Oleh: hurahura | 29 April 2015

“Penghuni Awal” Sulawesi Ditemukan

Tim peneliti dari Balai Arkeologi Makassar, Sulawesi Selatan, menemukan tengkorak yang diduga manusia Austromelanesoid di goa karst prasejarah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Jika terbukti, tengkorak itu merupakan temuan kerangka fisik pertama dari Homo sapiens awal yang menghuni Pulau Sulawesi.

Ketua Tim Peneliti Balai Arkeologi Makassar Budianto Hakim, di Makassar, Jumat (24/4), mengatakan, tengkorak itu ditemukan dalam penggalian di Goa Bala Metti, Desa Pattuku, Kecamatan Bontocani, Bone. Goa tersebut satu dari 27 goa prasejarah di Bontocani yang sebelumnya telah diidentifikasi oleh tim Balai Arkeologi Makassar.

Tim meneliti di Goa Bala Metti pada 13-23 April sebagai tindak lanjut hasil survei goa-goa prasejarah Bontocani tahun lalu. “Tengkorak ditemukan pada 16 April saat penggalian di lubang uji (test pit) mencapai kedalaman 80 sentimeter,” ujar Budianto.

Di lapisan tanah bagian bawah tengkorak, ditemukan pula tiga gigi geraham manusia yang telah tanggal. Tim juga menemukan ribuan artefak batu yang menjadi perkakas manusia purba, seperti mata panah bergerigi, pisau, dan mata tombak. Terdapat pula sampah dapur berupa sisa tulang babi, kerbau, hingga kerang laut.

Dari konteks lapisan budaya dan alat-alat yang ditemukan di lokasi, Budianto menduga kuat tengkorak itu milik manusia purba ras Austromelanesoid yang hidup 11.700 tahun-60.000 tahun lalu. “Namun, masih harus diteliti lebih jauh,” katanya.


Diteliti

Untuk keperluan mengenali ciri-ciri fisik, Budianto mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan ahli-ahli dari Pusat Arkeologi Nasional. Guna mengetahui usia tengkorak, akan dilakukan dengan metode penanggalan karbon C14. “Sampel akan dikirim ke laboratorium di luar negeri yang memiliki fasilitas itu,” ujarnya.

Kepala Balai Arkeologi Makassar Gusti Made Sudarmika mengatakan, temuan itu titik terang dalam pelacakan manusia pembuat perkakas batu yang selama ini ditemukan di goa-goa karst di Sulawesi. Selain di Bone, peninggalan artefak serupa ditemukan di goa-goa karst Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Oktober tahun lalu, hasil penelitian mengungkap usia lukisan prasejarah di salah satu goa di Maros sebagai tertua di dunia, hampir 40.000 tahun. Namun, peninggalan lukisan atau perkakas batu di Sulawesi belum didukung temuan kerangka manusia pembuatnya. (ENG)

(Sumber: Kompas, Rabu, 29 April 2015)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: