Oleh: hurahura | 31 Juli 2010

Ribuan Koin Kuno di Septic Tank

Ribuan koin kuno semasa zaman Belanda ditemukan di galian septic tank di rumah warga Kel. Pilang, Kec. Kademangan, Kota Probolinggo. Koin kuno yang diduga kuat merupakan mata uang Tionghoa semasa Dinasti Sung itu kini disimpan di rumah Didik, warga Pilang.

“Sapiteng (septic tank) di rumah saya penuh. Saya menyuruh tukang untuk menggalinya lebih dalam. Ternyata di dalam galian ditemukan ribuan koin kuno,” ujar Didik, Jumat (18/6).

Pak Mat, tukang gali asal Desa Pesisir, Kec. Sumberasih, Kab. Probolinggo berteriak-teriak begitu menemukan koin-koin itu. ”Ada harta karuuun!”

Didik dengan kurk bergegas mendekati galian berukuran sekitar 2 x 1,5 meter dengan kedalaman 1 meter. ”Setelah dicek ternyata ribuan koin tembaga. Saya tidak tahu itu koin tahun berapa,” ujarnya.

Koin kuno seukuran mata uang logam (sekarang) Rp 50 itu bertuliskan huruf China. Bagian tengahnya berlubang bujur sangkar. Permukaan koin terlihat berjelaga.

Setelah digosok dengan tanah dan dibersihkan dengan sabun, barulah tulisan China itu terlihat. ”Haiya, owe sekarang kaya raya,” ujar seorang warga menggoda Didik dengan logat Tionghoa.

Puluhan warga kemudian berdatangan ke rumah Didik di Jl. Ijen 18, RT 2/RW 1, Kel. Pilang itu. Sejumlah personel polisi dari Polresta Probolinggo kemudian menyusul datang.

Tetapi polisi hanya mendata dan memotret lokasi galian, serta membawa beberapa koin. Sebagain besar koin masih disimpan di rumah Didik.

Disinggung soal kemungkinan Didik bakal menyumbangkan koin-koinnya ke Museum milik Pemkot Probolinggo yang kini bangunannya (gedung Graha Bina Harja) sedang direhab, Didik mengiyakan. “Silakan saja koin-koin itu disimpan pemerintah,” ujarnya.

Sejumlah warga meminta sejumlah koin untuk kenang-kenangan. ”Pak Didik, saya minta 5 koinnya, barangkali bisa mendatangkan hoki,” ujar seorang warga.


Semasa VOC

Sementara itu Sun Tjong (80), penjaga klenteng Tri Dharma, Kota Probolinggo mengatakan, koin-koin itu peninggalan Dinasti Sung. ”Ini mata uang Tionghoa, tahunnya antara 960-1279,” ujarnya ketika ditunjukkan contoh koin.

Bahkan dia bisa membaca tulisan pada koin. ”Ini tulisannya berbunyi Yen Pauw Dong artinya ini uang logam,” ujarnya.

Mata uang ini, kata Sun, terdiri atas dua keping yang dilekatkan menjadi satu. ”Satu keping ada tulisan Tionghoa, satu keping lain ada nominal uang,” ujarnya.

Kurun waktu masuknya uang itu ke Indonesia (960-1279), kata Sun, menunjukkan saat itu masa VOC, perusahaan dagang Belanda. ”Mata uang ini biasa digunakan untuk sesaji atau tempel peningan,” ujar Sun. isa

(surabayapost.co.id)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori