Oleh: hurahura | 28 November 2012

Candi Kuno di Lamongan

KOMPAS/ADI SUCIPTO
Temuan dan ekskavasi candi di areal persawahan Desa Siser, Kecamatan Laren, Lamongan, Jawa Timur, menjadi perhatian warga, Minggu (25/11). Candi yang ditemukan diduga untuk pemujaan dan dibuat pada kisaran abad ke-11 hingga 16 Masehi.

KOMPAS, Senin, 26 November 2012 – Tim Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala dan Benda Cagar Budaya Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (25/11), menghentikan ekskavasi candi di areal persawahan Desa Siser, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan.

Menurut arkeolog dari BP3 Trowulan, Mojokerto, Wicaksono Dwi Nugroho, awal pekan lalu, dipastikan struktur bangunan yang diekskavasi merupakan candi bercorak Hindu yang diperkirakan peninggalan abad ke-11 hingga abad ke-16 Masehi sebelum berdirinya Majapahit.

Wicaksono memaparkan, struktur bangunan membentuk segi empat sama sisi. Bagian tengah membentuk lubang segi empat untuk bilik sumuran. Selain itu ditemukan pula dua yoni.

Tim juga menggali sekitar yoni dan sekitar struktur candi. Luas tampak sementara bila ditarik ke empat mata angin secara simetris sekitar 10 meter x 10 meter.

Candi itu diduga untuk pemujaan. Pintu masuknya di bagian timur. Bukti penguatnya ada dua pilar di kiri kanan. Belum ditemukan indikasi tangga. Ada dua yoni yang terbuat dari batu kumbung. Penempatan yoni baru tidak di sumuran diduga karena bangunan utama tertimbun lumpur banjir luapan Bengawan Solo. Bangunan candi terbuat dari paduan batu kali, bata merah, dan bata kumbung.

Supriyo dari Lembaga Studi dan Advokasi Pembaruan Sosial dan Koordinator Cakra Budaya Lamongan menyatakan, hingga saat ini di Lamongan tercatat ada 44 prasasti dan lima candi ditemukan. Candi yang ditemukan ialah di Bowocangkring Kecamatan Bluluk (Sambeng), Siser (Laren), dan Lukrejo (Sukodadi). Selain itu ditemukan petirtaan di Sukodadi dan fajra (genta) di Plosowayu. (ACI)

Iklan

Responses

  1. Fenomena masa lampau,warisan luhur nenek moyang.
    Jgn sampai tangan-tangan jahill itu merusak nya.

  2. ayo kita jaga candi candi di nusantara,pengagum candi candi kuno

  3. kita sebagai warga indonesia hendaknya menjaga segala warisan nenek moyang kita. karena warisan leluhur kita belum tentu di miliki negara2 lain.
    salam dari desa kradenanrejo

  4. salah satu candi malah terbengkalai gi mana mau d jaga dari pemerintah aja gak ada tindak lanjutnya lubang d biarkan menganga mending d timbun lagi biar kaya kata si mbah jaman dulu mending arca kita serahkan ke bengawan solo dari pada d biarkan malah d rusak biarkan alam menjaga rahasia harta tanah airku .
    apa emang benar ya candi itu di diamkan agar tak seperti saat ini
    kasian candi slumpang biarlah. dia menjadi penjaga rawa ini


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori