Pambudi-1Foto 01: Prasasti Kalasan Tahun 700 Saka (778 Masehi) Berisi Penghormatan Kepada Guru
(Foto oleh Santiko, 2012)


A. Pendahuluan

Sebutan raja pastinya sudah tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat. Sebutan itu, baik dalam dongeng maupun cerita rakyat, sering diucapkan untuk menyebut seorang tokoh pemimpin sebuah kerajaan. Dalam dongeng, misalnya, ada tokoh raja singa yang menguasai hutan rimba, serta dalam cerita rakyat ada Raja Aji Saka yang membawa aksara hanacaraka ke tanah Jawa dan Raja Angling Darma yang bisa berbahasa binatang. Selanjutnya di dalam sejarah juga dikenal istilah raja. Pada pelajaran sejarah mulai dari tingkat sekolah dasar sampai pada tingkat perguruan tinggi, tokoh raja diceritakan sebagai pemimpin kerajaan yang bijaksana, yang memiliki banyak prajurit, menguasai daerah yang sangat luas, selalu melakukan peperangan demi menjaga kedaulatan wilayahnya dari tangan musuh-musuh yang ingin menguasainya, mendirikan tugu-tugu prasasti sebagai tanda kemenangan dan pencitraan namanya, mendirikan bangunan-bangunan suci yang disebut dengan istilah candi sebagai tempat pemujaan kepada para dewa, serta ada yang bilang bahwa raja itu memiliki banyak istri. Cerita tentang raja-raja memang sangat populer, bahkan pada masa akhir Majapahit terdapat sebuah naskah kuno berupa prosa (gancaran) yang menceritakan tentang raja-raja mulai dari masa awal Kerajaan Singhasari sampai akhir Kerajaan Majapahit bernama Naskah Pararaton. Namun dari beberapa peristiwa sejarah di dalam kehidupan raja hal-hal di atas itulah yang banyak diketahui oleh masyarakat, khususnya di tanah Jawa.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 26 April 2016

Situs Slumpang di Lamongan

Slumpang-romie-5Situs Slumpang di tengah sawah

Situs Slumpang atau warga setempat menyebutnya Candi Slumpang terletak di Desa Siser, Kecamatan Leran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Desa Siser berjarak sekitar 41kilometer dari kota Lamongan. Situs itu ditemukan di area pesawahan dekat tepian Sungai Bengawan Solo. Disebut Candi Slumpang karena bentuknya mirip dengan lumpang (alat penumbuk padi).

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 24 April 2016

Situs Sumur Bandung di Kediri

Sumurbandung-1Situs Sumur Bandung sudah diberi pelindung

Memasuki Situs Sumur Bandung susah-susah gampang. Jalannya sempit, sesekali jalan kecil itu longsor. Situs itu terkenal di kalangan warga karena masih digunakan hingga saat ini, terutama sebagai Punden Desa.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 23 April 2016

Arca Ganesha Karangkates

Karangkates-1Arca Ganesha dari Karangkates, bentuknya unik karena berada dalam posisi berdiri

Minggu, 17 April 2016 bertepatan dengan konvoi Arema di daerah Malang, saya menyempatkan diri untuk mencari letak keberadaan arca Ganesha Karangkates, yang katanya tidak jauh dari bendungan Karangkates. Meskipun waktu menunjukan pukul 12.00, tepat saat matahari berada di tengah, namun tidak menyurutkan niat saya untuk mencari letak dari arca Ganesha tersebut. Satu-satunya andalan saya adalah informasi dari salah seorang teman di Facebook.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 23 April 2016

Gambar Cadas Kuno Dirusak

Sangkulirang-111ARSIP FORUM PEDULI KARST KUTAI TIMUR
Gambar cadas kuno di Liang Nyere, Kecamatan Karangan, Kutai Timur, Kalimantan Timur, yang rusak karena disemprot cat berwarna merah diabadikan Forum Peduli Karst Kutai Timur (FPKKT), 14 April 2016. Berada di pelosok hutan yang sulit ditembus, gambar cadas kuno ini merupakan salah satu koleksi gambar cadas terbaik dari 2.300-an gambar cadas di kawasan karst Sangkulirang- Mangkalihat.

Aksi vandalisme menimpa salah satu gambar cadas kuno di Liang Nyere, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Orang tak bertanggung jawab menyemprotkan cat merah pada gambar cadas kuno yang berbentuk cap-cap tangan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 20 April 2016

Jejak-jejak Bahari Masih Kuat

MisoolPUSAT ARKEOLOGI NASIONAL

Warga menunjukkan gambar cadas berbentuk perahu di Gua Tomolol, Usaha Jaya, Misool Selatan, Raja Ampat, Papua Barat, 29 Maret 2016. Di tebing-tebing karst pesisir Raja Ampat ditemukan lebih dari 1.000 gambar cadas kuno peninggalan manusia prasejarah.

Para peneliti Pusat Arkeologi Nasional menemukan lebih dari 1.000 gambar cadas kuno yang tersebar di 60-an situs di Misool Selatan, Raja Ampat, Papua Barat. Jejak-jejak peninggalan bahari tersebut berupa gambar perahu, kapal, ikan, penyu, udang, dan ubur-ubur.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 19 April 2016

Legenda Menak Jingga Terasa seperti Nyata

Blambangan-1KOMPAS/NAWA TUNGGAL
Hartono (kiri) dan Soimin, Rabu (13/4), berdiri di Situs Umpak Songo di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka mengaku sebagai keturunan Mbah Nadi Gede, penemu Situs Umpak Songo, yang diyakini sebagai sisa bangunan dari peninggalan Kerajaan Blambangan di wilayah paling timur Pulau Jawa itu. Dari situs ini, legenda Menak Jingga “terawat” sampai sekarang.

Rintik hujan turun pada Rabu (13/4) sore di Situs Umpak Songo, Desa Tembokrejo, Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur. Soimin (80) mengulurkan selembar kertas bertuliskan Cerita Kerajaan Blambangan yang diketik rapi bertanggalkan 16 Desember 1989.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 18 April 2016

Temuan Tertua Makin Lengkap

Homo-01Penemuan fosil fragmen tengkorak di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah, Februari lalu, melengkapi koleksi Homo erectus arkaik atau Homo erectus tertua yang jumlahnya baru sekitar 20 individu. Temuan itu menegaskan Indonesia sebagai “ladang subur” bagi riset manusia purba.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 15 April 2016

Menyapa Kala di Candi Pringapus

Pringapus-1KOMPAS/NAWA TUNGGAL
Sebuah prosesi ruwatan berlangsung di Candi Pringapus, Temanggung, Jawa Tengah, Maret lalu.

Sastrawan dan filsuf terkenal dari India, Rabindranath Tagore (1861-1941), mendatangi Jawa pada 1930 untuk melihat sendiri jejak masa lampau ekspansi India. Di Jawa, Tagore memang merasakan “India” hadir di mana-mana, tetapi sudah tak dalam bentuk aslinya. Penduduk Jawa telah mengubahnya, memodifikasinya sesuai dengan penafsiran mereka.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 3 April 2016

Menggugat Misteri Si Kerdil “Hobbit”

Ako-01KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Situs Liang Bua di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (17/1/2015). Di sini ditemukan Homo floresiensis pada 2003.

Akhir Maret lalu, di situs Nature, tim peneliti Liang Bua memublikasikan temuan baru punahnya “Homo floresiensis” atau manusia kerdil “hobbit” sekitar 50.000 tahun lalu. Lenyapnya keberadaan “hobbit” di Liang Bua, Flores, bersamaan dengan migrasi manusia modern menuju ke Australia.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 1 April 2016

Candi Cetha

Ceto-01Candi Cetha terletak di Dukuh Cetha, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.

Candi Cetha, ada pula yang menyebutnya Candi Ceto, merupakan salah satu candi yang dibangun pada zaman Kerajaan Majapahit, yaitu pada masa pemerintahan Raja Brawijaya V. Konon nama Cetha, yang dalam bahasa Jawa berarti jelas, digunakan sebagai nama dusun tempat candi ini berada karena dari Dusun Cetha orang dapat dengan jelas ke berbagai arah. Ke arah utara terlihat pemandangan Karanganyar dan Kota Solo dengan latar belakang Gunung Merbabu dan Merapi serta, lebih jauh lagi, puncak Gunung Sumbing. Ke arah barat dan timur terlihat bukit-bukit hijau membentang, sedangkan ke arah selatan terlihat punggung dan anak-anak Gunung Lawu.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 31 Maret 2016

Candi Sukuh

Sukuh-02Candi Sukuh di lereng barat G. Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. 

Candi Sukuh terletak di lereng barat G. Lawu, tepatnya di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Lokasi Candi Sukuh berada pada ketinggian + 910 meter di atas permukaan laut. Candi Sukuh ditemukan kembali dalam keadaan runtuh pada 1815 oleh Johnson, Residen Surakarta pada masa pemerintahan Raffles.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 30 Maret 2016

Situs Palmyra Sulit Diperbaiki

Palmira-1AFP/OSEPH EID AND MAHER AL MOUNES

Arsip foto yang diambil pada 14 Maret 2016 memperlihatkan Kuil Bel di kota bersejarah Palmyra, Suriah, yang dihancurkan milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS). Kuil kuno tersebut dihancurkan pada September 2015 saat kaum jihadis itu mengusai Palmyra. Pasukan Suriah kembali merebut kota tersebut dengan dukungan militer Rusia baru-baru ini. Foto atas memperlihatkan Kuil Bel yang belum dihancurkan, sebelum September 2015.

Tim arkeologi Perserikatan Bangsa-Bangsa sangat meragukan situs purbakala Palmyra di Suriah dapat direkonstruksi. Situs bersejarah itu dihancurkan oleh kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) yang selama 10 bulan menduduki kota itu sebelum direbut kembali oleh pasukan Pemerintah Suriah, akhir pekan lalu.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 29 Maret 2016

Blusukan ke Reruntuhan Candi

Nugroho-01Batu berhias bagian candi tergeletak di samping rumah penduduk

Perjalanan blusukan dimulai dari desa Traji, Parakan. Di permukiman warga kami menemukan banyak artefak dari reruntuhan candi. Dari lokasi itu kami menuju ke situs yang dikatakan warga Watu Radio. Lepas dari sana, kami menuju ke sebuah situs di areal pemakaman. Di situ terdapat batu tempat menaruh arca, jumlahnya sekitar 40 buah. Terdapat juga lingga.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 20 Maret 2016

Gedung OLVEH dan Cagar Budaya

Olveh-2Diskusi publik di Gedung OLVEH, dengan pembicara Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, Arsitek Boy Bhirawa, Arkeolog Candrian Attahiyyat, perwakilan Asuransi Jiwasraya Agustin Widhiastuti, dan pakar sejarah dan arsitektur kolonial Pauline K.M. van Roosmalen

Setelah dikonservasi sejak Mei 2015, Gedung OLVEH van 1879 difungsikan kembali sejak 17 Maret 2016. Peresmiannya dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, ditandai dengan seminar bertopik penurunan permukaan tanah dan kenaikan air laut.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.173 pengikut lainnya