peutjoet (Sumber: indonesiakaya.com)

Selama masa penjajahan Belanda, di Indonesia terdapat berbagai tinggalan budaya. Banyak di antaranya sudah menjadi Cagar Budaya,  seperti rumah tinggal, benteng, gereja, pabrik, dan kantor. Selama ini tinggalan-tinggalan masa kolonial yang masih kurang serius untuk dilestarikan adalah kerkhof atau kompleks makam Belanda.

Dulu di masa penjajahan, hampir setiap kota memiliki kerkhof. Hal ini tak terlepas dari kebutuhan masyarakat Belanda akan kompleks permakaman yang dekat dengan tempat tinggal mereka. Makam-makam itu umumnya dibuat dalam bentuk artistik seperti tugu kecil. Muhammad Chawari (2003) menyebutkan bahwa ukuran dan bentuk makam dipengaruhi oleh kemampuan yang dimiliki oleh si meninggal. Makam-makam itu dilengkapi dengan prasasti yang terbuat dari batu marmer.


Digusur

Sayangnya, atas nama pembangunan kota, kerkhofkerkhof itu digusur pada  1970-1990-an. Ada yang masih menyisakan sedikit lahan, ada pula disingkirkan semuanya. Selain itu dengan banyaknya orang-orang Belanda yang keluar dari Indonesia paskakemerdekaan, makam-makam Belanda itu menjadi tak terurus. Prasasti makam-makam Belanda juga menjadi korban penjarahan, sehingga banyak makam sulit dikenali lagi. Kerkhofkerkhof yang masih ada biasanya digunakan sebagai tempat pemakaman umum.

Kerkhof-2Kompleks Kerkhof Purworejo (Dokpri)

Kenyataan demikian menunjukkan bahwa kerkhof merupakan salah satu tinggalan masa kolonial yang rentan rusak dan hilang. Mengapa kerkhof harus dilestarikan? Kerkhof tak sekadar tempat menguburkan jasad, namun juga berhubungan erat dengan keberadaan sebuah komunitas, kebudayaan, dan kepercayaan.

Data prasasti yang terdapat di makam dapat memberi informasi sejarah, misal genealogi, ragam pekerjaan di masa lampau, dan data kelahiran atau kematian yang terjadi pada tahun tertentu. Bahkan lebih jauh lagi, keberadaan kerkhof dengan bentang lahannya dapat menjadi habitat tanaman atau hewan liar.


Museum terbuka

Sejauh ini kerkhof di Indonesia yang cukup terpelihara ialah Museum Taman Prasasti di Jakarta dan kerkhof Peutjoet di Banda Aceh. Museum Taman Prasasti merupakan bekas kerkhof Tanah Abang yang sebagian kecil tanahnya dipertahankan sebagai museum terbuka oleh pemerintah DKI Jakarta pada 1970-an. Di sana dipajang berbagai batu nisan yang khas dan ditata dalam sejenis taman.

Pada museum itu dapat dijumpai tokoh-tokoh yang tak hanya memainkan peranan penting dalam sejarah Jakarta, namun juga sejarah Indonesia. Sementara itu, kerkhof Peutjoet di Banda Aceh merupakan kuburan militer Belanda untuk para serdadu yang tewas pada masa Perang Aceh (1873-1904). Keberadaan kerkhof itu dikelola oleh Yayasan Dana Peutjeot yang dibentuk pada 1976 atas inisiasi veteran tentara Belanda yang pernah berperang di Aceh, J.H.J Brendegen. Ia merasa prihatin melihat kondisi makam-makam tentara Belanda yang terabaikan. Biaya pengelolaan kerkhof Peutjoet diperoleh dari donatur.

Dari tulisan di atas, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya masih ada harapan untuk menyelamatkan kerkhofkerkhof yang masih tersisa di Indonesia. Apa yang diperlukan hanyalah niat dan tindakan serius dari pemerintah dan masyarakat.


Daftar Pustaka

  • Chawari, Muhammad. 2003. “Bentuk-Bentuk Makam Belanda di Cilacap dan Purworejo,” dalam Berkala Arkeologi XXIII (1).
  • Heuken, Adolf. 1997. Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka.
  • National Trust. 2009. Guidelines for Cemetry Conservation. New South Wales; Departement of Plannings, Heritage Branch.

*********

Penulis: Lengkong Sanggar Ginaris, Lulusan Arkeologi UGM 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: