Oleh: hurahura | 4 Juni 2015

Jalan Sunyi Para Penggali Peradaban

KenediKOMPAS/KENEDI NURHAN

Para peneliti arkeologis dibantu sejumlah tenaga lokal melakukan penggalian lanjutan di lokasi temuan rangka manusia prasejarah di situs Gua Harimau di wilayah Desa Padang Bindu, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, akhir April 2015.

Tak ada pujian, apalagi tepuk tangan. Hanya suara-suara alam yang menemani mereka di bentangan bukit-bukit karst yang sepi, tempat rangka puluhan manusia prasejarah ditemukan terkubur selama ribuan tahun di sana.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 29 Mei 2015

Kalasan Terancam Alami Pelapukan

Kalasan-kompasKOMPAS/HARIS FIRDAUS

Petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta melakukan pemetaan di Candi Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (28/5). Pemetaan itu untuk mengetahui kerusakan yang terjadi di candi tersebut. Sejumlah batuan di Candi Kalasan mengalami pelapukan antara lain karena terdapat rekahan di bagian atas bangunan candi sehingga air hujan pun dapat masuk ke dalam candi.

Candi Kalasan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terancam mengalami pelapukan. Rekahan di bagian atap candi menyebabkan air hujan bisa masuk dan meresap ke sela-sela bebatuan candi. Air juga meresap dari bagian bawah karena tanah tempat candi itu berdiri mengandung banyak air.

Baca Lanjutannya…

NatunaARSIP PUSAT ARKEOLOGI NASIONAL-SHINATRIA ADITYATAMA

Temuan keramik dari masa Dinasti Qing atau dikenal sebagai Dinasti Manchu (abad ke-17-19 M) di Teluk Buton, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau.

Lima artefak kapal dari abad ke-10 hingga ke-19 Masehi ditemukan di wilayah perairan Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau. Temuan tersebut menguatkan bahwa Natuna merupakan titik penting dalam jalur pelayaran perdagangan internasional yang menghubungkan Tiongkok dengan kawasan Asia Tenggara.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 1 Mei 2015

Kekayaan yang Perlu Perhatian

PratimaKOMPAS/SUSI IVVATY

Replika Pratima di Museum Arkeologi Gedong Arca di Gianyar, Bali, sebagaimana terlihat Senin (27/4), merupakan salah satu benda cagar budaya. Pelestarian warisan sejarah itu masih belum optimal.

Indonesia memiliki banyak kekayaan cagar budaya yang tersebar di sejumlah daerah. Namun, akibat aneka keterbatasan, sebagian peninggalan peradaban masa lalu itu kurang terpelihara. Kondisi memprihatinkan ini tentu perlu jalan keluar.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 29 April 2015

“Penghuni Awal” Sulawesi Ditemukan

Tim peneliti dari Balai Arkeologi Makassar, Sulawesi Selatan, menemukan tengkorak yang diduga manusia Austromelanesoid di goa karst prasejarah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Jika terbukti, tengkorak itu merupakan temuan kerangka fisik pertama dari Homo sapiens awal yang menghuni Pulau Sulawesi.

Baca Lanjutannya…

Pemerintah sedang menyiapkan desain penelitian jangka panjang terhadap Situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sebagai langkah awal, hasil-hasil penelitian yang selama ini sudah berjalan akan dikaji ulang terlebih dulu.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 29 April 2015

Situs Liang Bua Didalami

Penemuan manusia purba Homo floresiensis di Liang Bua, Flores, Nusa Tenggara Timur, tahun 2003 berhasil mengangkat arkeologi Indonesia ke panggung dunia. Hingga kini, para peneliti dituntut terus bekerja mengungkap peninggalan yang tersimpan di situs itu.

Baca Lanjutannya…

Abstract
Archaeological relics in Banyuwangi are very diverse ranging from artifacts, sites, and locus and can be classified into regional cultural heritage which is tangible. The artifacts can be sacred or profane. Archaeological relic which served as the research object of this thesis is a lingga-yoni. Hinduism sees a lingga-yoni as an ultimate embodiment of truth or ultimate embodiment of beauty and at the same time a depiction of religious and philosophical truth in the form of an icon. The icon has a certain form, which as a whole or part by part is representing certain meanings. The aim of this study is to reveal the variety of forms of lingga-yoni exists in Banyuwangi and the meaning of lingga-yoni in Javanese-Hinduism society in Banyuwangi.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 26 April 2015

Mengapa Prasasti Kuno Banyak yang Hancur?

Batu-01Foto atas: Salah satu prasasti yang ditemukan di Trowulan, Mojokerto dalam keadaan terbelah. Foto bawah: Salah satu prasasti di Museum Nasional, Jakarta yang tidak lengkap kepingannya. (Djulianto Susantio)

SATUHARAPAN.COM/LIFE, Selasa, 31 Maret 2015 – Umumnya, prasasti berisi perintah raja dan dituliskan pada bahan yang awet dan tidak mudah hancur. Tujuannya adalah agar perintah itu tidak mudah hilang bersama berlalunya waktu. Prasasti umumnya dipandang sebagai tanda kebesaran dan kekuasaan seorang raja yang yang berisi perintah yang harus ditaati hingga akhir zaman. Selain itu, prasasti adalah penanda wilayah yang dikuasai dan merupakan dokumen kekuasaan. Prasasti banyak dikeluarkan pada abad ke-9 hingga ke-15 Masehi. Bahan yang digunakan kebanyakan adalah batu (gopala prasasti) dan logam (tamra prasasti).

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 25 April 2015

Misteri Kerang Berukir Diteliti

BudiantoPeneliti Balai Arkeologi Makassar, Budianto Hakim, menunjukkan gigi geraham yang diduga milik manusia purba dari ras Austromelanesoid, di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (24/4). Gigi tersebut ditemukan bersama tengkorak oleh tim peneliti dari Balai Arkeologi Makassar dalam penggalian di goa karst Bala Metti, Desa Pattuku, Kecamatan Bontocani, Bone, Sulawesi Selatan, pada 13-23 April 2015.

KOMPAS/MOHAMAD FINAL DAENG

Pusat Arkeologi Nasional bersama Universitas Leiden, Belanda, berencana meneliti kembali misteri kerang berukir yang ditemukan Eugene Dubois pada 1908 di Trinil, Jawa Timur. Dari 166 kerang yang ditemukan, terdapat satu kerang unik bermotif ukiran geometris berbentuk zig-zag.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 25 April 2015

5 Candi Besar Dipugar

Lima kompleks candi besar di Provinsi Jawa Tengah saat ini sedang dipugar. Kelimanya adalah Candi Sukuh di Kabupaten Karanganyar, kompleks Candi Bubrah, Candi Lumbung, Candi Sewu, dan Candi Plaosan. Program ini diharapkan dapat mengembalikan bangunan bersejarah itu sesuai dengan aslinya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 22 April 2015

Candi Sukuh Dipugar Total

Sukuh-01KOMPAS/LUSIANA INDRIASARI

Candi Sukuh di Desa Berjo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sebagaimana terlihat Januari 2014, memiliki struktur punden berundak, yaitu teras yang ditata berundak-undak dari bawah ke atas. Candi ini termasuk peninggalan budaya Hindu.

Bangunan utama Candi Sukuh di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, segera dipugar total. Sebagian peninggalan budaya Hindu dari abad ke-15 Masehi itu ambles ke dalam tanah. Jika dibiarkan, candi itu rentan ambrol atau roboh.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 15 April 2015

NIIS Hancurkan Situs Kota Kuno Nimrud

Kelompok milisi Negara Islam di Irak dan Suriah kembali merilis rekaman video aksi perusakan dan penghancuran situs-situs bersejarah warisan dunia. Mengutip BBC, Minggu (12/4), dalam rekaman video yang diunggah ke dunia maya itu, tampak sejumlah milisi NIIS kali ini beraksi menghancurkan kota kuno Nimrud.

Baca Lanjutannya…


Abstrak

Berbagai aktivitas geologi dapat menyebabkan perubahan bentuk muka bumi. Hasil aktivitas tersebut menghasilkan fenomena alam tertentu yang mempengaruhi persebaran situs-situs prasejarah di wilayah Jawa Barat-Banten. Sungai, kaldera, dan gua karst merupakan hasil aktivitas geologi masa lampau. Keberadaan sungai, kaldera, dan gua karst mempengaruhi sebaran situs masa Paleolitik maupun Neolitik di Jawa Barat-Banten. Temuan-temuan arkeologis menjadi bukti nyata bahwa aktivitas geologis dan arkeologis dapat menunjukkan ilmu multidisiplin sehingga penelitian arkeologis dapat mudah dipahami masyarakat secara luas.

Kata Kunci: Aktivitas Geologi, Wilayah Jawa Barat-Banten, situs Prasejarah

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 17 Maret 2015

Berburu ”Rock Art”

Goa-1 ARSIP IRSYAD LEIHITU

Lukisan anoa di dinding Goa Uhallie di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Apa sih tugas mahasiswa arkeologi selain belajar? Banyak orang mengira kami hanya sering gali-gali tanah dan nongkrong di kantin. Pastinya, kami sering berpetualang. Kami biasa menyebutnya ngebolang, mengacu acara televisi tentang bocah-bocah di pelosok Tanah Air yang berpetualang.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.929 pengikut lainnya.