Oleh: hurahura | 24 Desember 2012

Patung Pemuda Membangun

pemudaDok. indonesiakaya.com

Warta Kota, Kamis, 22 November 2012 – Selain Patung Pahlawan (Tugu Tani) dan Patung Diponegoro, Patung Pemuda Membangun juga memiliki ketinggian rendah. Patung ini terletak di bundaran air mancur Senayan, tepatnya hanya beberapa puluh meter dari pusat pertokoan Ratu Plaza. Bila menaiki bis Transjakarta jurusan Blok M-Kota, maka patung ini akan terlewati. Patung ini dibangun oleh tim yang tergabung dalam Biro ISA (Insinyur, Seniman, Arsitek) di bawah pimpinan Imam Supardi. Penanggung jawab pelaksanaan adalah Munir Pamuncak.

Patung ini dibuat dari beton bertulang. Pekerjaan dimulai pada Juli 1971. Rencana semula peresmian akan dilakukan dalam acara Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1971. Namun karena proses pengerjaan belum rampung, maka peresmian mengalami keterlambatan beberapa bulan. Patung ini baru diresmikan pada Maret 1972.

Dinamakan pemuda membangun karena menggambarkan seorang pemuda dengan semangat menyala-nyala membawa obor. Perwujudan patung ditekankan pada ekspresi gerak. Makna obor adalah sebagai alat penerang dan artinya secara filosofis adalah untuk menerangi hati yang gelap. Diharapkan pemuda mengambil peranan secara aktif dalam pembangunan. Partisipasi pemuda dalam pembangunan sangat diperlukan karena di tangan pemuda lah terletak masa depan bangsa. Ketika itu mulai dicanangkan Pelita (Pembangunan Lima Tahun) I.

Tujuan yang ingin dicapai dengan manifestasi patung ini adalah untuk mendorong semangat membangun yang pada hakekatnya harus dilakukan oleh para pemuda atau orang-orang yang berjiwa muda. Maka patung ini diberi nama Patung Pemuda Membangun. Seluruh pendanaan pembuatan patung disandang oleh perusahaan minyak yang saat ini bernama Pertamina. Ketika itu pimpinan tertingginya, Ibnu Sutowo, ikut memegang peranan.

Penempatan patung di tempat ini dinilai praktis dan strategis. Praktis karena tempatnya luas, cukup memenuhi syarat untuk membangun patung yang besar. Strategis karena tempat itu merupakan titik pertemuan antara jalan-jalan utama di bilangan Kebayoran Baru. Selain itu lokasinya dekat dengan kompleks olahraga Senayan dan Gedung DPR/MPR, tempat penetapan rencana pembangunan lima tahun (Sejarah Singkat Patung-patung dan Monumen di Jakarta, 1985).

Patung ini berukuran cukup tinggi. Upaya perawatannya dilakukan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta, antara lain melalui oleh Dinas Pemadam Kebakaran untuk ‘memandikan’ patung. Soalnya hanya dinas ini yang memiliki tangga tinggi untuk penyemprotan. (Djulianto Susantio, pemerhati sejarah dan budaya)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori