Oleh: hurahura | 31 Juli 2012

Bendungan Besar Suku Maya Bagian dari Sistem Pengaturan Air yang Brilian

Pemandangan sebuah kanal yang dibangun oleh Suku Maya. (UNIVERSITAS CINCINNATI)

epochtimes.co.id, Selasa, 31 Juli 2012 – Suku Maya dari Amerika Tengah mampu bertahan dari periode kekeringan selama hampir dua ribu tahun dengan teknik dan lansekap yang kompleks, termasuk area bendungan kuno terbesar di Tikal, Guatemala.

Sebuah studi baru menemukan bahwa lingkungan yang dibangun Suku Maya terintegrasi ke dalam sistem penyimpanan air dengan menghubungkan jalan yang sudah diratakan (sebagai saluran air) dan piramida di pusat-pusat perkotaan dengan waduk terangkat yang berada di dekatnya.

Tim peneliti ingin menjelaskan bagaimana Suku Maya yang jumlahnya mencapai 80.000 penduduk itu tinggal di Tikal berdampingan dengan sekitar 5 juta penduduk di dataran rendah pada 700 tahun setelah Masehi.

“Itu adalah bilangan yang jauh lebih tinggi daripada yang ditetapkan oleh lingkungan saat ini,” jelas rekan penulis studi, Vernon Scarborough di Universitas Cincinnati dalam sebuah siaran pers. “Jadi mereka berhasil mempertahankan masyarakat padat penduduk yang sangat kompleks selama lebih dari 1.500 tahun dalam sebuah ekologi tropis.”

“Kebutuhan sumber daya mereka sangat besar, tetapi mereka hanya menggunakan tekonologi dan perkakas zaman batu untuk mengembangkan sistem pengaturan yang rumit serta tahan lama agar dapat berkembang dengan baik.”

Bendungan gravitasi yang panjangnya lebih dari 260 kaki, tingginya sekitar 33 kaki, dan menampung kurang lebih 20 juta galon air itu, dinamakan Palace Dam. Ia dibangun untuk menyimpan air yang dikumpulkan dari permukaan tertutup yang berada di pusat Kota Tikal.

“Kami juga menyebut Palace Dam di Tikal sebagai ‘Bendungan Jalan Lintasan’, karena bagian atas bangunannya berfungsi sebagai jalan yang menghubungkan satu bagian kota dengan yang lain,” kata Scarborough. “Untuk jangka waktu yang lama, ia dianggap sebagai jalan lintas utama, satu-satunya jalan yang masih digunakan oleh wisatawan yang datang ke situs itu sampai hari ini.”

“Namun, kini penelitian kami menunjukkan bahwa ia memiliki fungsi ganda dan masih dapat dipergunakan sebagai bendungan penyimpan yang penting selain juga sebagai jalan lalu lintas.”

Suku Maya juga menyaring air melalui lapisan pasir kuarsa sebelum memasuki waduk, dan menggunakan “stasiun penghubung” untuk mengatasi masalah pengisian musiman dan penguapan air.

Sistem kuno ini bahkan mungkin lebih relevan dengan krisis air yang kita alami di zaman modern ini.

“Alokasi dan sesuatu yang dapat diminium merupakan kekhawatiran yang telah berkembang sejak permulaan kolonisasi di wilayah ini. Barangkali peninggalan masa lampau pada dasarnya dapat menyadarkan kita, siapakah yang sebenarnya lebih pintar,” kata Scarborough.

Temuan ini dipresentasikan di Acara Kerja Akademi Sains Nasional pada 16 Juli lalu. (Casie Ryan/The Epoch Times/pls)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori