Oleh: hurahura | 6 November 2019

Menempatkan Arkeologi dalam Rangka Pembebasan

Ilustrasi: ekskavasi situs Tondowongso (Foto: Antara/Prasetia Fauzani)

Penafsiran data dan publikasi arkeologis yang ada, secara tak langsung membentuk klaim dan pemahaman bahwa bangsa Indonesia dahulu adalah bangsa yang besar dan banyak pencapaian. Sebagaimana yang sering diungkapkan, tinggalan arkeologis menunjukan bahwa bangsa Indonesia memiliki teknologi kemaritiman yang canggih pada masa prasejarah dan masa klasik.  Toleransi juga terjadi di masa lampau, sebagaimana yang ditunjukan dalam peninggalan Kerajaan Majapahit. Selain itu, akulturasi yang diwujudkan dalam arsitektur bangunan, menunjukan kearifan dan kekayaan spiritual bangsa Indonesia di masa lampau. Kesimpulan-kesimpulan semacam itu mudah kita temukan dalam tulisan arkeologis belakangan ini.

Baca Selengkapnya..


Aang-04
PENDAHULUAN

Candi Plaosan merupakan kompleks percandian besar dan luas yang memiliki latar keagamaan Buddha. Secara umum percandian ini kini terbagi dalam dua kompleks, yaitu kompleks Candi Plaosan Lor dan kompleks Candi Plaosan Kidul. Keberadaan kompleks percandian ini yaitu di sebelah timur dari Candi Prambanan dan Candi Sewu, tepatnya di Dusun Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten-Jawa Tengah. Seperti yang sudah diketahui secara umum, bahwa kompleks percandian ini merupakan peninggalan dari masa Mātaram Kuno. Kompleks percandian ini diperkirakan dibangun pada pertengahan abad VIII Masehi (Utomo, 2010). Antara kedua kompleks percandian tersebut, yang paling banyak menjadi objek penelitian serta paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan adalah Kompleks Percandian Plaosan Lor.

Baca Selengkapnya..

Oleh: hurahura | 16 Agustus 2018

Arca Ganesha Ditemukan Terjungkal di Jurang

Gepolo-03Salah satu bagian arca yang terpisah, bandingkan dengan tinggi manusia (Foto-foto: Dokumentasi Kandang Kebo)

Blusukan spontan Kandang Kebo dengan tema “Ekspedisi Kandang Kebo: Penelusuran Ganesha Raksasa yang Hilang” pada 15 Agustus 2018 di daerah  Civa Plateau membuahkan hasil menggembirakan. Kandang Kebo adalah sebuah komunitas pencinta warisan budaya. Ketika itu beberapa blusuker menuruni tebing terjal. “Kemiringan tebing mencapai 90 derajat, sementara kami hanya membawa perlengkapan seadanya,” kata Yoan, anggota tim.

Baca Selengkapnya..

Disertasi-etty-01

Disertasi Etty Saringendyanti (Foto: istimewa)

Pengajar Jurusan Sejarah Universitas Padjadjaran, Etty Saringendyanti, Kamis, 9 Agustus 2018 berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Sunda Wiwitan di Tatar Sunda pada Abad V – Awal XXI: Perspektif Historis-Arkeologis” di Universitas Padjadjaran. Ia dipromotori Prof. Dr. Nina Herlina, MS, Dr. Mumuh Muhsin Zakaria, M. Hum, dan Dr. Dade Mahzuni, M.Si. Disertasi tersebut mengkaji tiga subyek, yakni Agama Lokal, Sunda Wiwitan, dan Jati Sunda.

Baca Selengkapnya..

Oleh: hurahura | 5 Juli 2018

Pelibatan Publik dalam Arkeologi

SinauuuSinau aksara dan bedah prasasti oleh KPBMI (Foto: Djulianto Susantio)

Akhir Maret 2018 dan akhir Mei 2018, Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia menyelenggarakan ”Sinau Aksara dan Bedah Prasasti”. Yang pertama tentang aksara Pallawa dan yang kedua tentang aksara Jawa kuno. Ternyata masyarakat awam yang berminat mengikuti kegiatan sinau aksara sungguh luar biasa. Begitu dibuka pendaftaran lewat media sosial, dalam beberapa jam saja jumlah pendaftar lewat Google Form mencapai 400-an. Kalau tidak dihentikan, pasti lebih banyak dari itu.

Baca Selengkapnya..

Jalatunda-liputan6Warga mengambil air yang memancur dari Petirtaan Jolotundo di Trawas, Mojokerto, Jawa Timur (Zainul Arifin/Liputan6.com)


/1/ Pengantar

Bersama dengan kitab Ramayana, Mahabharata adalah kitab epos dari India yang dikenal meluas di Nusantara dan Asia Tenggara. Di kepulauan Nusantara kedua kisah itu diapresiasi oleh masyarakat hingga sekarang, terutama di wilayah-wilayah yang pernah dipengaruhi budaya India secara mendalam, yaitu di Jawa dan Bali. Kedua kitab tersebut sebenarnya tergolong kitab keagamaan yang mengisahkan kepahlawanan tokoh-tokohnya yang sesungguhnya adalah jelmaan dewa, atau pengejawantahan dewa-dewa di alam dunia nyata, alam manusia.

Baca Selengkapnya..

Oleh: hurahura | 25 Maret 2018

Masyarakat Bali dalam Menjaga Warisan Budaya

WiradharmaPemeliharaan  Prasasti Bantiran oleh masyarakat Desa Bantiran (Dokumentasi Pribadi, 2017)

Umumnya masyarakat Bali mempunyai kesadaran tinggi tentang masa lampaunya. Hal ini terbukti dengan adanya kepercayaan yang kuat terhadap cikal bakal keluarga atau kawitan tereh yang sering kali dikaitkan dengan identitas keluarga atau kelompok (Ardika, 1995).

Baca Selengkapnya..

 

Manik-1Buku karya Nasruddin dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Manik-manik merupakan benda tinggalan hasil kebudayaan manusia yang ditemukan secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Manik-manik bisa berbentuk bulat, persegi atau lonjong yang pada bagian tengahnya sengaja  diberi lubang agar bisa dirangkai menjadi perhiasan (kalung, gelang, dan lain lain). Bahan pembuatan manik-manik beraneka ragam, tergantung dari zaman pembuatannya. Pada masa awal manusia mengenal manik-manik, mereka membuatnya dari batu atau tulang kecil yang langsung dilubangi begitu saja. Perkembangan berikutnya adalah membuat manik-manik dengan menghaluskan batu menjadi bentuk yang presisi. Pada sekitar zaman batu baru, manusia menggunakan tanah liat yang dikeringkan dan terkadang diberi ukiran/gambar untuk dijadikan manik-manik.

Baca Selengkapnya..

Oleh: hurahura | 21 Februari 2018

Peran Manik-manik, Dulu hingga Sekarang

Manik-buniManik-manik Situs Buni, Bekasi (Foto: Jofel E Malonda)

Manik-manik adalah benda yang banyak dijumpai dalam kehidupan manusia. Temuan manik-manik terdapat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Manik-manik banyak ditemukan dalam penelitian arkeologi karena daya tahan dari benda tersebut relatif kuat. Benda yang berbahan batu ataupun kaca tidak mudah terurai oleh alam. Manik-manik merupakan butiran benda kecil dari biji-bijian, kulit telur, merjan, kerang, tulang, gading, kaca, logam atau batuan yang diberi lubang dan diuntai menjadi perhiasan (Permana, 2016: 206).

Baca Selengkapnya..

Oleh: hurahura | 29 Januari 2018

Bangunan Gaya Indis dan Bisnis Kopi

Indis-01Rumah bergaya Indis di Jalan Wot Gandul Barat Semarang (Foto-foto: dokumentasi pribadi)

Sebuah bangsa yang besar berawal dari peninggalan sejarahnya. Gambaran itulah yang membuat sebagian masyarakat di Indonesia mulai peduli dengan sekitarnya. Tidak berbeda dengan masyarakat Tionghoa, mereka juga banyak menaruh perhatian kepada peninggalan leluhur dan peninggalan lainya. Salah satunya adalah keluarga Basuki Dharmowiyono yang saat ini tinggal di Semarang, Jawa Tengah.

Baca Selengkapnya..

Oleh: hurahura | 28 Januari 2018

Kompleks Pemakaman Belanda di Ampel, Boyolali

Dezentje-01Tinus Dezentje (Sumber: Djokja Solo; Beeld van Vorstenlanden)

Pada sebuah lahan yang cukup luas di daerah Ampel Boyolali terdapat sebuah kompleks pemakaman Belanda yang kondisinya memprihatinkan. Padahal, kompleks makam ini sudah terdaftar sebagai Cagar Budaya. Beberapa makam tersembunyi di balik rimbunnya semak-semak.

Baca Selengkapnya..

Oleh: hurahura | 28 Januari 2018

Pramuka Kediri Belajar Prasasti Poh Sarang

Pohsarang-aang-01Prasasti Poh Sarang (Foto: Reno Septian)

Kegiatan pramuka antara lain mengajari peserta didik untuk berlatih dalam beradaptasi dengan lingkungan alam. Hal ini sesuai dengan isi dari Dasa Darma kedua, yaitu “cinta alam dan kasih sayang sesama manusia”. Berdasarkan pengamalan isi Dasa Darma itulah anggota pramuka di Kediri yang tergabung dalam Ikatan Pramuka Lintas Generasi mengadakan Kemah Sastra pada 6-7 Januari 2018 di Lapangan Desa Poh Sarang Kabupaten Kediri.

Baca Selengkapnya..

Oleh: hurahura | 23 Januari 2018

Publikasi Arkeologi di Era Kekinian

Konservasi-borobudur-fbHalaman milik Balai Konservasi Borobudur di Facebook (Ilustrasi)

Arkeologi dikenal sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan hal kuno. Paling tidak jika seseorang diminta mengatakan satu/dua kata yang berhubungan dengan arkeologi, sering muncul kata ‘kuno’ itu di antara kata lain misalnya fosil, batu, purba, dan prasejarah. Kalangan pecinta situs dan cagar budaya bahkan sering menyebut segala tinggalan arkeologi yang mereka temukan saat ‘blusukan’ dengan frasa ‘kekunoan’, lawan kata dari ‘kekinian’. Sepertinya memang arkeologi itu sangat jauh dari istilah kekinian karena arkeologi identik distereotipkan dengan kekunoan.

Baca Selengkapnya..

Oleh: hurahura | 23 Januari 2018

Strategi Penyebarluasan Hasil Penelitian Arkeologi

Konservasi-borobudur2-fbBerbagai publikasi arkeologi (ilustrasi)

Arkeologi merupakan disiplin ilmu yang berusaha mengungkap kehidupan masa lalu melalui hasil budaya materi. Hasil budaya materi tersebut berupa artefak yang ditemukan di berbagai tempat. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh arkeolog akan lebih baik jika dipublikasikan secara luas. Seorang arkeolog dalam melakukan penelitian arkeologi harus melibatkan masyarakat secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Tanudirjo (2013: 11) arkeologi Indonesia membutuhkan strategi yang tepat agar hubungan antara arkeologi dengan masyarakat dapat terjalin secara timbal balik dengan baik dan berkelanjutan.

Baca Selengkapnya..

Oleh: hurahura | 4 Januari 2018

Persembahan untuk Pejabat Menurut Prasasti

Prasasti-sankharaIlustrasi: Prasasti Sankhara (Sumber: Sejarah Nasional Indonesia 2, 1984)

Pembicaraan mengenai prasasti dalam usaha untuk mengetahui lebih jauh mengenai gambaran kehidupan masyarakat kuno di Indonesia, selalu saja menarik perhatian. Sampai saat ini di Indonesia telah dibuat lebih dari 3.000 cetakan kertas (abklats) dari prasasti batu dan prasasti logam yang ditemukan tersebar di seluruh kepulauan Indonesia.

Baca Selengkapnya..

Older Posts »

Kategori