Garudeya-1Gambar: Hiasan Garudeya dilihat dari depan.


Abstrak:

Koleksi Garudeya adalah sebuah benda dari emas yang ditemukan oleh saudara Seger tahun 1989, sekarang tersimpan di Museum Pu Tantular, dan merupakan suatu koleksi unggulan. Oleh masyarakat umum benda tersebut dikenal dengan nama hiasan ‘Garudeya’. Berdasarkan pengamatan, beberapa identitas diperoleh bahwa terdapat gambar pergelangan dan telapak tangan kiri yang di dalamnya terdapat hiasan lidah api, gambar burung garuda membawa guci amerta, mengenakan kain bawah motif jlamprang, gambar raksasa membawa gada, mengenakan kain bawah motif jlamprang, gambar figur manusia yang bersifat demonis sedang menari, gambaran pemandangan hutan dengan beberapa orang yang sebagian berpakaian pertapa, dan hiasan circir yang terdapat pada sisi-sisi kanan-kirinya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 12 Mei 2016

Situs Kota Rosan di Lamongan

Rosan-3Ekskavasi di situs Rosan dengan temuan tembikar

Situs Rosan terletak di Dusun Jatenan, Desa Tenggerejo, Kecamatan Kedung Pring, Kabupaten Lamongan. Berjarak sekitar 27 kilometer arah barat daya dari Kota Lamongan. Situs ini ditemukan dan terletak dalam area tanah kawasan Perhutani Lamongan, yang oleh warga sekitar ditanami secara tumpang sari.

Baca Lanjutannya…

Kalasan-4
Kondisi Candi Kalasan terkini (Dok. STAPAKA)


Pendahuluan: Problematika Pelestarian Cagar Budaya

Yogyakarta dan Jawa Tengah telah mewarisi ratusan candi dari Kerajaan Mataran Kuno yang usianya lebih dari seribu tahun. Candi-candi yang sebagian besar ditemukan dalam keadaan runtuh dan tertimbun tanah itu sudah mendapat perhatian yang serius sejak masa pemerintahan Hindia Belanda hingga sekarang. Banyak candi besar telah selesai dipugar hingga bisa berdiri megah, seperti Prambanan, Sewu, Kalasan, dan Borobudur. Sebagian lain masih dipugar, seperti Plaosan, Sojiwan, dan Ijo. Selain itu, hampir setiap tahun candi-candi terus bermunculan dari muka tanah.

Baca Lanjutannya…

Profesi-2Dari kiri ke kanan: Junus Satrio Atmodjo (IAAI), Restu Gunawan (MSI), Candrian Attahiyyat (moderator), Ahmad Djauhari (IAI), dan Idham Bachtiar Setiadi (AAI).

Selasa, 26 April 2016 lalu berlangsung diskusi bersama bertopik “Peran Organisasi Profesi dalam Pelestarian Kawasan Cagar Budaya Perkotaan”. Para peserta terdiri atas Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI), Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI), dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

Baca Lanjutannya…

Bungtomo-6Bangunan bersejarah yang sudah dirobohkan (Foto: kompas.com)

Sebuah rumah yang pernah digunakan oleh Bung Tomo—tokoh yang dihubungkan dengan Hari Pahlawan 10 November—untuk melakukan siaran radio kemerdekaan, tiba-tiba diketahui sudah rata dengan tanah. Mulanya para pemerhati sejarah yang mengungkapkan hal itu pada 3 Mei 2016 di media sosial. Rumah bersejarah itu berlokasi di Jalan Mawar 10-12, Surabaya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 8 Mei 2016

Prasasti Kranggan di Situs Kemuning

Kemuning-1Prasasti Kranggan

Desa merupakan pola permukiman yang penting bagi masyarakat sebagai pusat kegiatan sehari-hari. Toponimi (arti asal-usul kata) dari desa memiliki beberapa sebutan, seperti “dusun” dan “desi” (berasal dari kata swa-desi) yang memiliki padanan kata seperti halnya “negara”, “negeri”, “negari”, “nagari”, “negory” (berasal dari perkataan nagarom). Secara harfiah kata-kata tersebut berasal dari bahasa Sanskrit (Sansekerta), yang berarti tanah air, tanah asal, tanah kelahiran. Arti desa dengan cakupan luas adalah suatu kesatuan hukum, di mana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri (Kartohadikoesoemo, 1984: 15-16).

Baca Lanjutannya…

Romie-1Perdhikan lurah i wetan daha…Candi Surawana

Uraian Nāgarakrtāgama (Dĕsawarnnana) dalam Pupuh 61:2 memberikan penjelasan perjalanan Raja Hayam Wuruk menuju ke selatan Blitar:
ndan ri çakha tri tanu rawi riɳ weçaka, çri natha muja mara ri palah sabhrtya, jambat siɳ ramya pinaraniran/ lanlitya, ri lwaɳ wentar mmanuri balitar mwaɳ jimbe (Kern 1919).

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 6 Mei 2016

Rumah Radio Bung Tomo Dirobohkan

Bungtomo-1Prasasti yang menyatakan rumah Pak Amin adalah bangunan cagar budaya

Sebuah rumah yang pernah digunakan oleh Bung Tomo untuk melakukan siaran radio kemerdekaan, tiba-tiba diketahui sudah rata dengan tanah pada 3 Mei 2016. Rumah bersejarah yang dikenal sebagai Rumah Radio Bung Tomo itu berlokasi di Jalan Mawar 10-12, Surabaya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 6 Mei 2016

Temuan Yoni di Dekat Rumah Bung Karno

Setiawan-03Yoni dengan cerat yang patah, mungkin disengaja atau terkena pacul

Akhir Mei 2014 lalu warga di Dusun Krapak, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri dihebohkan oleh penemuan sebuah Yoni. Sebelum diberitakan media elektronik, penemuan Yoni ini hanya terdengar santer di sekitar Desa Pojok. Walau letaknya agak jauh dari Kota Kediri, sekarang Desa Pojok termasuk desa yang ramai dikunjungi wisatawan, terutama oleh mereka yang ingin melihat Ndalem Pojok.

Baca Lanjutannya…

Pambudi-1Foto 01: Prasasti Kalasan Tahun 700 Saka (778 Masehi) Berisi Penghormatan Kepada Guru
(Foto oleh Santiko, 2012)


A. Pendahuluan

Sebutan raja pastinya sudah tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat. Sebutan itu, baik dalam dongeng maupun cerita rakyat, sering diucapkan untuk menyebut seorang tokoh pemimpin sebuah kerajaan. Dalam dongeng, misalnya, ada tokoh raja singa yang menguasai hutan rimba, serta dalam cerita rakyat ada Raja Aji Saka yang membawa aksara hanacaraka ke tanah Jawa dan Raja Angling Darma yang bisa berbahasa binatang. Selanjutnya di dalam sejarah juga dikenal istilah raja. Pada pelajaran sejarah mulai dari tingkat sekolah dasar sampai pada tingkat perguruan tinggi, tokoh raja diceritakan sebagai pemimpin kerajaan yang bijaksana, yang memiliki banyak prajurit, menguasai daerah yang sangat luas, selalu melakukan peperangan demi menjaga kedaulatan wilayahnya dari tangan musuh-musuh yang ingin menguasainya, mendirikan tugu-tugu prasasti sebagai tanda kemenangan dan pencitraan namanya, mendirikan bangunan-bangunan suci yang disebut dengan istilah candi sebagai tempat pemujaan kepada para dewa, serta ada yang bilang bahwa raja itu memiliki banyak istri. Cerita tentang raja-raja memang sangat populer, bahkan pada masa akhir Majapahit terdapat sebuah naskah kuno berupa prosa (gancaran) yang menceritakan tentang raja-raja mulai dari masa awal Kerajaan Singhasari sampai akhir Kerajaan Majapahit bernama Naskah Pararaton. Namun dari beberapa peristiwa sejarah di dalam kehidupan raja hal-hal di atas itulah yang banyak diketahui oleh masyarakat, khususnya di tanah Jawa.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 26 April 2016

Situs Slumpang di Lamongan

Slumpang-romie-5Situs Slumpang di tengah sawah

Situs Slumpang atau warga setempat menyebutnya Candi Slumpang terletak di Desa Siser, Kecamatan Leran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Desa Siser berjarak sekitar 41kilometer dari kota Lamongan. Situs itu ditemukan di area pesawahan dekat tepian Sungai Bengawan Solo. Disebut Candi Slumpang karena bentuknya mirip dengan lumpang (alat penumbuk padi).

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 24 April 2016

Situs Sumur Bandung di Kediri

Sumurbandung-1Situs Sumur Bandung sudah diberi pelindung

Memasuki Situs Sumur Bandung susah-susah gampang. Jalannya sempit, sesekali jalan kecil itu longsor. Situs itu terkenal di kalangan warga karena masih digunakan hingga saat ini, terutama sebagai Punden Desa.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 23 April 2016

Arca Ganesha Karangkates

Karangkates-1Arca Ganesha dari Karangkates, bentuknya unik karena berada dalam posisi berdiri

Minggu, 17 April 2016 bertepatan dengan konvoi Arema di daerah Malang, saya menyempatkan diri untuk mencari letak keberadaan arca Ganesha Karangkates, yang katanya tidak jauh dari bendungan Karangkates. Meskipun waktu menunjukan pukul 12.00, tepat saat matahari berada di tengah, namun tidak menyurutkan niat saya untuk mencari letak dari arca Ganesha tersebut. Satu-satunya andalan saya adalah informasi dari salah seorang teman di Facebook.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 23 April 2016

Gambar Cadas Kuno Dirusak

Sangkulirang-111ARSIP FORUM PEDULI KARST KUTAI TIMUR
Gambar cadas kuno di Liang Nyere, Kecamatan Karangan, Kutai Timur, Kalimantan Timur, yang rusak karena disemprot cat berwarna merah diabadikan Forum Peduli Karst Kutai Timur (FPKKT), 14 April 2016. Berada di pelosok hutan yang sulit ditembus, gambar cadas kuno ini merupakan salah satu koleksi gambar cadas terbaik dari 2.300-an gambar cadas di kawasan karst Sangkulirang- Mangkalihat.

Aksi vandalisme menimpa salah satu gambar cadas kuno di Liang Nyere, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Orang tak bertanggung jawab menyemprotkan cat merah pada gambar cadas kuno yang berbentuk cap-cap tangan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 20 April 2016

Jejak-jejak Bahari Masih Kuat

MisoolPUSAT ARKEOLOGI NASIONAL

Warga menunjukkan gambar cadas berbentuk perahu di Gua Tomolol, Usaha Jaya, Misool Selatan, Raja Ampat, Papua Barat, 29 Maret 2016. Di tebing-tebing karst pesisir Raja Ampat ditemukan lebih dari 1.000 gambar cadas kuno peninggalan manusia prasejarah.

Para peneliti Pusat Arkeologi Nasional menemukan lebih dari 1.000 gambar cadas kuno yang tersebar di 60-an situs di Misool Selatan, Raja Ampat, Papua Barat. Jejak-jejak peninggalan bahari tersebut berupa gambar perahu, kapal, ikan, penyu, udang, dan ubur-ubur.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.182 pengikut lainnya