Oleh: hurahura | 12 Agustus 2015

Komersialisasi Benda Berharga Dihentikan

German-1Ilustrasi: Pengangkatan BMKT di Belitung Timur (Sumber: internet)

Pemerintah memberlakukan moratorium atau penghentian komersialisasi atas benda berharga asal muatan kapal tenggelam. Segala bentuk survei dan pengangkatan BMKT dinyatakan ilegal.

Moratorium itu diputuskan dalam rapat Panitia Nasional BMKT di Jakarta, Selasa (11/8). Hadir dalam rapat itu perwakilan dari sejumlah kementerian dan lembaga anggota Panitia Nasional BMKT, antara lain Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Luar Negeri, Kejaksaan Agung, Kepolisian Negara RI, dan TNI AL.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang juga Ketua Panitia Nasional BMKT, mengemukakan, dengan moratorium itu, tidak ada lagi rekomendasi terhadap survei dan pengangkatan BMKT. Adapun survei yang dilakukan Kemdikbud untuk tujuan riset harus melalui persetujuan Panitia Nasional BMKT.

“Dengan adanya moratorium, survei dan pengangkatan dinyatakan ilegal. Jual-beli barang nilai sejarah tidak diperbolehkan. Ini sudah menjadi konsensus nasional negara-negara beradab yang menghargai sejarahnya,” kata Susi.

Sebelumnya, moratorium BMKT pernah dicabut pada September 2014 hingga Maret 2015. Setelah moratorium dicabut, terbit 8 rekomendasi survei untuk 5 perusahaan. Dari jumlah itu, muncul 2 rekomendasi pengangkatan untuk 1 perusahaan. Dengan moratorium ini, semua rekomendasi dan izin dibatalkan.

Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil KKP Sudirman Saad menambahkan, pemerintah segera membentuk tim menginventarisasi ulang BMKT yang sudah diangkat. Hasilnya akan dilaporkan paling lambat pada akhir September 2015 untuk dibawa ke rapat terbatas bersama Presiden RI guna memutuskan hasil inventarisasi. Inventarisasi itu mencakup jumlah barang yang disimpan di gudang penyimpanan milik pemerintah dan swasta.

“Hasil tim menunjukkan hasil pengangkatan BMKT, termasuk yang belum dibagi,” katanya.

Selain itu, sejumlah BMKT yang dititipkan di gudang swasta harus ditarik masuk ke gudang pemerintah di Cileungsi, Jawa Barat. Begitu juga BMKT yang sudah dipilih sebagai koleksi negara harus segera diambil.

Sudirman menambahkan, perusahaan yang sudah mendapat rekomendasi survei dan pengangkatan akan dibatalkan. Untuk itu, surat edaran akan segera diterbitkan.


Bangun museum

Susi mengatakan, pihaknya berencana menempatkan BMKT milik negara pada museum-museum yang didanai pemerintah. Dengan demikian, masyarakat dalam dan luar negeri dapat mengetahui sejarah kehebatan dan peradaban maritim Indonesia.

Salah satu lokasi penempatan BMKT yang diusulkan adalah di gedung baru kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan. Namun, penguasaan atas sumber sejarah itu tetap dimiliki negara.

Selama ini, barang bersejarah muatan kapal tenggelam di Indonesia justru banyak dipajang di Belanda dan Amerika Serikat. Sebagian dijual lewat pelelangan di Singapura, tetapi negara tidak memperoleh manfaat. Ada juga BMKT yang saat ini disimpan di gudang penitipan milik swasta.

Susi menambahkan, pengawasan terhadap BMKT perlu ditingkatkan karena terdapat banyak celah pelanggaran pengambilan BMKT. (LKT)

(Sumber: Kompas, Rabu, 12 Agustus 2015)

Iklan

Responses

  1. jual aja buat isi devisa yg kosong.ups kejam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: