Oleh: hurahura | 15 April 2010

Otoritas Purbakala Bahas Perlindungan Benda Budaya

Media Indonesia, 8 April 2010 – OTORITAS benda-benda purbakala dari seluruh dunia berkumpul di Mesir untuk menggodok strategi guna merebut kembali harta bersejarah yang dianggap telah dirampas dari negara-negara mereka dan dipamerkan di luar negeri.

Para pejabat, wakil menteri kebudayaan, dan direktur museum dari 16 negara bertemu dalam sebuah konferensi selama dua hari yang dibuka kemarin di Kota Kairo. Dewan Agung Benda-benda Purbakala Mesir (SCA) mengatakan forum itu akan membahas mengenai perlindungan dan pemulangan warisan budaya.

Di samping itu, para delegasi juga akan membuat daftar arnfak yang hilang dari negara-negara mereka yang kini dipamerkan di museum-museum di luar negeri. Konferensi tersebut juga akan menyerukan kepada badan budaya PBB, UNESCO, untuk mengamandemen konvensi yang melarang ekspor atau kepemilikan benda-benda purbakala curian yang diperoleh setelah 1970.

Kepala SCA, Zahi Hawass, selama bertahun-tahun telah berjuang untuk merebut kembali artifak-artifak kuno Mesir dari luar negeri. Sebagian telah berhasil dibawa pulang. Menurut situs berita Afrika Selatan News24, Mesir pada Maret lalu mengatakan telah berhasil membawa pulang sekitar 25 ribu artifak dari Inggris.

Artifak-artifak itu termasuk sebuah kapak batu dari zaman 200 ribu tahun silam dan tembikardari abad ketujuh sebelum Masehi. Hawass kini tengah membidik dua objek penting, yakni Batu Rosetta yang telah berada di Museum Inggris selama lebih dari 200 tahun dan sebuah parung kepala dan bahu Ratu Nefertiti yang berusia 3.400 tahun. Parung itu kini dipamerkan di Museum Neues, Berlin, Jerman.

Tahun lalu, Mesir telah memutuskan hubungan dengan Museum Louvre di Paris untuk menekan Prancis agar mengembalikan prasasti-prasasrj yang dicopot dari sebuah lukisan dinding di makam kuno, di Lembah Raja-Raja di Luxor, di selatan Mesir.

Sejak mulai menjabat pada 2002, Hawass telah membantu Mesir merebut kembali 31 ribu benda kuno dari luar negeri. Tahun lalu ia menegaskan, “Apa yang sudah dicuri dari kita harus dikembalikan.”

Sebanyak 30 negara telah diundang untuk hadir dalam konferensi ini, tapi hanya 16 yang mengirimkan wakil yakni Bolivia, China, Guatemala, Honduras, India, Irak, Italia, Korea Selatan, Libia, Meksiko, Nigeria, Siprus, Spanyol, Sri Lanka, Suriah, dan Yunani. (EP/I-1)


Responses

  1. Selamat pagi, posting yang menarik, salut untuk anda.
    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru berjudul : “Proses kerja usaha cuci sepeda motor?”, serta artikel lain yang bermanfaat, dan kalau berkenan tolong dikasi komentar.
    Terima kasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: