Oleh: hurahura | 21 Maret 2011

Menyelamatkan Sejarah Soerabaia

Foto kuno koleksi Hans Edward. (amelia)

epochtimes.co.id, Sabtu, 19 Maret 2011
– Zaman Penjajahan memang merupakan kenangan pahit bagi suatu bangsa, namun bagi beberapa orang mengenang masa lalu merupakan suatu kenikmatan tersendiri. Dengan mengesampingkan pedihnya masa penjajahan, mengabadikan Surabaya tempo dulu dapat juga melihat keindahan kota ini dari sisi lain.

Mengenal Surabaya tempo dulu melalui sebuah pameran foto dan litografi (seni sketsa sebelum munculnya foto sebelum 1900) bertema “Soerabaia dalam kenangan” di galeri Yayasan Caraka Mulia (Yayasan Persahabatan Indonesia – Belanda) 12 – 22 Maret.

Memamerkan sosok-sosok manusia dalam berbagai profesi di Soerabaia dalam 70 koleksi foto dan litografi buatan 1870 – 1940. Merupakan koleksi tunggal Hans Edward, seorang advokat dan dosen di Surabaya. Pameran kali ini merupakan seri pertama dari rangkaian seri berikutnya berupa bangunan di Surabaya tempo dulu hingga iklan kuno, baik berwarna maupun hitam putih.

Dalam pameran ini dapat dilihat manusia dengan beragam profesi mulai dari tukang sayur, tukang foto keliling, dukun, tukang roti, dokter, hakim sampai pembantu rumah tangga. Juga suasana perdagangan, pabrik rokok, gudang, dapur hingga rumah sakit. Yang menarik terdapat juga pedagang valuta asing berupa litografi dibuat 1874.

Dengan maksud menyelamatkan foto-foto tua dan memberikan dokumentasi sejarah akan pentingnya konversi sejarah bagi generasi sekarang, koleksi-koleksi yang diselamatkan dengan disimpan dengan melakukan scanner.

“Untuk menyelamatkan foto-foto tua ini, sejak 1999 satu persatu saya simpan dalam bentuk digital dengan proses scanner. Koleksi saya yang sejumlah sekitar 500 buah telah saya selamatkan dalam bentuk digital tersebut.” Ungkap Hans, yang penggemar antropologi sejarah dan mulai mengoleksi foto sejak bekerja di harian Surabaya Post pada 1995 – 1997.

Koleksi-koleksi Hans merupakan hasil repro dari berbagai buku, majalah dan brosur yang memuat hasil foto dan litografi dari berbagai fotografer Indonesia dan Belanda, saat itu yaitu: Christian Benjamin Niewnhuiss, Kasian Cephass, Ian Ponse, OR Kurkdjian, Fotax Foto Studio Surabaya, Hendrik Salswedel, Woodbury J Page dan Albert Iaping.

Selain itu diperoleh dari kumpulan arsip di Tropen Museum, Koninklijk Institut Voor Taal, Land en Volkenkunde (KITLV) atau akademi ilmu pengetahuan dan seni kerajaan Belanda.

Pameran ini merupakan soft opening Yayasan Caraka Mulia yang akan resmi dibuka 29 Maret mendatang oleh Kedubes Belanda. (Amelia)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori