Oleh: hurahura | 30 Oktober 2012

Situs di Penatih Digali

KOMPAS, Sabtu, 27 Oktober 2012 – Struktur batu padas berukuran besar yang diperkirakan bagian dasar candi ditemukan di halaman rumah pendeta Hindu di Kelurahan Penatih, Denpasar timur, Kota Denpasar, Bali. Tim peneliti dari Balai Arkeologi Denpasar tengah menggali situs yang ditemukan di Penatih itu.

Peneliti Balai Arkeologi Denpasar, Wayan Suantika, yang juga Ketua Tim Penggalian Situs Penatih, Kamis (25/10), menjelaskan, keberadaan situs di Penatih itu dilaporkan kepada Balai Arkeologi Denpasar awal Oktober lalu. Balai Arkeologi Denpasar menindaklanjuti laporan itu dengan mengadakan pengamatan awal, kemudian melakukan penggalian pada Kamis (18/10).

Penggalian di situs Penatih, kata Suantika, akan diakhiri Sabtu (27/10). Penggalian situs di Penatih melibatkan belasan orang, termasuk tim peneliti dari Balai Arkeologi Denpasar dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

”Setelah sekitar satu minggu penggalian, ditemukan struktur batu padas sepanjang 21 meter yang berada di kedalaman 1,25 meter dan memanjang arah utara selatan,” kata Suantika di lokasi penggalian di Penatih. ”Kesimpulan sementara struktur batu padas itu adalah karya manusia, sebuah tinggalan budaya, yang diduga dasar candi sisi timur,” kata Suantika.

Suantika mengatakan, temuan di Penatih memiliki perbedaan dengan situs bangunan candi lainnya di Bali yang berasal dari abad ke-14 Masehi. Perbedaan tersebut, antara lain, bentuk batu padas, yang digunakan sebagai struktur candi di situs Penatih, berupa balok besar dengan ukuran setiap balok sekitar 40 cm x 40 cm dan panjang mencapai 120 cm (1,2 meter). Pada situs lainnya, struktur candi umumnya menggunakan batu berukuran lebih kecil dan berbentuk pipih menyerupai bata.

Pemilik rumah, Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Gandha Kusuma, menuturkan, penemuan situs di halaman rumahnya itu dilakukan secara tidak disengaja. Kebetulan saat itu para pekerja di rumahnya sedang menggali bagian selatan halaman rumah untuk membuat sumur resapan.

Ketika penggalian mencapai kurang lebih 1,5 meter, mereka menemukan balok batu padas. Penemuan benda bersejarah tersebut kemudian dilaporkan kepada Balai Arkeologi Denpasar.

”Saya pun melaporkan ke Balai Arkeologi, kemudian petugas balai datang untuk memeriksanya,” kata Ida.

Berdasarkan temuan itu, menurut dia, penggalian terhadap situs dilakukan di beberapa titik di halaman rumahnya. Tindakan itu dilakukan karena benda-benda itu diduga tidak hanya berada di satu titik. (COK)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori