Oleh: hurahura | 4 Januari 2011

Makam Kaisar Huang Di, Makam Nomor Satu di Kolong Langit

Epochtimes.co.id, Kamis, 8 Januari 2009 – Di sebelah utara kota kecamatan Huang Ling, 1 km dari kota, di sekitar Qiao Shan (baca: Jiao Shan), Provinsi Shan Xi, dengan panorama gunung dan air yang indah, peristirahatan leluhur bangsa Tionghoa “Makam Xuan Yuan – Huang Di (baca: Huang Ti / Kaisar Kuning)” terletak di puncak bukit Qiao Shan, disebut “Makam Nomer Satu di Kolong Langit”.
  
Huang Di boleh dibilang adalah leluhur keturunan suku bangsa dari wilayah Hua Xia (Tiongkok Tengah), beliau memakai Tanah sebagai simbol raja, tanah berwarna Kuning, juga sebagai kepala dari 5 Elemen (Tanah, Air, Api, Logam, Kayu), maka itu dinamakan Huang Di (Kaisar Kuning). Kitab kuno mencatat bahwa tersebutlah 3 raja 5 kaisar, Huang Di adalah salah satu dari 3 raja juga sebagai kepala dari 5 kaisar.

Menurut catatan buku sejarah kuno , Huang Di sejak kanak-kanak kepintarannya sudah melebihi orang normal, memiliki kemampuan hal-hal gaib dan supra natural, lebih-lebih setelah dewasa terkenal tulus, jujur dan tangkas. Pada masa akhir kaisar Yan, para adipati saling mengagresi, sehingga menodai spirit leluhur; karena terjadi kekacauan dimana-mana lalu Huang Di menggerakkan tentara, menyerukan kepada seluruh negeri untuk meningkatkan moral, mengalahkan kaisar Yan di Ban Quan dan menggantikan kaisar Yan sebagai putra Langit, kemudian mengalahkan juga Chi You di padang alang-alang Zhuo Lu, pada akirnya menyatukan seluruh Tiongkok.
  
Huang Di memimpin para warga leluhur menentukan kalender, membangun kereta dan perahu, mencipta tulisan, merintis ilmu pengobatan, mendidik rakyat menanam pohon murbei, beternak ulat sutra, memproduksi busana, menentukan irama musik dan ilmu berhitung, telah mengokohkan fondasi 5.000 tahun kebudayaan Tionghoa yang cemerlang, beliau dinobatkan sebagai “Leluhur Utama Kebudayaan dan Manusia”.
  
Qiao Shan dikelilingi oleh air rawa-rawa dan pegunungan serta pohon pinus tua tinggi menjulang, terletak di kedalaman lingkungan pohon tua yang tentram dan damai seperti itulah terletak makam Huang Di, yang berlokasi di titik sentral dataran dari puncak gunung Qiao Shan.

Makam setinggi 3,6 m dan berukuran panjang keliling 48 m ini, mempunyai pagar dinding berelief bunga-bunga setinggi 1 m yang di tengah bidang tampak depannya terdapat satu batu prasasti bertuliskan “Mengendarai Naga di Qiao Shan” dari zaman dinasti Ming.

Konon ketika Huang Di pada usia 110 tahun, suatu hari sewaktu melakukan perjalanan inspeksi di provinsi He Nan, tiba-tiba dari arah langit terbang mendarat seekor naga kuning yang menghimbau Huang Di untuk menaikinya, maka Huang Di mengendarai dan terbang dengan naga kuning tersebut.

Ketika terbang sampai di Qiao Shan, rakyat yang berada di atas tanah menangisi Huang Di dan merasa berat ditinggalkan olehnya, namun akirnya Huang Di tetap menghilang (moksha) mengendarai naga tersebut, hanya meninggalkan jubahnya, maka orang-orang lantas mengubur jubah tersebut, membuat gundukan makam dan dijadikanlah sebagai makam. Sepenggal dongeng ini dinamakan “Mengendarai Naga di Qiao Shan”, bermakna Huang Di di Qiao Shan mengendarai naga dan terbang membumbung.
  
40 meter di depan makam terdapat altar setinggi kira-kira 20 m, pada prasasti batu yang terletak di sampingnya bertuliskan empat huruf: “Han Wu Xian Tai / Altar Dewa oleh Han-Wu”. Pembangunan altar tersebut berasal dari 110 S.M, ketika kaisar Han Wu (dari dinasti Han), Liu Che sepulangnya dari ronda wilayah utara, datang berziarah berdoa kepada Dewa untuk Huang Di.
  
Di kaki gunung Qiao Shan terdapat sebuah klenteng bernama “Kelenteng Xuan Yuan” atau “Klenteng Huang Di” yang konon berasal dari dinasti Han, kemudian Kaisar Tang Taizong pada pertengahan pemerintahannya juga membangun sebuah lagi di utara kota atau sisi barat Qiao Shan, tapi sewaktu tahun ke-5 masa pemerintahan kaisar Song Taizhu (dinasti Song) dipindahkanlah dan bergabung menjadi satu dengan kelenteng Xuan Yuan.

Semenjak itu direnovasi oleh para kaisar seperti: Yuan Zhizheng (dinasti Yuan), Ming Tianqi dan Chongzhen (dinasti Ming), Qing Shunzhi, Yongzheng, Qianlong dan Daoguang (dinasti Qing), selain itu dicatat pada prasasti atau direkam pada Kronik kota kecamatan.
  
Di dalam dan di luar kelenteng Xuan Yuan dipenuhi pepohonan rindang Sipres. Diantaranya terdapat sebatang pohon Sipres kuno yang kokoh, konon ditanam langsung oleh Huang Di sendiri, mestinya sudah berusia 5.000 tahun lebih, setinggi 20 m lebih, lingkaran bawahnya 11 m, berdahan gemuk bagai naga Qiu meliuk-liuk di udara, kuat dan megah, mahkotanya menyelimuti angkasa, adalah sebuah pohon Sipres tertua dan terbesar, disebut sebagai “Raja Pohon Sipres”.

Sebatang pohon Sipres kuno lainnya juga tinggi besar yang bertutul-tutul berada di depan aula besar di dalam bangunan kelenteng, karena kaisar Han Wu sepulang dari inspeksi pernah menggantungkan rompi emasnya pada pohon tersebut maka dinamakan “Sipres Ber-rompi”, disebut juga sebagai “Tergaib diantara Sipres”. Selain itu di dalam halaman kelenteng masih terdapat pula puluhan prasasti-prasasti pemugaran dan batu altar sembahyangan peninggalan kuno serta prasasti batu yang khusus berisi jasa Huang Di sebanyak 40 buah lebih.
  
Huang Di adalah leluhur peradaban bangsa Tionghoa, oleh karena itu dari dulu hingga sekarang tak henti-hentinya para raja, kaisar, adipati, jendral, menteri, penyair dan pujangga yang berziarah ke tempat tersebut.

Di puncak bukit terdapat prasasti batu, dinamakan “Batu Turun dari Kuda”, diatasnya terukir: “para pejabat/petinggi sipil dan militer sampai di tempat ini harus turun dari kuda”, maka itu dahulu kala para peziarah makam, pada tempat tersebut diharuskan turun dari kuda dan berjalan kaki sampai ke depan makam demi menunjukkan penghormatan kepada Huang Di. (dajiyuan/WHs)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori